Walk in My Shoes (If You Dare)

they can't comprehend

Dear readers, di awal tahun ajaran baru ini aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas tambahan sebagai bendahara sekolah. FYI, dimulai pada bulan Januari 2017, aku menjadi bendahara sekolah menggantikan seorang temanku yang sebenarnya sudah lama pensiun tetapi sampai waktu itu masih diperbantukan sebagai bendahara sekolah. Beliau memang sudah cukup sepuh. Aku tak tahu mengapa dulu aku terima saja tawaran Plt Kepala Sekolah yang menjabat saat itu, untuk menjadi bendahara sekolah.

Sebuah keputusan yang pada akhirnya aku sesali. Karena menjadi bendahara sekolah itu ternyata tidak semudah dan sesederhana melakukan pembukuan transaksi. Banyak hal yang aku merasa tidak mampu melakukannya. Aku tak bisa terus – menerus berada dalam tekanan. Aku tak bisa terus – menerus berada dalam situasi dimana aku  harus segera menyetorkan laporan keuangan, sementara data tentang rekapitulasi pengeluaran dana yang dikelola oleh orang lain belum aku terima. Bahkan mungkin oleh orang itu belum dibuat sama sekali. Apa yang harus aku tulis? Apa yang harus aku laporkan ? Sementara pekerjaanku, yang harus aku buat, tergantung dari pekerjaan orang lain. Jika orang lain itu seenaknya saja kerjanya, sementara aku diburu-buru tenggat waktu, bagaimana bisa ? Bagaimana bisa aku menyetorkan laporan keuangan bulanan tepat waktu ? Dan yang menyedihkan adalah, kenyataan bahwa aku bukan tipe orang yang bisa ngamuk-ngamuk marah-marah, meminta supaya data rekapan itu bisa dibuat segera, dalam waktu singkat, atau diserahkan padaku tepat waktu.

Belum lagi selama 6 bulan menjadi bendahara sekolah itu, aku harus menanggung perasaan tak tenang dan tak nyaman karena menyadari ada sesuatu yang salah, yang keliru, yang tak semestinya dari dokumen transaksi yang disetorkan kepadaku oleh pengelola dana, seorang temanku yang lain. Aku tak bisa berada dalam situasi yang amat riskan seperti itu. Amat beresiko tinggi. Walaupun aku sama sekali tidak bersentuhan dengan uang karena tugasku di bagian pembukuan, dan sudah ada dua orang sebagai pengelola dana, tapi aku tetap merasa tak nyaman.

Aku merasa harus secepatnya meletakkan jabatan ini. Aku tak mampu lagi melanjutkannya. Aku menghadap Plt Kepala Sekolahku yang baru. Sayangnya, sampai tiga kali aku menghadap untuk menyampaikan permohonan pengunduran diri, tiga kali pula beliau menolak. Tapi tentu saja aku tak mau menyerah. Untuk keempat kalinya, aku beranikan diri untuk menghadap beliau lagi. Sekali lagi aku sampaikan keberatanku menjadi bendahara dan aku sampaikan riwayat kesehatanku, tentang penyakit breast cancer ku. Rupanya, itulah senjata pamungkas yang bisa membuat beliau mengabulkan permohonanku. Alhamdulillah, akhirnya aku terbebas dari tugas dan tanggungjawab yang amat berat itu, yang tak sanggup lagi aku memikulnya.

Dear readers, tahukah anda  bahwa orang yang pernah sakit kanker itu, tidak boleh terlalu capek, tidak boleh berpikir terlalu berat dan tidak boleh stress? Jika aku mengatakan kepada teman-temanku bahwa aku tidak boleh terlalu capek, paling aku akan ditertawakan, dibilang manja dan sebagainya. Oh, tapi mungkin juga tidak. Teman-temanku orangnya baik-baik kok 🙂 . Ya, aku tentu saja tak bisa mengatakan hal itu, dan tak perlu mengatakannya. Karena jam kerjaku bersama teman-teman di sekolah itu setiap hari dimulai jam 06.40 pagi sampai dengan 16.00 WIB. Jam 06.40 WIB, kami semua harus memulai apel pagi setiap hari selasa sampai jumat. Hanya pada hari senin kami bisa berangkat agak lebih siang karena untuk hari senin pagi bukan diawali dengan apel pagi tetapi dengan upacara bendera, yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kami semua pulang jam 16.00 WIB karena 5 hari kerja. Hari Sabtu kegiatan siswa adalah ekstra kurikuler. Jam 16.00 WIB itu baru keluar dari kelas. Sampai rumah sudah jam 16.30 WIB. Gimana bisa nggak capek ?

