Alhamdulillah, Everything is Over

Dear readers, akhirnya, segalanya berakhir sudah. Sekarang, semuanya hanya tinggal menjadi kenangan yang tak kan terlupakan. Sebuah kisah dalam perjalanan hidupku sudah berakhir. Tentunya masih akan ada kisah-kisah yang lain, dan aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Rasanya seperti mimpi, hampir aku tak percaya. Masih kuingat bagaimana lima tahun lalu, siang itu di bulan November 2010. Pertama kalinya aku datang ke poli Tulip untuk menemui dr. Kunta, membawa dan memperlihatkan hasil PA biopsiku yang bertuliskan “invasif ductal carcinoma mammae grade 2”. Masih kuingat ketika dokter Kunta berkata padaku dan ibuku yang menemani saat itu, “Operasinya besok ya. Kita kejar-kejaran dengan waktu”. Aku paham maksudnya. Semakin cepat sel kanker itu dibuang dari tubuhku, akan semakin bagus hasilnya nanti. Kemungkinanku untuk bisa sembuh akan lebih besar. Itu sebabnya aku jawab “Ya”. Setuju dengan langkah pengobatan yang akan diambil. Aku tahu, beliau sudah mempersiapkan sebuah program pengobatan yang terencana dan sistematis untuk mengobati sakit kankerku. Terimakasih banyak atas semuanya Dok, melalui Dokter, dengan ijin Allah saya bisa sembuh.

Aku masih mengingat juga apa yang beliau katakan tentang Tamofen. Postingannya bisa dibaca di sini : https://failasufah01.wordpress.com/2011/03/26/be-patient-please/ . Saat itu beliau berkata : “Ibu harus minum Tamofen selama lima tahun”. Masih kuingat bagaimana reaksiku. Aku menahan napas dan dalam hati berkata “Lima tahun??? Lama sekali…” tapi yang kuucapkan adalah “baik Dok.” Alhamdulillah, waktu lima tahun itu akan berakhir bulan April depan. Setelah itu, aku tak perlu lagi minum Tamofen.

Melalui postingan di blog ini, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua tenaga kesehatan yang telah terlibat dalam proses pengobatan kankerku selam lima tahun di RSUP dr. Sardjito. Terimakasih kepada para dokter yang telah merawatku, dr. Kunta, dr. Artanto dan dr. Herjuna, semua dokter di Poli Tulip yang telah menuliskan resep dan/atau surat rujukan ke laborat dan radiologi untukku, termasuk dokter residen di Poli Bedah.

Terimakasih kepada para perawat di ruang Instalasi Rawat Inap Wijaya yang telah merawatku selama 6 hari pasca operasi. Aku lupa nama-namanya, yang kuingat hanya Mbak Iin dan Mas Andi (kalau tidak salah). Mas Andi ini yang malam hari sebelum operasi mendorong kursi rodaku menuju ruang 3 di Poli Radiologi untuk diambil foto rontgen. Padahal aku bisa berjalan sendiri, tapi tentu saja prosedurnya aku harus naik kursi roda.🙂

Terimakasih kepada para perawat dan tenaga administrasi di Poli Tulip, bu Siti, para perawat di ruang kemoterapi ; Bu Kaning, Bu Rukini, Mbak Apri, Mbak Santi, Mbak Atun, Mbak Dorta yang telah menyuntikkan obat-obat kemo, melayani proses kemoterapi, menyuntikkan Leukoken saat leukositku nol koma sekian setiap selesai kemoterapi dan melakukan cek EKG sebelum kemoterapi. Terimakasih kepada para laboran di laboratorium Patologi Klinik, juga di laboratorium Wijaya waktu itu, yang melayani proses cek darah setiap kali aku membutuhkan untuk cek darah sebelum kemo atau sesudah kemoterapi.

Terimakasih kepada perawat di IRD yang waktu itu (dulu) menyuntikkan Leukoken pada hari Minggu ketika poli Tulip tutup, saat kebetulan jadwal harian suntik Leukoken-ku melewati hari Minggu.  Kepada dr. Maharani, dokter ahli penyakit jantung yang telah memeriksa kesehatan jantungku dulu, di awal ketika aku akan memakai obat Herceptin. Kepada dr. Mimiek, dr. Wigati, para dokter ahli radiologi di poli radioterapi dan kedokteran nuklir, para petugas radioterapi yang dulu melayani proses radioterapiku. Kepada para petugas penata rontgen di poli radiologi, para residen radiologi di poli USG yang melayaniku setiap kali check up.

Terimakasih juga kepada dokter bedah di RSUD Cilacap dr. Gatot yang telah melakukan biopsi, memberiku diagnosa sesuai hasil PA kemudian menyarankan pengobatan tuntas dan pengantar untuk berobat ke poli Tulip RSUP dr. Sardjito. Beliau juga yang meresepkan tamofen setiap persediaan obatku habis dan tidak sempat ke Yogya, dulu sebelum era BPJS.

