SafeHer….Save Me

herc1

Belum lama ini aku dengar kabar dari seorang teman, Mbak Ristina, dia pasien ca mamae di Dharmais. Dia cerita bahwa karena status Her2 nya positif (sama sepertiku) maka dia harus menjalani pengobatan dengan herceptin, sebuah obat yang luar biasa mahal, 20 juta sekali suntik. Padahal kata dokternya, untuk hasil efektif, pasien dengan Her2 positif sebaiknya mendapatkan herceptin selama satu tahun, setiap tiga minggu sekali. Bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan demi dalam rangka usaha untuk memperpanjang hidup.

Alhamdulillah, dia mendapat tawaran dokternya untuk mengikuti program SafeHer, sebuah program dari pabrik obat produsen herceptin. Program ini memberikan herceptin gratis kepada pasien Her2 positif dengan kriteria tertentu, selama satu tahun setiap tiga minggu sekali. Beda dengan herceptin yang kuterima dulu, yang dimasukkan melalui infus, pada program SafeHer ini herceptin diinjeksikan langsung ke bawah kulit.

Istilah lain untuk program ini adalah clinical trial injeksi sub cutan herceptin. Jadi sebenarnya masih trial, masih penelitian untuk pengembangan obat tersebut dari jenis sebelumnya. Pabrik obat itu bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Indonesia. Hanya sedikit. Jadi temanku itu menjadi sampel penelitian dan sekaligus menjalani pengobatan dengan obat itu pula.

Setelah Mbak Ina itu telepon aku, langsung deh aku panik. Nggak panik banget sih, tapi aku langsung sms beberapa orang. Aku sms dua orang dokterku yang SpB (K) Onk. Yang satu balas smsku, satunya lagi enggak (sibuk kali… ). Aku sms ke Mas Bagyo Herceptin. Namanya Mas Bagyo, tapi di kontak HP ku kutulis Bagyo Herceptin. Dia itu sales obat yang dulu bantu aku waktu kemo herceptin. Aku tanya, kenapa dulu aku cuma dapat herceptin 8 kali saja ? Bukannya satu tahun setiap 3 minggu sekali ? Dia jawab karena kerjasama pabriknya dengan Askes hanya 8 kali. Dengan kata lain Askes hanya mampu mengcover 8 kali 20 juta. Oh, begitu. Lalu aku tanya lagi, gimana caranya biar saya bisa ikut program SafeHer ? Dia bilang sekarang dia bertugas di produk yang lain, bukan herceptin lagi. Lalu aku diberi no HP Mas Hendra, temannya yang ngurusi herceptin.

herceptin1

Aku tanya Mas Hendra dengan pertanyaan yang sama. Gimana caranya biar saya bisa ikut program SafeHer ? Dia langsung telepon aku, tanya dari mana aku dapat info tentang SafeHer, dan berjanji membantuku untuk bisa ikut program ini. Dia akan mengusulkan namaku ke tim dokter yang mengurusi program ini, begitu katanya. Dari sms dokterku satunya aku dapat info bahwa program ini berada di bawah dokter SPPD KHOM (Spesialis Penyakit Dalam Konsulen Hematologi Onkologi Medik, kalo nggak salah). Langsung aku sms temanku yang dulu sama-sama kemo herceptin dan dokternya adalah dr. SPPD KHOM. Aku minta no HP dokternya. Setelah dapat, aku sms dokternya. Tapi nggak dibales😦. Mungkin memang harusnya aku nggak pake sms-sms, tapi langsung datang ke poli tulip saja menemui beliau. (Tapi untuk sekarang ini aku nggak ada waktu, sedang UUS, proses nilai dsb). Mestinya aku nggak sms, karena mereka adalah orang-orang yang super sibuk. Jadi hanya dokter berhati malaikat lah yang bisa sempat membalas sms pasiennya di tengah kesibukan mereka yang super itu.

Setidaknya, aku sudah berusaha untuk bisa mendapatkan herceptin selama satu tahun setiap tiga minggu sekali, demi untuk memperpanjang harapan hidupku. Mungkin setelah pekerjaan di sekolah selesai, aku akan temui dokter SPPD KHOM untuk minta penjelasan tentang itu sekaligus mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut. Kemarin Mas Hendra bilang sih, masih ada kuota kok. Dan secara umum aku memenuhi syarat. Karena syaratnya yang aku baca di internet antara lain : usia masih muda (aku 38 tahun), stadium antara 1-3 (aku stadium 3), jantung sehat (insya Alloh jantungku sehat) jadi kupikir aku memenuhi syarat. Selengkapnya, ini syarat yang kubaca dari web ini :

Pasien yang akan diikutsertakan penelitian ini harus memenuhi ketentuan khusus yaitu:
1. Pasien kanker payudara, baik pria maupun wanita yang mengekspresikan protein HER2
2. Kondisi fisik dan performa klinisnya masih bagus
3. Masih berada pada kanker payudara stadium awal (stadium 1-3)
4. Memiliki status fungsi jantung yang masih bagus
5. Bersedia dan cukup sehat untuk menandatangani persetujuan mengikuti percobaan klinis

Aku berharap rencanaku ini berjalan lancar, aku bisa sehat untuk setiap tiga minggu bolak-balik Yogya – Cilacap dalam rangka berobat. Aku harus jalani ini, karena “to do list before I die” ku masih banyak yang belum terwujud, diantara sekian banyak yang sudah bisa diwujudkan🙂. Semoga aku dan semua teman-temanku yang menjalani program ini nantinya tidak mendapatkan masalah dengan efek sampingnya. Apapun itu. Semoga kami semua bisa sembuh total. Allohumma amin.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s