Dear readers, walaupun teman-temanku orangnya baik-baik, bisa saja sebenarnya ada satu-dua orang yang mengatakan kalau aku ini cengeng. Sok sakit, kanker lagi. Walaupun mereka tahu bahwa aku benar-benar pernah punya breast cancer disease, tapi mereka semua mengira bahwa aku sudah sembuh. Aku sendiri belum berani mengatakan bahwa aku sudah sembuh.

Bahkan dr. K pun tak pernah mengatakan bahwa aku sudah sembuh. Aku masih dimintanya untuk chek up, cek ca 15-3  per 6 bulan sekali, dan kadang aku diberi pengantar bone survey. Berarti aku masih harus memantau pergerakan sel kanker yang masih ada di tubuhku. Walaupun ketika terakhir kali kontrol dr K mengatakan bahwa sekarang tinggal cek ca 15-3 saja per tahun, tapi aku tak mau ambil resiko. Mungkin agak berlebihan, tapi aku sebenarnya hanya khawatir saja. Aku tetap melakukan cek ca 15-3 per 6 bulan. Dan aku berniat minum obat tamofen sampai 10 tahun, walaupun dulu ketika awal meresepkan tamofen dr. K mengatakan bahwa obat itu diminum selama 5 tahun.

Aku mendapatkan info dari seorang teman survivor yang juga seorang dokter, bahwa minum tamofen selama 10 tahun akan lebih meminimalkan terjadinya kekambuhan pada seorang survivor breast cancer. Itu adalah sebuah hasil penelitian, aku bahkan dikirimi file nya via email. Hasil penelitian itu berjudul Long term effects of continuing adjuvant tamoxifen to 10 years versus stopping at 5 years after diagnosis oestrogen receptor-positive breast cancer : ATLAS, a randomised trial . Btw, ATLAS itu singkatan dari Adjuvant Tamoxifen : Longer Against Shorter. Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa pasien yang melanjutkan minum tamofen sampai dengan 10 tahun memiliki resiko kekambuhan yang lebih rendah dibanding pasien yang mengkonsumsi tamofen selama 5 tahun. Aku sudah pernah menanyakan tentang hal tersebut kepada dr. K dan beliau menyetujui keinginanku dan meresepkan tamofen untuk 6 bulan sekaligus.

See? Jika ada orang yang mengatakan aku ini sok sakit sehingga tidak mau diberi tugas tambahan sebagai bendahara atau apapun lagi, biarlah. Bahwa aku hanya cari-cari alasan saja supaya bisa lepas dari tanggung jawab itu, biarlah. Mungkin aku hanya bisa berkata “Walk in my shoes, if you dare.” Tunggulah sampai kau merasakan bagaimana rasanya harus menjalani kemoterapi belasan kali (aku 6 kali kemo doxo dan 8 kali kemo herceptin) dan menjalani radioterapi puluhan kali (aku 25 kali). Masih harus minum obat sampai 10 tahun… dan… oh ya. Tentu saja sebelum itu kau harus menjalani mastektomi dulu.  Dan sebelum itu, yang paling awal dari keseluruhan proses itu adalah : kau mendengar diagnosa dokter yang mengatakan penyakit apa yang sesungguhnya berada pada tubuhmu. Those are the real challenges. Are you dare?

Karena kau takkan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan,  jika kau tak pernah menjalani semuanya itu. Walk a mile in my shoes. See what I see. Hear what I hear. Feel what I feel. Then maybe you’ll understand, why I do what I do. Untill then, don’t judge me. (taken from http://www.EnlighteningQuotes.com).

 

Advertisements

Random Thought

Dear readers… bagaimana kabarnya ? semoga semuanya sehat selalu. Sekarang ini aku sedang sibuk dengan Kegiatan Diklat Guru Program Keahlian Ganda (Diklat In Service 1) Kompetensi Keahlian Multimedia sebagai tindak lanjut dari keberangkatanku ke Makassar awal bulan Maret lalu ketika mengikuti Rapat Koordinasi untuk penyelenggaraan diklat ini. (Di postingan lalu aku sudah pernah ceritakan tentang ini)  Karena sekolahku ditunjuk menjadi PB (Pusat Belajar) untuk guru keahlian ganda oleh LP3TK KPTK Gowa Makassar, maka aku harus menjalankan tugas dan tanggung jawabku sebagai salah satu komponen kecil dalam kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan Diklat yang dilaksanakan di sekolahku ini. Kegiatan Diklat Guru Keahlian Ganda ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan 45 hari efektif, dimulai sejak 25 Maret 2017 sampai dengan 24 Mei 2017.

