There’s Nothing to Say but Alhamdulillah :)

salah satu rute yang harus kutempuh diantara panjangnya perjalanan hidupku

salah satu rute yang harus kutempuh diantara panjangnya perjalanan hidupku

Dengan menuliskan ini di blog, berarti aku mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa : semua hasil lab ku di bulan Maret ini baik semua🙂🙂🙂 Wow🙂 Alhamdulillah🙂🙂 So, there will be no more worries…forever and ever. It’s been four years since my breast cancer surgery and other cancer treatment… and now I’m still alive, healthy and happily🙂🙂🙂 Sungguh sebuah karunia yang tak terhingga, Allah benar-benar amat baik dan Maha Penyayang. Tiada henti aku mengucap rasa syukur dalam hati, sejak aku membaca semua hasil lab itu.

Jadi kemarin itu tanggal 23 dan 24 Maret hari Senin dan Selasa aku kontrol rutin 6 bulanan ke RSUP Dr. Sardjito Yogya. Sebetulnya kami berangkat dari Cilacap sejak hari Sabtu tanggal 21, tapi ke Klaten dulu, ke rumah ibu mertua. Hari senin tanggal 23 Maret kami ke RSUP untuk cek darah, ronsen dan usg. Acara cek up hari pertama itu berjalan lancar. Hasil lab baru bisa diambil esok hari. Siang itu setelah segala urusan selesai, kami kembali ke rumah ibu mertua di Klaten. Esok paginya, kami bersiap untuk kembali ke Yogya mengambil hasil lab dan menemui dokter, setelah itu pulang ke Cilacap.

Hari kedua itu, tanggal 24 Maret aku ambil hasil lab di lab patologi klinik, sementara suamiku ke bagian radiologi. Selanjutnya kami fotokopi semua hasilnya. Sebelum difotokopi, kubaca dulu. Ca15-3 berada di angka normal. Hasil USG, normal, tak tampak tanda metastase. Hasil ronsen juga normal, tak tampak kelainan. Rasanya lega sekali setelah membaca itu semua. Selanjutnya kami mendaftar ke poli tulip. Dapat antrian no 16, jadi ketika dzuhur tiba kami sholat dulu di masjid dan karena Nayla lapar, kami makan siang dulu di kantin depan gedung radioterapi.

Sekitar jam 12.45 WIB kami kembali ke poli tulip dan langsung menuju ruang tunggu di depan kamar periksa 3. Baru duduk sebentar, sudah dipanggil dokter untuk masuk. Bukan dr. K, tapi dr. A. Beliau sangat baik dan ramah. Beliau mencatat semua hasil lab itu di rekam medisku. Aku memberanikan diri untuk bertanya, “Dok, apakah normal bila saya mendapat haid padalah sedang mengkonsumsi tamofen ? Karena setahu saya seharusnya jika mengkonsumsi tamofen itu tidak haid.” Sok tau banget aku ini ya…😦😦 Tau darimana aku ya…kalo seharusnya ketika mengkonsumsi tamofen itu tidak haid ? Oh, ya. Mungkin dari blog Cancer Sucks punya Mbak Sima. Entahlah. Atau mungkin dari blog lain. Kata dokter tidak apa-apa tuh. Berarti normal. Berarti aku tidak perlu khawatir.

Setelah itu, nunggu perawat memproses berkas rekam medis. Nunggunya agak lama, karena perawatnya sibuk sekali. Sungguh, poli tulip itu pasiennya banyak sekali,  dokternya juga banyak. Tapi…perawatnya kurang banyak :(😦 Ada 2-3 orang perawat di nurse station, satu bertugas di bag keuangan, memanggil pasien untuk membayar ke loket. Satu lagi menerima pendaftaran pasien. satu lagi mas-mas sibuk di depan komputer. Lalu ada beberapa perawat yang stand by di ruang kemoterapi. Lalu beberapa lagi yang memanggil pasien untuk masuk ke ruang periksa dan memproses berkas-berkas administrasi. Rekam medis, resep, surat keterangan diagnosis dan lain-lain yang diperoleh pasien dari dokter. Dan repotnya, sepertinya 1 perawat melayani pasien-pasien dari 2 orang dokter atau lebih. Sibuk banget, para perawat itu.

Kalo tidak salah, dulu malah tugas mereka dirangkap dobel-dobel. Jadi mereka merangkap bekerja di ruang kemoterapi sekaligus melayani pasien yang akan periksa di ruang periksa. Sekali lagi, poli tulip itu sibuk banget dan pasiennya banyak banget. Dan harus mendaftar lewat telepon 3 hari sebelumnya jika ingin menemui dokter tertentu. Jika tidak, maka dengan dokter pengganti. Buatku, tak masalah dengan dokter pengganti. Yang penting hasil lab ku bagus semua, tak jadi soal dengan siapa yang harus aku temui di poli Tulip. Mereka semua adalah para dokter yang kompeten dan baik hati.🙂

Segala urusan pada hari itu berakhir jam 3 sore. Sore itu, hari Selasa tanggal 24 Maret 2015, angin bertiup kencang ketika kami keluar dari apotik. Begitu kami sampai di depan gedung IRD, hujan turun deras. Terpaksa kami menunggu hujan reda karena tidak bawa payung dan tempat parkir lumayan jauh. Sekitar jam 4 sore hujan sedikit reda, kami bertiga (dengan Nayla) setengah berlari menuju ke lokasi parkir. Pulanglah kami ke Cilacap, sampai di rumah jam 22.00 WIB. Dan dua hari yang penuh cerita itupun berlalu sudah.

Sometimes I think… I wonder why, in the middle of my life journey, aku harus meluangkan sekian banyak dari waktuku untuk kuhabiskan di RSUP Sardjito Yogyakarta ? Mengapa aku harus sakit kanker, harus operasi di sana, berobat di sana… (berobatnya lama sekali…😦😦😦 ) Oh ya. Tidak ada seorangpun yang mengharuskan aku untuk berobat di sana. Ini pilihanku sendiri, ketika itu.  But… still I wonder why, dalam garis perjalanan hidupku, ada rute untuk ke sana pada suatu masa? Padahal, sebelum September 2010 when this story  has just begun, seumur-umur sama sekali tak pernah terlintas dalam benakku sama sekali tentang RSUP Dr. Sardjito. Indeed, this life is full of unsolved mistery.

Oh sudahlah. Selama semua hasil lab ku bagus dan normal, aku tidak perlu berpikir macam-macam. I just have to continue my life, healthy and happily🙂 And this is the end of my story🙂🙂.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s