Kenang – kenangan Dari Palembang

Aku berada di bumi Sriwijaya, larut dalam kejayaan masa lampau, dalam balutan warna emas dan merah (takjub dan terharu)

Dear readers, seperti yang pernah kuceritakan di postingan sebelumnya, pada bulan Agustus lalu, tepatnya pada tanggal 18-24 Agustus 2014, aku berkesempatan menjejakkan kaki di tanah Sumatra, tepatnya di kota Palembang. Kalau bukan karena siswaku kebetulan menjadi juara 1 tingkat propinsi pada Lomba Kompetensi Siswa Akuntansi, mungkin selamanya aku takkan pernah menghirup udara kota Palembang🙂 (tentu saja karena kehendak Allah juga :)). Karena itu, aku sungguh sangat berterimakasih kepada Maria, siswaku itu, yang kini sudah kuliah di Politeknik Negeri Semarang Jurusan Akuntansi Program Studi Komputerisasi Akuntansi. Aku bisa berangkat ke Palembang, karena menjadi guru pendamping siswa peserta lomba di tingkat Nasional.

Dari Cilacap, aku berangkat ke Semarang dulu. Pagi hari tanggal 18 Agustus itu di aula Gedung C Kantor  Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, diadakan upacara pelepasan kontingen wakil Propinsi pada Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional. Selesai acara, kami berangkat ke bandara Ahmad Yani. Seluruh rombongan berjumlah 104 orang (untuk 35 mata lomba), berangkat dengan dua bis dan beberapa mobil. Kami naik pesawat Garuda ke Palembang, transit di Jakarta.

Setibanya di Palembang, kami semua langsung terjadwal dalam serangkaian acara  yang dijadwalkan oleh panitia. Seluruh kegiatan lomba bertempat di Kawasan Jakabaring Sport City. Begitu juga dengan penginapan para peserta lomba. Sedangkan guru pendamping dan official dari Propinsi menginap di hotel. Selanjutnya, hari-hari yang kami lalui terasa begitu cepat, dan cukup melelahkan. Karena hampir setiap hari kami berangkat ke kawasan Jakabaring jam 7 pagi dan pulang sekitar jam 9 malam. Hanya pada 2 hari terakhir kami sempat jalan-jalan menjelajah kota Palembang.

Foto-foto berikut ini adalah kenangan yang terekam dalam kamera digital yang kubawa ;

I'm flying away...

I’m flying away…

Sungai Musi tampak dari atas

Sungai Musi tampak dari atas

Sambutan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

Saat pertama kali melewati Jembatan Ampera, berangkat menuju kawasan Jakabaring Sport City

Saat pertama kali melewati Jembatan Ampera, berangkat menuju kawasan Jakabaring Sport City

Dekorasi acara pembukaan, di gedung Dekranas

Dekorasi acara pembukaan, di gedung Dekranas

Suasana acara pembukaan

Suasana acara pembukaan

baca puisi

baca puisi

Dekorasi acara pembukaan

Dekorasi acara pembukaan

DSC00976

DSC01061

Suasana di tenda tempat lomba LKS Akuntansi, di lokasi Parkir Lapangan Tembak Jakabaring Sport City

Tenda-tenda tempat lomba kelompok bisnis dan manajemen, pariwisata, dan tata busana, di lokasi parkir lapangan tembak Jakabaring Ssport City

Tenda-tenda tempat lomba kelompok bisnis dan manajemen, pariwisata, dan tata busana, di lokasi parkir lapangan tembak Jakabaring Sport City

Sebagian dari para pendamping siswa peserta LKS, dari seluruh Indonesia

Setiap hari ada seminar, dengan tema yang berbeda

Setiap hari ada seminar, dengan tema yang berbeda

Para narasumber, dari Direktorat Pendidikan SMK dan juga dari kalangan DuniaUsaha/Dunia Industri

Para narasumber, dari Direktorat Pendidikan SMK dan juga dari kalangan DuniaUsaha/Dunia Industri

Wisata kuliner, menikmati empek-empek dan tekwan asli Palembang

Wisata kuliner, menikmati empek-empek dan tekwan asli Palembang. Ada mie ayam juga, pesenan Maria

DSC01212

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Suasana di dalam Masjid Agung Sultan Badaruddin.

Suasana di dalam Masjid Agung Sultan Badaruddin.

DSC01293

Jembatan Ampera, difoto dari perahu yang membawaku dan Maria berkeliling sungai Musi

Ke Benteng Kuto Besak juga, sayangnya nggak bisa masuk :)

Ke Benteng Kuto Besak juga, sayangnya nggak bisa masuk🙂

Ke Museum juga, sayang sudah tutup karena datangnya kesorean :)

Ke Museum juga, sayang sudah tutup karena datangnya kesorean🙂

Pelaminan adat Palembang, ada di Museum Sultan Badaruddin II (esok siangnya aku ke sana lagi :) )

Pelaminan adat Palembang, ada di salah satu ruangan di dalam Museum Sultan Badaruddin II (esok siangnya aku ke sana lagi🙂 )

Ini juga ada di Museum, desain interior kamar tidur keluarga kerajaan di masa lalu

Ini juga ada di Museum, desain interior kamar tidur keluarga kerajaan di masa lalu

Rumah kuno cantik yang aku temui di suatu jalan

Rumah kuno cantik yang aku temui di suatu jalan

Ke Pulau Kemaro

Ke Pulau Kemaro

DSC01476

Legenda Pulau Kemaro, yang tragis😦

Kain-kain songket yang cantik mempesona :)

Kain-kain songket yang cantik mempesona🙂

Aku tak tahu kapan takdir membawaku kembali mengunjungi Palembang, Sumatera Selatan yang mempesona dalam nuansa merah dan emas. Mungkinkah pada suatu hari nanti, atau mungkin juga tidak akan pernah lagi ada kesempatan kedua🙂. Tak apalah, karena aku sudah sangat bersyukur bahwa pada suatu hari dalam hidupku, aku pernah datang berkunjung ke sana🙂🙂


2 Comments on “Kenang – kenangan Dari Palembang”

  1. Messal says:

    Tertarik dengan legenda Pulau Kemaro. Di negara China pada jaman dahulu, orang2 sering mengasinkan sayur untuk dimakan pada musim dingin (karena tidak bisa panen) jadi mungkin sebagai orang tua, mereka memberikan guci pada anaknya sebagai bekal pada saat tidak ada makanan. Tapi Tuan Tan Bun An tersebut menurut saya kurang pengertian terhadap sikap orang tuanya. Lagipula ia dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa semua isi guci tersebut adalah sayur asin sehingga ia pun membuang serta harta karun yang juga diberikan oleh orang tuanya. Ini kisah yang sangat memiliki pesan moral🙂 Walaupun sedih tapi ini merupakan sebuah nasihat yang bagus.🙂
    Moga2 bisa keliling Indonesia terus ya Mbak. Cheers🙂

    • Failasufah says:

      Amin…terimakasih doanya🙂 Tentang legenda itu, konon ceritanya sebenarnya guci-guci itu berisi emas, tetapi bagian atasnya ditutupi dengan daun-daun sawi asin, supaya kalau di perjalanan bertemu bajak laut, emas-emas itu tidak dirampas. Iya benar, ada pesan moral di dalamnya, supaya kita tidak terburu-buru dalam mengambil suatu tindakan, yang nantinya justru akan disesali. Kira-kira seperti itu bukan ?🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s