Para peserta Diklat ini adalah guru-guru SMK yang telah terdaftar dalam program ini yaitu sebanyak 28 orang berasal dari Purwokerto, Purbalingga, Brebes, Banyumas dan Cilacap. Di kegiatan ini, sebenarnya aku hanya merupakan satu komponen kecil aja. Aku lebih suka menyebut diriku sebagai PU, atau Pembantu Umum. Aku hanya sibuk wira-wiri kesana-kemari sambil berlari-lari mengurusi apa saja yang bisa diurus. Capek sih,  dalam sehari aku bisa naik turun tangga berkali-kali, karena urusan di lantai atas dan di lantai bawah. Seminggu pertama kegiatan ini dilaksanakan di lantai 2, di ruang sidang. Minggu berikutnya berlangsung di laboratorium komputer 1. Lokasi lab 1 itu jauh di pojokan belakang sekolah. Jadi walaupun berada di lantai 1, aku wira-wiri bolak-balik dari ruang guru ke lab 1, dari kelas ke lab 1, sama aja capeknya. Semoga saja setelah kegiatan ini berakhir, berat badanku bisa turun sekitar 5 kilo. 🙂 🙂

Sebetulnya aku pusing dengan banyaknya tugas yang harus aku jalani. Aku mengajar, koreksi hasil pekerjaan siswa, aku membuat laporan keuangan komite, mengambil uang komite di bank jika ada surat permintaan pengambilan uang dari bendahara sekolah (dan ini hampir 2 hari sekali), mengurusi administrasi keuangan kegiatan Diklat, ikut mendampingi kegiatan peserta Diklat sampai mereka pulang jam 5 sore (yang ini sebenarnya gantian dengan 2 orang temanku lainnya, tapi aku hampir setiap hari pulang sampai sore 😦 😦 😦 ). Aku sama sekali tidak punya waktu untuk merajut ataupun membaca buku. Sampai rumah sudah capek, bahkan di hari libur pun aku masih merasa capek dan nggak kepingin ngapa-ngapain lagi.

Kalaupun lagi kepingin baca, paling aku cuma baca-baca blog di HP sambil tiduran. Dan suatu hari ketika aku sedang blogwalking, aku menemukan sebuah travel blog yang lumayan bisa bikin kepingin piknik, walaupun lokasi yang dibahas di blog itu adalah tempat yang sudah berkali-kali aku kunjungi, yaitu Yogyakarta. Ada banyak sekali lokasi di Yogya yang bisa dieksplor, yang belum pernah aku datangi. Membaca blog itu, ingin rasanya aku berkunjung ke Yogya lagi. (Oh ya, ngomong-ngomong tentang Yogya, aku akan ada acara bulan depan di sana, jika tidak ada perubahan, waktunya tanggal 8-10 Mei, Bimtek Pendampingan Pendidikan Karakter di hotel UNY. Alhamdulillah aku lolos seleksi tahap awal lomba Karbang yang diadakan Dirjen GTK melalui web kesharlindungdikmen.id. Masih ada beberapa tahapan lagi yang harus kulalui, wish me luck.)

Kembali ke ceritaku ketika blogwalking di atas : Blog itu, walaupun penampakannya adalah travel blog, tapi rupanya dalam setiap tulisannya, bertebaran iklan di sana-sini, bikin agak sedikit nggak nyaman bacanya. Terutama iklan hotel. Di setiap tulisannya, nama hotel itu disebut. Ditambah dengan pujian semacam “Di sini nyaman banget, menunya komplit banget, enak-enak semuanya”. Ih, norak banget. Dimana-mana hotel mahal ya kayak gitu. Setelah membaca beberapa judul postingan, lama-lama aku jadi sebel. Hotel itu dan segala fasilitasnya disebut-sebut lagi. Tempat-tempat makan, lokasi-lokasi bagus direkomendasikan untuk dikunjungi. Cukup membantu buat orang yang lagi cari referensi sebenarnya, tapi tidak buatku.

