Too Much Stress Will Kill You

Gimana nggak stress…akreditasi akhirnya akan dilaksanakan bulan Agustus besok ! Bulan Agustus, bareng dengan Lomba Akuntansi di UNNES, bareng dengan Lomba Kompetensi Siswa tingkat Kabupaten, bareng dengan Lomba Kompetensi Siswa tingkat Nasional di Palembang…ditambah akreditasi…semuanya di bulan Agustus ! Kenapa bisa tumplek blek di bulan Agustus begini ya ? Mungkin ini skenario Allah untuk meramaikan ultah ku  di angka yang istimewa, di bulan Agustus tahun ini juga🙂 .

Akreditasi…banyak banget kerjaannya, sudah mendaftar dari Desember 2012…sudah ditunggu-tunggu selama tahun 2013 mundur-mundur terus…ternyata baru akan dilaksanakan Agustus 2014 ! Kerjaannya banyak banget…😦 Rasanya belum siap juga menghadapi akreditasi😦 .

Informasi tentang waktu pelaksanaan akreditasi ini aku dapatkan dari Waka Kurikulum sekolahku, sekitar dua minggu yang lalu. Dan selama dua minggu yang telah berlalu itu, aku dilanda stress  kecemasan, jangan-jangan data-dataku kurang lengkap, jangan-jangan nanti nilai akreditasi Jurusan ku turun, jangan-jangan tidak dapat A, jangan-jangan nanti waktunya bareng dengan jadwalku ke Palembang…😦 Aduh…semakin dipikirin rasanya semakin cemas saja. Mana belum daftar online lagi…😦

Aku masih harus mengulang seluruh prosedur pendaftaran ke Badan Akreditasi Nasional Sekolah Menengah, secara online. Juga harus melengkapi berkas-berkas dan menyerahkannya ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten. Ribet banget urusannya. Banyak yang harus dikerjakan, selain mengajar (minggu-minggu lalu, kalau hari ini tadi sudah mulai Ulangan Umum Semester Genap).

Diantara hari-hari penuh rasa cemas itu, aku tetap melanjutkan hobiku membaca. Aku tetap pergi ke perpustakaan untuk pinjam buku, dan kubaca bila sempat, jika lagi kepingin baca. Dan pada suatu hari, Allah berkenan untuk memberiku petunjuk (cie….🙂 ) melalui sebuah buku, yang tiba-tiba aku tertarik untuk meminjamnya dan membacanya. Dari buku itu, Allah seakan menasehatiku, melalui tulisan Iwan Setyawan, sang penulis buku berjudul “Ibuk” itu. Aku membaca kalimat itu, dan pelan-pelan kuulangi lagi, lagi dan lagi. Kalimat itu berbunyi (sorry, pake bahasa Inggris, dari sononya emang in English :)) : “Stress is everywhere following us. It is on our hand how to wisely handle the stress. Don’t leave your job because it’s too stressfull. Move on, because  you want to learn more. Stress is good ! Let’s challenge our ourselves. (Setyawan, Iwan, 2012. Ibuk. hal 185. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama).”Wow”🙂 banget  kan ? Pas banget buat feelingku saat itu🙂. Thank you Allah, thank you mas Iwan🙂 .

Lalu tadi, saat mau nulis ini, aku juga sempat browsing dikit dan dapet video yang aku pasang di atas itu. Juga artikel dari sini : http://www.huffingtonpost.com/2013/10/30/can-stress-kill-you-video-asap-science_n_4177562.html

STRESS KILL US

Ternyata, efek stress emang menyeramkan. So, I will try to take it easy, aku nggak mau khawatir tentang apa-apa lagi. Aku mau relax aja, berdoa saja semoga segalanya berjalan lancar di bulan Agustus…dan mendapatkan hasil yang terbaik. Amin. I want to have nothing to worry about. I hope it works on me.🙂


2 Comments on “Too Much Stress Will Kill You”

  1. Semoga lancar ya mbak dan berhasil di semua yang direncanakan…aminnnn…..🙂

    Stress kalau bisa di-manage justeru bisa jadi hal yang positif…saya sendiri tipe orang yang lebih produktif saat stress mendekati deadline sudah mepet… hehe🙂 …nggak ngerti juga kenapa bisa begini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s