Random Thought

Dear readers… bagaimana kabarnya ? semoga semuanya sehat selalu. Sekarang ini aku sedang sibuk dengan Kegiatan Diklat Guru Program Keahlian Ganda (Diklat In Service 1) Kompetensi Keahlian Multimedia sebagai tindak lanjut dari keberangkatanku ke Makassar awal bulan Maret lalu ketika mengikuti Rapat Koordinasi untuk penyelenggaraan diklat ini. (Di postingan lalu aku sudah pernah ceritakan tentang ini)  Karena sekolahku ditunjuk menjadi PB (Pusat Belajar) untuk guru keahlian ganda oleh LP3TK KPTK Gowa Makassar, maka aku harus menjalankan tugas dan tanggung jawabku sebagai salah satu komponen kecil dalam kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan Diklat yang dilaksanakan di sekolahku ini. Kegiatan Diklat Guru Keahlian Ganda ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan 45 hari efektif, dimulai sejak 25 Maret 2017 sampai dengan 24 Mei 2017.

Para peserta Diklat ini adalah guru-guru SMK yang telah terdaftar dalam program ini yaitu sebanyak 28 orang berasal dari Purwokerto, Purbalingga, Brebes, Banyumas dan Cilacap. Di kegiatan ini, sebenarnya aku hanya merupakan satu komponen kecil aja. Aku lebih suka menyebut diriku sebagai PU, atau Pembantu Umum. Aku hanya sibuk wira-wiri kesana-kemari sambil berlari-lari mengurusi apa saja yang bisa diurus. Capek sih,  dalam sehari aku bisa naik turun tangga berkali-kali, karena urusan di lantai atas dan di lantai bawah. Seminggu pertama kegiatan ini dilaksanakan di lantai 2, di ruang sidang. Minggu berikutnya berlangsung di laboratorium komputer 1. Lokasi lab 1 itu jauh di pojokan belakang sekolah. Jadi walaupun berada di lantai 1, aku wira-wiri bolak-balik dari ruang guru ke lab 1, dari kelas ke lab 1, sama aja capeknya. Semoga saja setelah kegiatan ini berakhir, berat badanku bisa turun sekitar 5 kilo. 🙂 🙂

Sebetulnya aku pusing dengan banyaknya tugas yang harus aku jalani. Aku mengajar, koreksi hasil pekerjaan siswa, aku membuat laporan keuangan komite, mengambil uang komite di bank jika ada surat permintaan pengambilan uang dari bendahara sekolah (dan ini hampir 2 hari sekali), mengurusi administrasi keuangan kegiatan Diklat, ikut mendampingi kegiatan peserta Diklat sampai mereka pulang jam 5 sore (yang ini sebenarnya gantian dengan 2 orang temanku lainnya, tapi aku hampir setiap hari pulang sampai sore 😦 😦 😦 ). Aku sama sekali tidak punya waktu untuk merajut ataupun membaca buku. Sampai rumah sudah capek, bahkan di hari libur pun aku masih merasa capek dan nggak kepingin ngapa-ngapain lagi.

Kalaupun lagi kepingin baca, paling aku cuma baca-baca blog di HP sambil tiduran. Dan suatu hari ketika aku sedang blogwalking, aku menemukan sebuah travel blog yang lumayan bisa bikin kepingin piknik, walaupun lokasi yang dibahas di blog itu adalah tempat yang sudah berkali-kali aku kunjungi, yaitu Yogyakarta. Ada banyak sekali lokasi di Yogya yang bisa dieksplor, yang belum pernah aku datangi. Membaca blog itu, ingin rasanya aku berkunjung ke Yogya lagi. (Oh ya, ngomong-ngomong tentang Yogya, aku akan ada acara bulan depan di sana, jika tidak ada perubahan, waktunya tanggal 8-10 Mei, Bimtek Pendampingan Pendidikan Karakter di hotel UNY. Alhamdulillah aku lolos seleksi tahap awal lomba Karbang yang diadakan Dirjen GTK melalui web kesharlindungdikmen.id. Masih ada beberapa tahapan lagi yang harus kulalui, wish me luck.)