Mungkin aku yang jealous, atau aku yang sedang terlalu banyak pikiran dengan segala urusan pekerjaan, aku jadi membanding-bandingkan blogku dengan blog itu. Enak banget dia ya, seluruh isi postingannya tentang jalan-jalan, makan-makan, udah gitu dia dibayar pula sama hotelnya, sama rumah makannya… sedangkan blogku ? Apa yang bisa aku rekomendasikan? Bakalan lucu banget kalau aku tulis “Obat Doxorubicin dan Brexel ini hebat banget deh, keren banget, bisa bikin sakit kankerku sembuh lho…” atau gini “Obat Herceptin ini mujarab banget lho, untuk pasien dengan Her2 +++” Lalu aku bayangkan aku dapat uang dari produsen obat itu (wkwkwkwkwkw… 🙂 🙂 🙂 LOL). Atau misalnya aku nulis gini “Dokter K atau dokter A ini hebat banget lho, sabar, pinter banget, jadi kalau pembaca blog ini harus ke poli Tulip pilih  dokternya beliau aja” 🙂 🙂 🙂 Padahal beliau dokter A dan dokter K tiap harinya udah kebanjiran pasien, udah full banget tanpa perlu aku iklankan. Orang kalo baca iklanku yang kayak gitu pasti dikira aku ini sakit jiwa 🙂 🙂 🙂 . Beginilah nasib blog cancer patient. Isinya melulu tentang keluh-kesah, cemas, khawatir, jauh dari model travel blog. Tapi aku nggak mungkin mengubah blog ku jadi travel blog, karena aku jarang banget travelling… mana mungkin aku dibayarin pabrik obat buat travelling around the world (kepingin…. 🙂 🙂 :)).

Oh sudahlah. Berhentilah bermimpi. Sudah terlalu banyak mimpi-mimpiku selama ini yang belum juga menjadi kenyataan. But maybe I’m a dreamer, my dreams are always there, hide on a place somewhere in my mind. Recently I’m dreaming about having a log cabin in the woods, in the middle of nowhere. A place where I can forget my daily routine. I hope one day this dream will come true. Mungkin sampai disini saja dulu random thought yang kutuliskan menjadi postingan tak bermakna kali ini.


My Latest Adventure (2)

IMG_20170309_170714

Dear readers, seperti telah kujanjikan di postingan sebelumnya https://failasufah01.wordpress.com/2017/03/10/my-latest-adventure/, kali ini aku akan memposting foto-fotoku ketika di Makassar, terutama yang paling banyak adalah ketika berada di Fort Rotterdam.You can see how excited I am to found such a treasure like those. I hope one day I’ll be back to Makassar, and I will visit this beautiful historical place again.

IMG_20170309_170707

IMG_20170309_170824

IMG-20170310-WA0005IMG-20170310-WA0007IMG-20170310-WA0010IMG-20170310-WA0012IMG_20170309_170710IMG_20170309_171239IMG-20170310-WA0017IMG-20170310-WA0018IMG-20170310-WA0021IMG-20170310-WA0023IMG-20170310-WA0024


Blogging and Blogwalking

blog1 Ketika kembali membuka blog ini, terbaca postingan terakhir ternyata tanggal 29 April… padahal sekarang sudah bulan Juli. Target untuk menulis satu postingan minimal dalam satu bulan rupanya belum terpenuhi. Benar yang orang-orang bilang bahwa untuk bisa konsisten menulis di blog itu bukan satu hal yang mudah. Sebetulnya mungkin bukan karena tidak ada yang perlu ditulis atau diceritakan, tapi lebih kepada sempitnya waktu untuk menulis. Sebegitu sibuknyakah diriku ? Mungkin tidak juga, mungkin hanya karena aku tidak mau meluangkan waktu saja untuk membuat postingan baru.

Tetapi memang, bulan Mei lalu sepertinya aku cukup sibuk. Sebenarnya kesibukan di sekolah biasa aja, tapi bulan Mei itu dua kali aku ikut diklat di luar. Satu di luar kota, satu lagi di luar sekolah. Setelah itu, persiapan Lomba Kompetensi Siswa.

Bulan Juni, acaranya adalah membuat soal, lalu Ulangan Umum Kenaikan Kelas, koreksi dan memproses nilai. Setelah itu adalah Penerimaan Peserta Didik Baru. Dan selanjutnya adalah menyiapkan segala sesuatu untuk akreditasi yang akan dilaksanakan besok tanggal 10-13 Agustus 2015. Liburnya cuma sebentar, hari-hari berikutnya diisi dengan menyiapkan dokumen-dokumen akreditasi.

