Selamat Jalan Bu Sulastri…….

duka

Setelah bu Sri Suryandari, temanku berobat dulu, berpulang, kini satu lagi temanku berobat, Bu Sulastri, juga telah berpulang. Aku pernah ceritakan tentang bu Sulastri ini beberapa kali dalam postinganku sebelumnya, di sini dan di sini.

Awal aku mengenalnya adalah ketika kami sama-sama radioterapi. Hampir setiap hari kami ketemu di poli radioterapi, karena kebetulan jadwal kami bersamaan. Setelah radioterapi usai, kami masih sering ketemu di poli Tulip kalau control. Terakhir aku bertemu dia pada September 2012 lalu. Dan setelah ini, aku takkan mungkin lagi bertemu dengannya di poli tulip. Aku tak bisa lagi berharap untuk bertemu dengannya, untuk sekedar berbagi cerita.

Sungguh, bila kau berteman dengan orang-orang yang berobat di poli tulip, kau tak bisa berharap bahwa kau dan temanmu itu akan selalu bertemu lagi sana. Karena, selain mungkin jadwal kontrolnya berbeda, mungkin saja dia, temanmu itu, sudah mendahuluimu untuk berpulang, menghadap Dia Yang Maha Kuasa Atas Segalanya.

Sesungguhnya semua orang akan meninggal pada suatu hari nanti, pada waktu yang telah Dia tentukan. Tapi bila kau adalah pasien poli tulip dan berteman dengan pasien lainnya, teman-temanmu yang senasib denganmu, maka “waktu yang telah ditentukan” itu terasa amat dekat, dan selalu membayangi. Bisa jadi hari ini kau masih menjalani kemo bersama temanmu, si A, misalnya. Tapi bisa jadi pula, pada jadwal kemo berikutnya, temanmu itu sudah tidak bisa lagi datang untuk menjalani jadwal kemo nya, karena sudah dipanggil pulang menghadapNya. Yang ada di benak kita para pasien dan survivor, adalah, “besok giliran siapa lagi yang tidak bisa datang” ?

Aku masih punya beberapa teman kemo lainnya yang kadang-kadang masih kutemui kalau aku kontrol sesuai jadwal enam bulananku ke poli tulip. Tapi sekarang, aku tak bisa berharap lagi bahwa ketika aku datang ke sana, aku pasti akan bertemu mereka, atau kebalikannya, mereka pasti akan bisa menemuiku di sana. Entah, nanti siapa yang akan lebih dahulu dipanggil untuk pulang, aku atau salah satu dari mereka.

Sesungguhnya, aku masih berdukacita atas meninggalnya temanku bu Sulastri dari Kulon Progo, pada tanggal 19 November 2012 jam 11.30 wib. Aku menyesal atas hal-hal yang mestinya kulakukan, tapi tidak kulakukan. Andaikan aku tahu secepat ini dia akan berpulang, sebelumnya aku akan lebih sering sms dia, menelpon dia untuk sekedar berbagi cerita dan menghiburnya. Kini yang bisa kulakukan hanyalah mendoakannya, semoga kelak kami dipertemukan kembali dalam keadaan yang jauh lebih baik, di jannah Nya. Allohumma amin.

 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s