Kembali ke ceritaku ketika blogwalking di atas : Blog itu, walaupun penampakannya adalah travel blog, tapi rupanya dalam setiap tulisannya, bertebaran iklan di sana-sini, bikin agak sedikit nggak nyaman bacanya. Terutama iklan hotel. Di setiap tulisannya, nama hotel itu disebut. Ditambah dengan pujian semacam “Di sini nyaman banget, menunya komplit banget, enak-enak semuanya”. Ih, norak banget. Dimana-mana hotel mahal ya kayak gitu. Setelah membaca beberapa judul postingan, lama-lama aku jadi sebel. Hotel itu dan segala fasilitasnya disebut-sebut lagi. Tempat-tempat makan, lokasi-lokasi bagus direkomendasikan untuk dikunjungi. Cukup membantu buat orang yang lagi cari referensi sebenarnya, tapi tidak buatku.

Mungkin aku yang jealous, atau aku yang sedang terlalu banyak pikiran dengan segala urusan pekerjaan, aku jadi membanding-bandingkan blogku dengan blog itu. Enak banget dia ya, seluruh isi postingannya tentang jalan-jalan, makan-makan, udah gitu dia dibayar pula sama hotelnya, sama rumah makannya… sedangkan blogku ? Apa yang bisa aku rekomendasikan? Bakalan lucu banget kalau aku tulis “Obat Doxorubicin dan Brexel ini hebat banget deh, keren banget, bisa bikin sakit kankerku sembuh lho…” atau gini “Obat Herceptin ini mujarab banget lho, untuk pasien dengan Her2 +++” Lalu aku bayangkan aku dapat uang dari produsen obat itu (wkwkwkwkwkw… 🙂 🙂 🙂 LOL). Atau misalnya aku nulis gini “Dokter K atau dokter A ini hebat banget lho, sabar, pinter banget, jadi kalau pembaca blog ini harus ke poli Tulip pilih  dokternya beliau aja” 🙂 🙂 🙂 Padahal beliau dokter A dan dokter K tiap harinya udah kebanjiran pasien, udah full banget tanpa perlu aku iklankan. Orang kalo baca iklanku yang kayak gitu pasti dikira aku ini sakit jiwa 🙂 🙂 🙂 . Beginilah nasib blog cancer patient. Isinya melulu tentang keluh-kesah, cemas, khawatir, jauh dari model travel blog. Tapi aku nggak mungkin mengubah blog ku jadi travel blog, karena aku jarang banget travelling… mana mungkin aku dibayarin pabrik obat buat travelling around the world (kepingin…. 🙂 🙂 :)).

Oh sudahlah. Berhentilah bermimpi. Sudah terlalu banyak mimpi-mimpiku selama ini yang belum juga menjadi kenyataan. But maybe I’m a dreamer, my dreams are always there, hide on a place somewhere in my mind. Recently I’m dreaming about having a log cabin in the woods, in the middle of nowhere. A place where I can forget my daily routine. I hope one day this dream will come true. Mungkin sampai disini saja dulu random thought yang kutuliskan menjadi postingan tak bermakna kali ini.

Advertisements

Too Many Dreams (Never) Come True :)

Recently I wonder what happen to me ? Ada apa dengan diriku ini ya ? Rupanya impian dan keinginanku terlalu banyak. Selain bermimpi untuk bisa travelling around the world (mimpi yang kelewat absurd, menyedihkan, macam ABG labil saja 😦 untung nggak pake tambahan “in eighty days”  kayak judul novel Jules Verne “Travelling Around The World in Eighty Days” 🙂 🙂 ) aku juga punya banyak keinginan yang aku tahu bahwa mungkin itu semua tidak bakalan bisa terealisasi. Ada beberapa yang awalnya sempat kupikir  rasanya takkan bisa terealisasi, tapi tidak juga ternyata. Syukurlah ada satu dua yang ternyata sudah bisa direalisasikan. Misalnya, aku kepingin punya online shop… dan ternyata aku sudah bisa mewujudkannya dengan berjualan shabby chic stuff (new and second), di instagram dan BB.