Dan… ada hal lain lagi yang akan kuceritakan kali ini. Suatu ketika saat aku sedang blogwalking, aku menemukan sebuah blog yang sangat informatif sekali tentang ca mamae. Dan ternyata  blog itu ditulis oleh seorang survivor ca mamae dan beliau adalah seorang dokter yang tinggal di Australia. Kalau mau baca blognya, klik saja di sini . Dan berkat bu dokter Inez Nimpuno pula (sang pemilik blog) aku menjadi member grup WhatsApp dan Telegram Love Pink, tempat berkumpul dan sharing segala hal tentang breast cancer oleh para warrior dan survivor ca mamae.

Sebenarnya, di satu sisi aku senang bisa berkomunikasi dengan mereka, saling sharing tentang berbagai hal. Tapi di sisi lain, ada rasa khawatir jika aku akan mengalami apa yang beberapa orang dari mereka alami. Satu hal yang jadi momok paling menakutkan adalah : setelah bertahun-tahun minum tamofen, rutin menjalani cek up dengan hasil yang selalu bagus, tiba-tiba pada suatu hari muncul hasil lab yang menyatakan bahwa sel kanker telah ber metastase sampai ke tulang. Horor banget bukan ? Paling horor diantara segala horor deh.

Tapi mungkin, aku tak boleh memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi seperti itu. Mestinya aku harus bisa berpikir positif. Fokus untuk selalu berpikir positif. Tapi sayangnya kadang-kadang aku tak bisa. Kapan aku bisa bebas dari rasa khawatir semacam ini ? Apakah setelah lewat 5 tahun dari tanggal kemoterapi pertama? Jadi sebetulnya ketika di postingan sebelumnya aku menulis “there will be no more worries forever and ever” itu bohong belaka. Sepertinya tak mungkin aku bisa bebas dari rasa khawatir seperti itu. Hanya saja, mungkin jangan terlalu khawatir. Sebaiknya aku berpikir positif saja, sebisanya. That’s it. And I just have to try.

picture taken from http://andrewchen.co/2011-blogging-roadmap-zero-to-productmarket-fit/


Too Many Dreams (Never) Come True :)

Recently I wonder what happen to me ? Ada apa dengan diriku ini ya ? Rupanya impian dan keinginanku terlalu banyak. Selain bermimpi untuk bisa travelling around the world (mimpi yang kelewat absurd, menyedihkan, macam ABG labil saja 😦 untung nggak pake tambahan “in eighty days”  kayak judul novel Jules Verne “Travelling Around The World in Eighty Days” 🙂 🙂 ) aku juga punya banyak keinginan yang aku tahu bahwa mungkin itu semua tidak bakalan bisa terealisasi. Ada beberapa yang awalnya sempat kupikir  rasanya takkan bisa terealisasi, tapi tidak juga ternyata. Syukurlah ada satu dua yang ternyata sudah bisa direalisasikan. Misalnya, aku kepingin punya online shop… dan ternyata aku sudah bisa mewujudkannya dengan berjualan shabby chic stuff (new and second), di instagram dan BB.

Aku kepingin ikut jelly art cooking class, lalu jualan kreasi jelly art ku. Ini yang belum bisa terealisasi sampai sekarang. Padahal aku sudah punya contact person master jelly art di kotaku. Impian yang lainnya, aku kepingin punya produk dengan label namaku sendiri. Karena aku sangat hobby merajut, tadinya aku ingin membuat tas rajut, dompet dan tempat pensil rajut dengan warna-warni yang colourful (colourful and wonderful as my life 🙂 ) diberi label dengan bordiran yang colourful juga. Sebenernya ini bisa diwujudkan, kalau saja aku lebih serius mengejar mimpiku :).

Sepertinya mudah saja. Aku tinggal pesan aja labelnya. Selanjutnya aku tinggal belanja benang rajut atau nylon, lalu duduk manis sambil asyik merajut sepanjang hari. Tapi…bagaimana dengan pekerjaanku ? What about my students ? Saking banyaknya pekerjaanku (mengajar, masak, nyapu, ngepel, nyetrika, beberes rumah… (help 😦 😦 …aku nggak punya  pembantu… 😦 😦 😦 ) aku sampai “bingung” yang mana sebenernya perkerjaan utamaku. Apakah pekerjaan sebagai PNS guru akuntansi SMK atau pekerjaan rumah tangga sebagai istri ?

Sebagai seorang istri (yang baik), mestinya yang diutamakan adalah pekerjaan rumah tangga, melayani anak dan suami di rumah sebelum berangkat bekerja keluar rumah. Mestinya pekerjaan sebagai PNS guru akuntansi SMK itu bisa dianggap sebagai pekerjaan sambilan saja bukan ? (Hm… kalau Kepsek ku baca ini, nggak kebayang apa komentar beliau 😦 😦 ). Jadi sebagai seorang istri (yang baik 🙂 ) aku harus bangun sebelum subuh menyiapkan segala sesuatunya supaya rumah bisa ditinggal seharian. Setelah itu, tibalah waktunya untuk pekerjaan berikutnya yang merupakan “pekerjaan sambilan” yaitu PNS guru akuntansi SMK.

