It’s About My Blog

Dear readers, tak terasa hampir 6 tahun usia blog ku ini. Awal aku membuat blog ini dan memposting tulisan pertamaku adalah sekitar bulan Maret 2011. Aku lihat di archive, ternyata sudah cukup banyak tulisan-tulisanku yang terkumpul. Dulu ketika awal-awal ngeblog, hampir setiap bulan aku bikin postingan, semangat banget menulis, bahkan dalam satu bulan bisa tiga judul yang aku posting. Sayangnya akhir-akhir ini aku jarang buka blogku dan jarang membuat postingan. Sok sibuk dengan banyaknya jam mengajar dan banyaknya pesanan rajutan.

Kalau biasanya setiap tahun aku memposting annual report yang kudapat dari wordpress.com, tahun ini tidak bisa. Rupanya ada yang berubah dengan wordpress.com. Tak ada annual report masuk ke emailku. Rasanya agak aneh, kupikir jangan-jangan kehapus. Tapi aku sudah cari-cari di trash, tetep nggak ada. Sayang juga, karena tanpa annual report itu, aku tidak bisa tahu berapa judul yang sudah diposting dalam setahun ini, berapa banyak pengunjung blogku setahun terakhir, judul-judul apa saja yang mereka baca, judul-judul postingan yang mana yang paling banyak dibaca dalam setahun terakhir, dan laporan-laporan lain semacam itu.

Sekilas ketika pagi ini kubuka-buka tulisan-tulisan di blog ini, rupanya banyak judul yang hampir sama, mirip-mirip. Cerita-ceritanya pun tentang itu-itu saja. Tentang kanker, kemoterapi, radioterapi, tentang check up dan hasil check up, jumlah leukosit yang nol koma sekian, suntik leukoken, tentang bone survey, hasil lab ca 15-3, dan hal-hal semacam itu, hal-hal “ajaib” yang bisa dituliskan oleh seorang survivor kanker, yang telah mengalami segala hal dan peristiwa yang terkait dengan usaha penyembuhan penyakitnya.

Image result for writing is healing

Amat sangat jauh berbeda dengan blog milik teman dumay ku yang seorang traveller blogger. Kalau mungkin ada diantara para pembaca yang kebetulan kesasar baca blogku, mungkin ketika membaca tulisan-tulisan yang terkait dengan kanker dan pengobatan kankerku, akan merasa ngeri. Banyak atau sedikit. Karena tema kanker ini, bagaimanapun, terasa cukup menyeramkan. Sayang sekali, ini bukan blog yang bertipe travel blog. Andai aku bisa menjadi seorang traveller blogger, yang kerjaannya travelling kemana-mana kemudian menuliskan kisah-kisah travellingnya yang menakjubkan, penuh dengan foto-foto tempat-tempat eksotik dan pemandangan indah yang bisa membuat mupeng para pembacanya.Sedihnya, aku hanya bisa menjadi pembaca setia para traveller blogger itu, sambil berkhayal ikut mengunjungi tempat-tempat yang mereka kunjungi. Kasian banget.

Tapi bagaimanapun, ternyata di blog ini ada juga tiga kisah travelling yang pernah kulakukan, yaitu ketika dulu aku pergi ke Singapura di tahun 2011 (at https://failasufah01.wordpress.com/2012/06/30/finally-my-dream-comes-true/), ke Palembang di tahun 2014 (at https://failasufah01.wordpress.com/2014/10/15/kenang-kenangan-dari-palembang/) dan ketika pergi ke Bali, Oktober lalu (at https://failasufah01.wordpress.com/2016/10/28/piknik-ke-bali/). Sudah, hanya tiga itu saja, kisah perjalananku yang ada di blog ini. Yang ke Bali bahkan tanpa foto-foto sama sekali.

Selain itu, kalau bukan cerita tentang pengobatan kankerku, aku bercerita tentang hal-hal remeh temeh seputar pekerjaanku sebagai guru SMK. Tentang mengantar siswa mengikuti lomba, tentang hasil lomba-lomba yang diraih, cerita yang biasa saja dari seorang guru yang juga biasa saja. Tak ada yang luar biasa, kecuali  prestasi murid-muridku. Lantas, apa bagusnya semua itu diceritakan?

Bagus, ada bagusnya, tentu saja. Setidaknya dengan menuliskan itu semua, aku sehat. Aku dengar, writing is healing. So I heal my breast cancer disease with my writing, besides any other medical treatments. At least one day I can read my memories with my breast cancer, my memories with my students. All that has been written, is a part of my life. That’s why I choose that words “It’s About My Life” as a tagline of this blog. Because it’s true, all in this blog is about my life. And that “Because everyday is a wonderful life”, that sentence make me realize that I have so many things in my life to be thankful. The days in my life are so wonderful that I have to be grateful. And now I feel so grateful to Allah for so many experiences I have passed. Dan setidaknya, dengan menuliskan itu semua, barangkali saja sebagian tulisan bisa menjadi inspirasi bagi para breast cancer warrior, untuk tetap semangat berjuang melawan penyakitnya, menuju kesembuhan.

Image result for writing is healing

Sepanjang sekian waktu menulis blog, pernah juga terlintas dalam benakku, kapan ya ada penerbit yang menawarkan untuk membukukan tulisan-tulisanku, lalu menerbitkannya. Mimpi banget deh kayaknya. Khayalan tingkat tinggi banget (mestinya lain kali aku buat tulisan aja dengan judul”it’s about my dreams” 🙂 ). Tentu saja aku sadar bahwa tulisan-tulisan yang ada di blog ini masih jauh dari kata “layak” bagi seorang penerbit untuk berani menerbitkannya menjadi sebuah buku. Belum, sangat belum layak. Tentu saja aku tidak seperti mereka, blogger-blogger itu, yang tulisan-tulisannya begitu bagus sehingga para penerbit berebut untuk menerbitkannya dan buku-buku mereka laris dibaca orang-orang, bahkan kemudian difilmkan.

Sudahlah. I think I just have to face the reality, this blog is an ordinary blog from an ordninary woman like me. Just pray my cancer never come back anymore. Just be grateful and pray, that’s all.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s