My (Another) Story

Image

Sepertinya, sudah lama sekali aku tidak menulis lagi di sini. Sudah lama sekali, waktu berlalu sejak aku menulis postingan terakhirku. Sebetulnya, sejak postingan terakhir itu, beberapa kali aku ingin sekali menulis, membuat postingan baru, hanya saja aku tak bisa. Karena ada satu masalah yang menggangguku. Masalahnya adalah…… aku tidak bisa menuliskan segalanya, apa yang kualami dalam hidupku, apa yang kurasakan, semuanya,  dan kemudian mempostingnya di sini. Aku harus memilih, agar tulisanku yang muncul di sini, setidaknya menurutku, cukup layak untuk dibaca.

Aku tidak mungkin menceritakan dengan detil di sini segala rasa sakit hatiku, segala rasa kecewaku, rasa marahku, rasa sedihku dan tentang penyebab semuanya itu, juga tentang orang-orang yang kutemui dalam kehidupanku, beberapa dari mereka yang menjadi penyebab munculnya emosi negatif itu, terpaksa harus kualami, kurasakan dan kemudian kucoba untuk kulenyapkan.

Suatu saat, aku pernah menulis status di FB dengan quote karanganku sendiri, bahwa “Hidup adalah kumpulan dari detik demi detik, yang dilewati dalam bahagia dan sedih, susah dan senang, sehat dan sakit, silih berganti.” Bukankah demikian ? Itulah yang dialami oleh kebanyakan orang, dan itu jugalah yang kualami. Dan mestinya, harusnya, aku bersabar  menghadapi semuanya. Tapi kadang aku tak bisa. Apalagi bila seluruh emosi negatif itu berkumpul jadi satu dan menerjangku bagaikan gelombang. Kata orang, tak baik memendam marah. Tapi, bukankah lebih tidak baik bila kita melampiaskannya ? Mungkin yang terbaik adalah, jangan marah. Cukuplah dengan menangis saja😦😦😦

Aku sungguh-sungguh heran, mengapa di dunia ini ada orang yang hobbynya menyakiti orang lain, dengan kata-kata menyakitkan, iri dan dengki bila orang lain bahagia, senang bila ada orang susah, dan susah bila ada orang lain senang. Dan ada juga jenis orang  yang berbahaya sekali : bermanis-manis muka di depanmu, tapi menusukmu dari belakang. Sungguh aku berlindung kepada Allah dari kejahatan orang-orang yang semacam ini. Tapi, aku menyadari bahwa dalam kehidupanku sehari-hari (misalnya di tempat kerjaku), aku tidak mungkin selalu dikelilingi oleh orang-orang dengan tipe malaikat yang berhati emas (bahkan akupun, bukan malaikat :(). Akan selalu ada orang-orang dengan karakter sulit di situ. Oh sudahlah. Sesungguhnya, bila seseorang berbuat buruk, maka akibatnya akan menimpa dirinya sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak pernah tidur, dan sesungguhNya Allah maha adil kepada hambaNya.


4 Comments on “My (Another) Story”

  1. gambarpacul says:

    ayooo belajar lagi la…kalo masih ada sakit hati, kecewa apalagi marah , masih jauh dari nafsul mutmainah La………

  2. Failasufah says:

    Wah, Mbak Ririn nih…one step ahead gimana…wong masih nol banget begini kok…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s