Tapi… gimana bisa dibilang pekerjaan sambilan kalau jam kerjanya menyita banyak sekali waktu dan juga menyita banyak perhatian, tenaga dan pikiran. Dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, dengan pekerjaan yang amat banyak, dengan banyak target yang harus dipenuhi, dengan banyak event-event yang harus dipersiapkan…Oke, cukup sampai disini. Tidak baik mengeluh begini. Tapi sungguh, kadang-kadang aku merasa capek banget. Mungkin ini gara-gara sudah sekitar setengah tahun ini aku nggak punya ART. Cari asisten rumah tangga yang cocok itu sulit sekali. Rasanya bener-bener so little time so much to do 😦 .

Kadang-kadang aku kepingin seperti temanku yang full time mother. Dia bisa asyik merajut seharian, bisa asyik membuat jelly art… mengurus rumah dan tanaman… what a wonderful life. Temanku ini  tadinya kerja di bank, lalu resign karena ingin fokus mengurus rumah, anak dan suami. Kadang terpikir, seneng banget dia ya… nggak perlu kerja…bisa punya waktu untuk hobby… Nggak kayak aku yang harus curi-curi waktu untuk bisa menekuni hobby.

Tapi kadang terpikir juga, mestinya aku bisa bersyukur karena dengan bekerja aku bisa mandiri, punya pendapatan sendiri untuk membeli kebutuhanku sendiri. Wanita yang bekerja, maka jika dia membelanjakan pendapatannya untuk keluarganya, itu adalah shodaqoh baginya. Pahalanya banyak. Enaknya punya pendapatan sendiri, aku bisa belanja apa aja tanpa perlu merasa bersalah karena menghabiskan gaji suami 🙂

Anyway, aku harus bersyukur atas apapun dan bagaimanapun keadaanku sekarang. And I believe there will be so many dreams will come true in the future 🙂 🙂


How Time Flies ….

I cannot believe it has already been two months since I posted last. Well, actually I didn’t wrote my latest post on January. I just share that annual report from wordpress.com 🙂

Begitu banyak peristiwa telah terjadi dalam dua bulan terakhir ini. Kesibukan di sekolah…jangan tanya lagi. Pengayaan, ujian praktek, baik di sekolah sendiri maupun di sekolah yang menginduk. Untuk tahun ini ada 10 SMK Swasta yang menginduk dan untuk kompetensi keahlian akuntansi sendiri ada 4 SMK.

Tapi, aku tetap bisa mengerjakan hobiku. Akau sangat suka merajut, dan aku tak ingin kesibukanku  di sekolah mengganggu hobiku yang satu ini. I believe that making crochet is my cure beside tamofen 🙂 What I’ve been made is crochet flower, flower and flower…because I love them all.

Oh… I forgot. Not only flower…but I also have been made crochet bag and phone case

Ini bahan mentahnya, sebelum diolah.

Ini bahan mentahnya, sebelum diolah. Aku beli benang nylon, katun rajut dan wol. Tapi kebanyakan nylon

IMG_20150129_191853

These are my “African Flower Hexagon”

Flower and flower

Flower and flower

And those flowers are stitch together become a bag

And those flowers are stitch together become a bag

This bag is still in process :)

This “Colourful African Flower Hexagon Bag” is still in process 🙂

I've been made this colourful HP case too :)

I’ve been made this colourful HP case too 🙂

And this

And this “red fanta bag” too

Aku nggak peduli betapapun banyaknya pekerjaan di sekolah…ujian praktek… rekap nilai… whatever. Aku sempatkan untuk bisa merajut setiap hari di rumah. Walaupun cuma dapat sedikit. Walaupun cuma dapat satu bunga saja. Because I believe that making crochet is a cure.


How Much Is The Price of Your Bag?

bags 1

As a woman, like other women in this world, I like buying bags or shoes. But every bag or pair of shoes I bought is in the normal price. “Normal price” I mean is at a reasonable price. That’s why I can’t understand how some women can buy some bags or shoes at a wonderful price. I said it was wonderful, because the price tag can reach a million, even more. What a wonderful price, isn’t it?

