Blogging and Blogwalking

blog1 Ketika kembali membuka blog ini, terbaca postingan terakhir ternyata tanggal 29 April… padahal sekarang sudah bulan Juli. Target untuk menulis satu postingan minimal dalam satu bulan rupanya belum terpenuhi. Benar yang orang-orang bilang bahwa untuk bisa konsisten menulis di blog itu bukan satu hal yang mudah. Sebetulnya mungkin bukan karena tidak ada yang perlu ditulis atau diceritakan, tapi lebih kepada sempitnya waktu untuk menulis. Sebegitu sibuknyakah diriku ? Mungkin tidak juga, mungkin hanya karena aku tidak mau meluangkan waktu saja untuk membuat postingan baru.

Tetapi memang, bulan Mei lalu sepertinya aku cukup sibuk. Sebenarnya kesibukan di sekolah biasa aja, tapi bulan Mei itu dua kali aku ikut diklat di luar. Satu di luar kota, satu lagi di luar sekolah. Setelah itu, persiapan Lomba Kompetensi Siswa.

Bulan Juni, acaranya adalah membuat soal, lalu Ulangan Umum Kenaikan Kelas, koreksi dan memproses nilai. Setelah itu adalah Penerimaan Peserta Didik Baru. Dan selanjutnya adalah menyiapkan segala sesuatu untuk akreditasi yang akan dilaksanakan besok tanggal 10-13 Agustus 2015. Liburnya cuma sebentar, hari-hari berikutnya diisi dengan menyiapkan dokumen-dokumen akreditasi.

Dan… ada hal lain lagi yang akan kuceritakan kali ini. Suatu ketika saat aku sedang blogwalking, aku menemukan sebuah blog yang sangat informatif sekali tentang ca mamae. Dan ternyata  blog itu ditulis oleh seorang survivor ca mamae dan beliau adalah seorang dokter yang tinggal di Australia. Kalau mau baca blognya, klik saja di sini . Dan berkat bu dokter Inez Nimpuno pula (sang pemilik blog) aku menjadi member grup WhatsApp dan Telegram Love Pink, tempat berkumpul dan sharing segala hal tentang breast cancer oleh para warrior dan survivor ca mamae.

Sebenarnya, di satu sisi aku senang bisa berkomunikasi dengan mereka, saling sharing tentang berbagai hal. Tapi di sisi lain, ada rasa khawatir jika aku akan mengalami apa yang beberapa orang dari mereka alami. Satu hal yang jadi momok paling menakutkan adalah : setelah bertahun-tahun minum tamofen, rutin menjalani cek up dengan hasil yang selalu bagus, tiba-tiba pada suatu hari muncul hasil lab yang menyatakan bahwa sel kanker telah ber metastase sampai ke tulang. Horor banget bukan ? Paling horor diantara segala horor deh.

Tapi mungkin, aku tak boleh memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi seperti itu. Mestinya aku harus bisa berpikir positif. Fokus untuk selalu berpikir positif. Tapi sayangnya kadang-kadang aku tak bisa. Kapan aku bisa bebas dari rasa khawatir semacam ini ? Apakah setelah lewat 5 tahun dari tanggal kemoterapi pertama? Jadi sebetulnya ketika di postingan sebelumnya aku menulis “there will be no more worries forever and ever” itu bohong belaka. Sepertinya tak mungkin aku bisa bebas dari rasa khawatir seperti itu. Hanya saja, mungkin jangan terlalu khawatir. Sebaiknya aku berpikir positif saja, sebisanya. That’s it. And I just have to try.

picture taken from http://andrewchen.co/2011-blogging-roadmap-zero-to-productmarket-fit/



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s