The Numbers in Our Life

Sekarang ini, kita hidup di jaman yang modern dan serba canggih. Segala kemudahan tersedia, dengan adanya pekembangan iptek yang sangat pesat. Ada handphone, ada laptop, komputer tablet, internet, dan segala bentuk kemudahan hidup lainnya. Ada kartu debit, kartu kredit sebagai pengganti uang tunai, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tapi, di balik segala kemudahan itu, sadarkah kita bahwa kitapun memiliki berbagai kerepotan ? Setidaknya bagi saya, kalau saya  merasa agak sedikit repot, mungkin para pembaca juga, atau mungkin juga tidak terlalu repot🙂.

Misalnya begini. Sekarang ini kan, identitas seseorang tidak hanya diwakili oleh nama, tempat tanggal lahir, alamat rumah, dan sebagainya. Tapi juga diwakili oleh berbagai nomor yang melekat pada identitas seseorang tersebut. Oke, mungkin bisa kita buat saja daftarnya :

  1. Nomer HP. Berapa HP yang kita punya ? 2 ? 3? Banyak orang yang memiliki HP lebih dari satu. Satu HP bisa juga diisi dua nomor. Apakah dia hafal nomor masing-masingnya ?
  2. Nomer rekening, dan nomer PIN. Berapa rekening bank yang kita punya ? 3 ? 4 ? ada banyak orang yang memiliki lebih dari satu nomer rekening bank. Apakah itu juga harus dihafalkan semuanya ? Saya kok nggak yakin ada orang yang sengaja menghafalkan semuanya. Kalau masing-masing rekening ada kartu ATM nya, kita harus hafal nomer PIN masing-masing kartu itu. Adakah yang pernah ketukar-tukar ketika mengisikan nomer PIN ?🙂 Mendingan PIN nya dibikin sama aja semuanya🙂
  3. Nomer KTP. Setiap orang yang punya KTP pasti punya nomer KTP
  4. Nomer SIM. SIM apa saja yang kita punya ? Banyak orang yang punya SIM A dan SIM C. Repot nggak sih kalau disuruh ngisi nomer SIM ? Nomer SIM yang mana pula ?
  5. Nomer rekam medis. Kalau dia pasien di sebuah rumah sakit, atau di klinik, atau di tempat praktek dokter, dia pasti punya nomer rekam medis.
  6. Nomer kartu Askes, kalau dia peserta Askes, atau mendapat tanggungan Askes
  7. NUPTK (Nomer Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Kalau seseorang menjadi guru, atau dia adalah tenaga kependidikan, maka dia akan memiliki NUPTK.
  8. Nomer Sertifikat Profesi. Bila seorang pendidik (atau mungkin profesi lain) telah mempunyai sertifikat profesi, maka dia akan memiliki Nomer sertifikat.
  9. Nomer register Asesor Kompetensi. Bila seseorang menjadi asesor kompetensi, maka dia akan memiliki sertifikat asesor yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), dan di situ tertera no register nya.
  10. NPWP (Nomor Pokok Wajjib Pajak). Setiap wajib pajak pasti punya  nomor pokok wajib pajak.
  11. Nomer paspor. Alhamdulillah, saya sudah punya paspor gara-gara pertengahan tahun lalu ikut studi banding ke Singapura🙂.

Terus terang, saya paling tidak suka kalau harus mengisi form-form yang isinya menanyakan segala macam nomer-nomer itu. Apalagi kalau nomernya panjang-panjang. Tapi mau gimana lagi, harus diisi kan ? Walaupun merepotkan, tapi segala macam nomer-nomer tadi itu sifatnya sangat penting, kalau salah menuliskan satu angka saja bisa repot urusannya.

Karena saya tidak hafal semua nomer-nomer itu (kecuali PIN) dan tidak mungkin juga saya menghafalkan semuanya itu (kayak nggak ada kerjaan lain aja :)), dan yang jelas karena keterbatasan kapasitas memori  juga (alasan :)), maka supaya tidak repot dan bingung ketika harus mengisi form yang menanyakan segala macam nomer itu, saya simpan nomor-nomor itu di dalam notes HP. Praktis kan, tinggal buka saja notes HP, lalu disalin. Asal jangan HP nya ketinggalan aja🙂. Atau malah ilang😦. Bisa repot lagi urusannya.

Orang-orang yang hidup di masa lalu, mereka tidak punya nomer-nomer segala macam seperti itu, tapi mereka bisa tetap hidup bahagia, tentram dan damai ya ? Mereka hidup sederhana dan bersahaja, nggak mikirin gadget model apapun, nggak pernah mikir bayar pulsa, bayar langganan internet dan segala macam urusan yang dipikirkan oleh orang jaman sekarang.

Kadang saya berpikir, gimana rasanya hidup di jaman dahulu kala ya ? Sepertinya, di jaman dulu juga belum ada penyakit kanker, tuh🙂 (mungkinkah begitu ?). Tapi karena tidak mungkin seseorang bisa memilih di zaman mana dia akan hidup, dan juga tidak ada mesin waktu yang bisa membawa pergi ke masa lalu atau masa depan🙂, maka disyukuri saja apa adanya. Praise be to Allah, today I’m still alive🙂.

today my life begins bruno

tomorrow-today-yesterday


2 Comments on “The Numbers in Our Life”

  1. gambarpacul says:

    keseimbangan energi La……. mempermudah hidup biasanya ya di ikuti dengan menambah kesulitan juga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s