My Very-very Late Thirty Birthday

39th_birthday_cake[1]Serasa waktu berputar begitu cepat, hingga sampailah aku pada hari kemarin. Lho ? mengapa kemarin ? kenapa bukan hari ini ?🙂 Ya, karena kemarin itu adalah my very-very late thirty birthday. Sebenernya kepingin bikin postingan ini pas pada tanggalnya, tapi karena sesuatu dan lain hal yang tidak memungkinkan, akhirnya baru bisa aku buat hari ini. Nggak papalah, toh hanya telat satu hari… bukan telat sebulan…🙂

Jadi hari kemarin adalah hari ulang tahunku di angka yang paling akhir dari kepala tiga puluhan. There was a message from my mother which made me cry, oh no, just rolled down a tears from my eyes🙂 (dasar cengeng :(). Sms itu singkat aja, berbunyi : ” Ela, selamat ulang tahun ya, semoga diberi umur panjang yang bermanfaat dan barokah… Amin.” Sebuah doa yang sederhana sekali, tapi aku merasakan makna yang amat dalam dan ketulusan di dalamnya. That’s why a tears rolled down from my eyes🙂

Ibuku itu,  bernama Siti Muslimah. Bagiku, dia adalah seorang ibu dan wanita karir yang hebat. Sebelum pensiun sekitar lima tahun yang lalu, beliau adalah seorang asisten apoteker yang profesional, di sebuah RSUD di kota kecil tempat kami tinggal. Puluhan tahun beliau menekuni profesi itu, dari pagi sampai siang hari, tetap berangkat dalam keadaan panas maupun hujan, dan selalu menepati jadwal jaga diluar jadwal kerja reguler. Beberapa hari dalam sebulan, ibu ada tugas jaga apotik yang mengharuskan ibu bermalam di sana. Kalau dulu, sebelum diberlakukan tugas jaga menginap itu, sering kali di malam hari jam berapapun, ibu dijemput ambulans RSUD diminta ke apotik untuk meracik obat untuk pasien UGD. Selama berpuluh tahun, ibu menjalani pekerjaannya tanpa pernah mengeluh.

Dulu ketika pertama kali berobat kanker, ibulah yang menemaniku, selain suamiku. Ketika menjalani kemo, ibu selalu memantau perkembanganku, selalu menelpon bila aku terpaksa menginap di Yogya. Sekarang ini, ibu selalu menanyakan obatku masih banyak apa tidak, mengingatkan agar jangan sampai aku kehabisan obat tamofen.

Sms dari ibu itu, momennya sangat tepat, karena baru sehari sebelumnya aku menemui dokterku di RSUP Sardjito, untuk kontrol sekaligus meminta pengantar untuk cek up yang terjadwal enam bulanan yang biasa kulakukan di bulan Maret dan September. Kali ini maju sebulan, karena sekalian aku mudik ke rumah mertua di Klaten. Baru kemarin juga aku bertemu pasien yang mengulang lagi terapinya setelah tiga tahun yang lalu dia menyelesaikan terapi yang sama. 

Tiga tahun ! Hampir sama denganku sekarang. Pengobatanku dulu berakhir pada awal 2011. Jadi sampai sekarang hampir tiga tahun pengobatanku selesai. Dan selama ini hasil lab ku selalu bagus, hanya saja rupanya itu bukan indikator utama. Pada kebanyakan pasien, kekambuhan terjadi pada rentang waktu tiga tahun, diawali dengan adanya keluhan pada anggota tubuh. Alhamdulillah, selama ini aku tidak merasakan adanya keluhan. Semoga untuk selamanya. Amin.

Semoga saja, Allah mengabulkan doa ibuku, memberiku umur yang panjang, yang bermanfaat dan barokah. Amin.🙂



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s