OK, maybe It’s better for me to keep my eyes close from that situation. It was their money, so they can buy anything they want at any level price, can’t they? But I’m so amazed with that reality in our society. I just don’t understand how they can spend their money in a very-very large amount only on a bag? They will say, it’s not an ordinary bag, but it’s an extra ordinary bag. It’s a handmade, it has a super duper high quality, it has a famous worldwide branded, etc. I see… but it’s just a bag, isn’t it?

Well, maybe I have a very different thinking from them. We live in different worlds, of course. While they race on spending larger and larger amount of money for bags, shoes and fashion, there are so many people who don’t know what to eat for dinner this night. They don’t know what to eat for breakfast tomorrow morning. They cannot earn money, because they are jobless and maybe even homeless. In our society, there are still many people who live under the poverty line. So how can someone buy a bag of which cost is more than a million? Are they blind? Giving charity is better for them, instead of bags and shoes at a wonderful price.

But they live in a different world with us. They live in a golden castle with all luxury need of life. Perhaps even when they walk, they don’t step on the ground :). Perhaps, if that extra large amount of money they have is they use to earn from a straight way, it doesn’t matter (a bit). But many of them (we can’t say “all”), socialite women who pride their bags price tags are wives of (so sorry 😦 ) corruptors. There are many of them (I can’t say “all”, of course :)). They are not different from a thief. They steal money from the state (and remember, that money is from our society, from their tax, etc.) to enrich them and their family. To pay for their high level lifestyle. Wow, what a wonderful life they have 🙂 :).

But the other problem is, sometimes, there are some women from an average class of society imitating their high level lifestyle in order to get acknowledgement from their friends, or their surrounding society. Moreover they find a loan to pay their imitating high expensive lifestyle. How poor they are 😦 :(. Honestly, I don’t have any jealousy with their life, at all. I’m just amazed, how can they live in such the way like that ?? But I think, like I ever said above, the best thing I can do is just keep my eyes close from that situations.


Life Goes On, Time Rolls On

Welcome-December-Wallpapers-2014

… And December has come. The end of the year is on the way. And I nearly a four year survivor 🙂 🙂 ! Wow 🙂 🙂 There were so many works to do, so many task to be done, made me nearly didn’t realize it. Sometimes I think time rolls too fast.

… And now, December has come. I wish I could say ” Look ! It’s snowing outside !” 🙂 🙂 instead of “Look ! It’s raining outside !” I hope one day I can see the snow flying down, covering tree and everything outside. It was only just a dream, I know. But as some people say, life is full of unlimited possibilities. So, I think it’s OK to have such a dream like that.

But, what effort I have done to make it becomes true? Almost nothing, sad to say :). I am just waiting for a miracle, like it happened before, when I was magically chosen to go to Singapore two years ago. Because I never stop believing miracles happen everyday (FYI, that sentence is my Display Picture on FB 🙂 🙂 ).

never stop believeThis month, there will be many people who make some resolutions to do next year. But for me, I almost have nothing. I am afraid I cannot fulfill it, so I think it will be better if I don’t make any resolution at all :). I enjoy living the way I live. I will not make a resolution such as: I will give more love for my family. There will be no more love for my family, because they have got enough love all these times. Or, I will reduce my weight five kilograms so I will look more slim :). No, I don’t need it. I think I am slim enough now. If my weight reduces five kilograms, I will look so skinny 🙂 :).

I prefer to have some expectations instead of resolutions. I like to expect good things happen in the future. Not only expect, but I pray. I pray all is well in my life. I ask to Allah to make it happens. All is well. My all lab results every six month are good. There will be nothing to worry about. There will be nothing to be fear. It might be rather difficult, because honestly now I’m in.

As a cancer survivor, there are many things to make me worried. As a tamoxifen consumer, I worry with its side effect. They say these side effects are rare, but are more dangerous. These include : overgrowth of the lining of the uterus (endometrial hyperplasia) and cancer of the lining of the uterus (endometrial cancer), and ovarian cyst. As I ever tell in this blog, I have had an ovarian cyst. And I don’t need that endometrial cancer 😦 :(. Thanks to Allah, I don’t have any problem with my eyes, because they say another side effect is an increased risk of cataract formation and the need for surgery for cataracts. But I don’t even need a pair of glasses at all 🙂 🙂  Alhamdulillah.

