Seandainya…

Lama sekali, aku tidak nulis postingan di sini. Sebetulnya aku tidak suka jika postinganku, setelah hampir satu setengah tahun ini, melulu bercerita tentang kanker. Karena bagaimanapun, kata-kata itu menyisakan trauma tersendiri buatku. Sementara, telah sekian lama aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa kini aku telah sembuh. Tetapi bagaimanapun, blog ini memang dibuat untuk mengabadikan perjalanan penyakitku dan segala yang kupikirkan tentangnya. Jadi apa boleh buat, kali ini aku masih akan bercerita tentang penyakit yang mematikan ini.

Awalnya, ketika buka FB aku baca status Maher Zain (lagi-lagi Maher Zain ya :)). Bukan apa-apa sebetulnya, hanya saja aku sedikit terkesima (Cie… :)) ketika membaca statusnya. Begini nih : Did you know that the Jordanian Fatwa Council has issued a fatwa proclaiming that it is permissible to give your Zakat to help pay for the treatment of underprivileged cancer patients. Give your Zakat to the King Hussein Cancer Foundation, and give cancer patients a second chance at life. Your Zakat can help save a life. Bersama status itu, juga ada foto scan dokumen fatwa tentang hal itu. Begini nih :

Bagi para pasien kanker dan survivor kanker di Yordania, tentu kabar itu sangat membahagiakan bukan ? Bagaimana dengan di Indonesia ? Aku sangat berharap bila fatwa serupa juga akan muncul di Indonesia. Sudah saatnya orang muslim yang kaya peduli terhadap para pasien kanker yang miskin, yang tidak bisa berobat karena tidak tercover asuransi. Bahkan oleh Jamkesmas sekalipun. Sudah saatnya semua orang aware terhadap penyakit kanker, bukan hanya kepada AIDS saja, seperti yang digembar-gemborkan pemerintah. Tapi aku hanya bisa berandai-andai. Seandainya saja pemerintah Indonesia lebih peduli terhadap para pasien kanker… seandainya saja MUI membuat fatwa seperti Majelis Ulama Yordan itu… bahwa orang boleh membayarkan zakatnya untuk membantu biaya berobat para pasien kanker yang miskin. Seandainya saja….

Selain Maher Zain, ada seorang teman FB ku yang lain, yang telah menshare sebuah tulisan yang akhirnya menginspirasiku untuk menuliskan postingan ini juga. Ini dia tulisannya :

Sedih rasanya baca tulisan itu. Aku teringat pengalamanku sendiri, not a princess with no hair, but an ugly woman with no hair. Aku juga ingat dulu pernah ketika hendak cek darah, bareng dengan seorang anak kecil perempuan, mungkin baru empat tahun, mau cek darah juga, juga with no hair on her head. Seandainya saja sempat terpikir oleh Disney, untuk membuat kisah tentang seorang putri cantik jelita yang tabah dan gagah berani berjuang melawan kanker, terserah mau kanker apa saja, yang membuat rambut emasnya habis karena rontok setelah menjalani kemoterapi, tapi dia tetap cantik dan tidak kehilangan rasa percaya diri secuilpun. Dan tetap tegar menantang hidup, dan melanjutkan hidupnya bersama sang pangeran dan hidup bahagia selama-lamanya. Mereka, anak-anak kecil pasien kanker itu, mungkin butuh figur seperti itu. Karena mereka suka sekali dengan dongeng tentang putri dan pangeran, kan ? Ya, seandainya saja…


2 Comments on “Seandainya…”

  1. gambarpacul says:

    susah La, contoh sederhananya saja adalah keegoisan ketika oraqng berbondong naik haji sementara disekitar mereka banyak yang untuk makan saja susah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s