Aku kepingin ikut jelly art cooking class, lalu jualan kreasi jelly art ku. Ini yang belum bisa terealisasi sampai sekarang. Padahal aku sudah punya contact person master jelly art di kotaku. Impian yang lainnya, aku kepingin punya produk dengan label namaku sendiri. Karena aku sangat hobby merajut, tadinya aku ingin membuat tas rajut, dompet dan tempat pensil rajut dengan warna-warni yang colourful (colourful and wonderful as my life 🙂 ) diberi label dengan bordiran yang colourful juga. Sebenernya ini bisa diwujudkan, kalau saja aku lebih serius mengejar mimpiku :).

Sepertinya mudah saja. Aku tinggal pesan aja labelnya. Selanjutnya aku tinggal belanja benang rajut atau nylon, lalu duduk manis sambil asyik merajut sepanjang hari. Tapi…bagaimana dengan pekerjaanku ? What about my students ? Saking banyaknya pekerjaanku (mengajar, masak, nyapu, ngepel, nyetrika, beberes rumah… (help 😦 😦 …aku nggak punya  pembantu… 😦 😦 😦 ) aku sampai “bingung” yang mana sebenernya perkerjaan utamaku. Apakah pekerjaan sebagai PNS guru akuntansi SMK atau pekerjaan rumah tangga sebagai istri ?

Sebagai seorang istri (yang baik), mestinya yang diutamakan adalah pekerjaan rumah tangga, melayani anak dan suami di rumah sebelum berangkat bekerja keluar rumah. Mestinya pekerjaan sebagai PNS guru akuntansi SMK itu bisa dianggap sebagai pekerjaan sambilan saja bukan ? (Hm… kalau Kepsek ku baca ini, nggak kebayang apa komentar beliau 😦 😦 ). Jadi sebagai seorang istri (yang baik 🙂 ) aku harus bangun sebelum subuh menyiapkan segala sesuatunya supaya rumah bisa ditinggal seharian. Setelah itu, tibalah waktunya untuk pekerjaan berikutnya yang merupakan “pekerjaan sambilan” yaitu PNS guru akuntansi SMK.

Tapi… gimana bisa dibilang pekerjaan sambilan kalau jam kerjanya menyita banyak sekali waktu dan juga menyita banyak perhatian, tenaga dan pikiran. Dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, dengan pekerjaan yang amat banyak, dengan banyak target yang harus dipenuhi, dengan banyak event-event yang harus dipersiapkan…Oke, cukup sampai disini. Tidak baik mengeluh begini. Tapi sungguh, kadang-kadang aku merasa capek banget. Mungkin ini gara-gara sudah sekitar setengah tahun ini aku nggak punya ART. Cari asisten rumah tangga yang cocok itu sulit sekali. Rasanya bener-bener so little time so much to do 😦 .

Kadang-kadang aku kepingin seperti temanku yang full time mother. Dia bisa asyik merajut seharian, bisa asyik membuat jelly art… mengurus rumah dan tanaman… what a wonderful life. Temanku ini  tadinya kerja di bank, lalu resign karena ingin fokus mengurus rumah, anak dan suami. Kadang terpikir, seneng banget dia ya… nggak perlu kerja…bisa punya waktu untuk hobby… Nggak kayak aku yang harus curi-curi waktu untuk bisa menekuni hobby.

Tapi kadang terpikir juga, mestinya aku bisa bersyukur karena dengan bekerja aku bisa mandiri, punya pendapatan sendiri untuk membeli kebutuhanku sendiri. Wanita yang bekerja, maka jika dia membelanjakan pendapatannya untuk keluarganya, itu adalah shodaqoh baginya. Pahalanya banyak. Enaknya punya pendapatan sendiri, aku bisa belanja apa aja tanpa perlu merasa bersalah karena menghabiskan gaji suami 🙂

Anyway, aku harus bersyukur atas apapun dan bagaimanapun keadaanku sekarang. And I believe there will be so many dreams will come true in the future 🙂 🙂