Although there are so many things to make some kind of people just like me to be worry, but still I expect, I pray there will be no more things to be worried. There will be nothing to be fear, in the future. And I hope life goes on, in the way I want 🙂 :), with Allah’s blessings. Amin 🙂


Juara 2, Alhamdulillah

DSC_1589

Di postingan lalu aku ceritakan bahwa aku menulis postingan itu sambil menunggui muridku yang sedang ikut Lomba Kompetensi Siswa Mata Lomba Accounting Tingkat Propinsi Jawa Tengah di SMK Negeri 1 Kebumen, tanggal 11 – 13 September 2014. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba itu terdiri atas empat kompetensi yaitu siklus akuntansi manual, akuntansi komputer dengan software MYOB, teori akuntansi dan presentasi materi akuntansi berbahasa Inggris. Untuk tahun ini, para juri yang berjumlah enam orang berasal dari AA YKPN Yogyakarta,  para dosen dan expert di bidang akuntansi.

Muridku yang ikut lomba mewakili kabupaten untuk mata lomba Accounting tahun ini bernama Endah. Berkat kerja keras dan usahanya selama mengikuti pembekalan di sekolah, dan juga usahanya ketika mengerjakan soal-soal, ditambah dengan semangat dan motivasi berprestasi yang tinggi, alhamdulillah Endah berhasil meraih juara 2, dari 35 peserta.

Aku bersyukur sekali bahwa selama tiga tahun ini sejak tahun 2012, sekolahku selalu masuk 3 besar untuk mata lomba Accounting di LKS tingkat Propinsi. Tahun 2012 Jariyah juara 3, tahun 2013 Maria juara 1 dan tahun ini, 2014 Endah juara 2. Semoga tahun depan, kami masih bisa bertahan di peringkat 3 besar. Amin..

Informasi lebih lanjut tentang LKS SMK tahun ini bisa dilihat di http://lkssmkjateng2014.com/


Life Is So Busy, Isn’t It ?

Life is so busy, isn’t it ? So that I didn’t have enough time for blogging here 🙂 As a teacher, there are so many things to do, so many works to be done. Selain mengajar, (hahaha 🙂 gak bisa nerusin bahasa Inggrisnya sodara-sodara 🙂 🙂 🙂 ) guru juga harus mempersiapkan siswanya untuk mengikuti berbagai macam lomba. Memberikan pembekalan menjelang pelaksanaan lomba sampai mendampingi pelaksanaan lomba. Selain juga harus mengerjakan segala tetek bengek urusan administrasi mengajar :(.

Postingan ini aku buat di sela-sela kegiatan mendampingi siswaku mengikuti lomba kompetensi siswa untuk mata lomba akuntansi tingkat Propinsi di SMK 1 Kebumen, Jawa Tengah yang berlangsung tanggal 11-13 September 2014. Jangan bosan ya, bila berkali-kali di postinganku setiap tahun muncul tulisan tentang lomba LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Akuntansi. Misalnya ini : https://failasufah01.wordpress.com/2011/09/17/780/, https://failasufah01.wordpress.com/2012/09/25/we-are-the-champion/, https://failasufah01.wordpress.com/2013/09/12/lks-lagi-lagi-lagi-lks/ dan ini https://failasufah01.wordpress.com/2013/09/28/juara-1lks-tingkat-propinsi/, baik yang di tingkat kabupaten, tingkat propinsi maupun tingkat nasional. Yang tingkat nasional tulisannya belum muncul, belum sempat menuliskannya di sini. Di tingkat SMK, lomba ini memang menjadi agenda tahunan, selain lomba-lomba lain seperti olimpiade sains terapan dan banyak lagi lainnya.

Setelah pada tanggal 26 – 27 Agustus lalu mengikuti LKS Akuntansi tingkat kabupaten dan berhasil meraih juara 1, siswa ini maju ke lomba yang sama di tingkat Propinsi.  Sebenernya, aku juga ingin ceritakan tentang kepergianku mendampingi siswa ku yang lain, mengikuti lomba yang sama di tingkat nasional, tanggal 18 – 24 Agustus lalu di Palembang. tapi nanti aja, ya… sebenernya tulisannya sudah aku buat dulu, masih kusimpan dalam bentuk word, tapi sudah gak up to date lagi. Sudah kadaluarsa 🙂

Banyak hal yang sebenarnya ingin kutuangkan dalam bentuk tulisan, lalu aku posting di sini, tapi seiring berjalannya waktu beserta kesibukan-kesibukan yang menyertai, ide-ide itu akhirnya menguap begitu saja. Because life is so busy, isn’t it ? 🙂 Akhirnya hanya ini yang bisa aku tuliskan, mohon doanya semoga siswa ku ini bisa menang lagi, dapat juara 1 lagi seperti kakak kelasnya tahun lalu. Amin… 🙂