Terimakasih juga kepada dr. Maryam di puskesmas Cilacap Selatan, yang selalu memberiku rujukan askes setiap aku akan kontrol ke Yogya. Beliau juga yang terkadang memberikan semangat dan motivasi. Terimakasih, semoga semua yang telah Bapak Ibu lakukan menjadi pahala amal kebaikan.

Tak lupa, ucapan terimakasih juga ingin kusampaikan kepada teman-teman sesama pasien yang telah bersama-sama berjuang menuju kesembuhan. Baik teman-teman lama sejak 5 tahun lalu, maupun teman-teman baru. Dari mereka semua aku belajar tentang makna kesabaran dan keikhlasan. Kepada teman-teman Love Pink dan Tulip Lover, terimakasih banyak atas sapaan, postingan dan candaan, semangat dan motivasi yang ditularkan melalui grup WhatsApp. Andaikan sejak 2010 ada grup semacam ini, pasti dulu aku tidak akan sempat bersedih dan menangis🙂 Tapi tak apalah, walau belum begitu lama bergabung, aku banyak belajar dari mereka. Senang sekali bisa kenal dengan wanita-wanita hebat seperti mereka. Terimakasih banyak kepada dr. Inez Nimpuno yang telah memperkenalkanku dengan teman-teman Love Pink.

Begitu banyak orang yang telah terlibat dalam rangka proses pengobatanku selama ini, mereka yang telah berusaha untuk membantu kesembuhanku. Mereka adalah orang-orang yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk kutemui dalam perjalanan hidupku, mereka yang akan membantu kesembuhan penyakitku. Aku percaya, ketika Allah memberikan penyakit itu kepadaku, Dia sudah mempersiapkan semua skenarionya. Dia sudah mempersiapkan siapa saja orang-orang yang akan kutemui dalam rangka proses pengobatan ini, supaya aku bisa sembuh.

Saat ini, ketika aku duduk mengetikkan ini sambil “melihat ulang” seluruh peristiwa yang terjadi sejak diagnosa itu muncul, aku hanya bisa bersyukur, berterimakasih atas segalanya. Bahwa Allah telah memberiku kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berobat kanker hingga sembuh. Bahwa Allah telah memilihku untuk mendapatkan penyakit ini. Bersyukur bahwa Allah telah memberiku kekuatan untuk dapat melalui seluruh proses pengobatan itu. Bahwa Allah mengijinkan aku untuk bertemu dengan mereka, orang-orang yang telah banyak berperan dalam proses pengobatanku hingga sembuh.  Sungguh, Allah telah merangkai seluruh skenarionya, dan aku hanya tinggal menjalaninya.

Sebuah quote dari Tere Liye kebetulan kubaca tadi ketika sedang menuliskan ini. “Selalu ada alasan terbaik kenapa sesuatu itu terjadi, meski itu menyakitkan, membuat sesak dan menangis. Kita boleh jadi tidak paham kenapa itu harus terjadi, kita juga mungkin tidak terima, tapi Tuhan selalu punya skenario terbaiknya. Jadi, jalanilah dengan tulus. Besok lusa, semoga kita bisa melihatnya…dan tersenyum lapang”.  *Tere Liye, novel “Rindu”.

Kiranya, inilah yang bisa kutuliskan, setelah kemarin tanggal 14 dan 15 Maret 2016 aku kembali menjalani check up per 6 bulanan. Dokter bilang, aku hanya tinggal satu bulan lagi minum tamofen, dan setelah itu check up cukup satu tahun sekali. Tapi untuk 6 bulan ke depan, yaitu bulan September yang akan datang, aku masih akan check up ca 15-3. Hanya cek darah saja.

Aku berharap, kisah hidupku dengan breast cancer disease benar-benar sudah berakhir, dan aku akan bisa lebih tenang melanjutkan hidupku, tanpa kekhawatiran akan apapun lagi. Aku harus melanjutkan hidupku dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpku. I hope one day, all my dreams come true. Amin.

 


11 Comments on “Alhamdulillah, Everything is Over”

  1. dewie andi says:

    mbak ijin ku share di fb ya

  2. Syukur Alhamdulillah sudah sampai tahap kesembuhan. Selamat ya mba. Turut bahagia membacanya

  3. Ayie says:

    Alhamdulillah, congratz y Mbakk, Alhamdulillah tamofennya sdh hampir selesai.
    Semoga sehat selalu y Mbak, aaminnn

  4. Ana says:

    Alhamdulillah mba, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan bagi mba dan keluarga. Aku turut bahagia bacanya, aku jg di diagnosa ca.ovarium dan blog mba banyak membantu aku apalagi pas aku abis jalanin kemo pertama, kisah mba sama aku persis bgt dan sempet pengen nyerah juga.

    Liat postingan mba ini bikin aku makin semangat untuk berobat dan untuk sembuh, serta aktifitas lagi ^^

  5. tesha says:

    Selamat ya mbak…turut senang membacanya dan selalu sehat trs ya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s