Never be Tired

Nggak terasa bentar lagi udah bulan Maret, jadwalku untuk cek up. Beberapa bulan lalu suamiku sendirian yang ke Yogya, temui dokterku untuk minta resep tamofen, sekalian mampir karena ada keperluan di kampung halaman. Biasanya sih tamofen bulanan aku dapat dari dokter bedah umum di kotaku aja. Kata suamiku, waktu itu dokter onko ku bilang bahwa aku nggak boleh capek, dan harus rutin minum tamofennya.

Rutin minum tamofen sih masih bisa ya… walaupun waktu minumnya nggak teratur, kadang pagi, kadang sore, kadang malem seingetnya, tapi setiap hari aku pastikan untuk tidak lupa minum tamoxifen. Tapi kalo nggak boleh capek… kayaknya nggak mungkin dehšŸ˜¦ . Mungkin kalo “nggak boleh terlalu capek” masih bisa diusahakan, walaupun agak sulit juga. Karena biasanya aku baru sadar kalo aku itu capek setelah terlalu kecapekan. Jadi, gimana caranya biar aku tidak capek ya ?

Semester ini dalam satu minggu aku mengajar 22 jam. Senin selasa mulai mengajar jam ke 8 sampai jam ke 10. Bel pulang jam 15.10 WIB. Rabu kamis mengajar di jam ke 7 sampai ke 9, Jumat jam ke 2 dan 3, Sabtu dari jam ke 1 sampai ke 8. Walaupun jadwal mengajarnya siang,tapi aku selalu datang ke sekolah jam 7 pagi, sekalian mengantar Nayla dan sepupunya ke sekolah. Dan walaupun mengajarnya siang, bukan berarti paginya nggak ada kerjaan. Apalagi ini semester genap. Ada UKK (Uji Kompetensi Keahlian) yang harus dipersiapkan, Ujian Nasional, Ujian Praktek dan Ujian Sekolah. ada jadwal PKG (Penilaian Kinerja Guru) juga, harus menyiapkan segala macam administrasi mengajar, lengkap setiap mapelnya jugašŸ˜¦ .

Mungkin, survivor kanker itu tidak boleh capek karena kalo keseringan kecapekan, sel kankernya bisa aktif lagi kali, ya ? Betapa menyeramkan. Betapa aku ingin bisa menjaga diriku agak tidak terlalu capek, atau bahkan kalo bisa, untuk tidak sampai merasa capek. Tapi bagaimana mungkin ? Masih mending semester ini aku aku hanya mengajar di lab, bukan di kelas. Kebetulan lab nya berada di lantai 1 semua. Kalau mengajar di kelas, dalam sehari aku harus naik turun tangga berkali-kali. Jarak ruang kelas juga lumayan jauh dari ruanganku. Kalo di kelas, aku juga harus bisa menjelaskan dengan suara keras, kalau perlu pake teriak, karena suaraku tidak bisa keras. Kalo di lab kan ada mikropon, atau pakai headset, jadi aku nggak perlu teriak-teriak. Lumayan untuk menghemat tenagašŸ™‚ .

Maret besok, tepat tiga tahun dari jadwal kemo terakhirku. Semoga segalanya akan baik-baik saja. Hasil lab ku besok akan sama dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, segalanya baik dan normal. Amin.

 

 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s