Haruskah Menkes Menyerah ?

Dari berita di internet, aku dengar bahwa menteri kesehatan mengundurkan diri dari jabatannya. Beliau memang sedang sakit, kanker paru-paru.  Sudah lama sebetulnya. Kalau tidak salah, waktu itu aku sedang kemo yang ke tiga sekitar bulan Desember 2010, ketika di media ramai diberitakan bahwa Menkes sakit kanker paru dan berobat ke China (Belakangan aku tahu tempatnya di Fuda Cancer Hospital, Guangzhou). Saat itu, ketika aku sedang kemo, ada Mbak-mbak residen penyakit dalam yang cerita kalo Menkes juga sakit kanker. Waktu itu, residen itu sebetulnya memintaku untuk menjadi responden penelitiannya. Aku dimintanya untuk mengisi questioner yang dia buat. Tapi aku menolak, karena setelah aku baca butir-butir pertanyaan yang ada di questioner itu….oh no !😦 Isinya adalah hal-hal yang sifatnya sangat-sangat pribadi, yang tak mungkin aku ungkapkan untuk konsumsi umum. “Maaf Mbak, saya nggak bisa. Pasien lain saja, mungkin sudah cukup mewakili.” Kataku waktu itu.

Kembali ke cerita tentang Menkes, kabar terakhir, beliau merasa ada keluhan nyeri, lalu menjalani pengobatan radioterapi di RSCM selama 30 hari. Jadwal radioterapinya mirip denganku, waktunya bulan April, tapi kalau aku waktunya setahun yang lalu🙂. Dari berita yang kubaca, sekarang ini kanker parunya sudah stadium empat, dan masih terus menjalani pengobatan di RSCM.

Berikut ini kutipan yang kubaca dari detikhealth :

 “Sebelumnya, Endang dapat beraktivitas seperti biasa meski divonis sakit kanker paru-paru sejak 22 Oktober 2010 lalu. Namun, kondisinya menurun dan dilarikan ke RSCM pada 20 April 2012.

Saat masih aktif, Endang mengaku vonis penyakit kanker yang dideritanya saat ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Endang tidak menganggap penyakit ini sebagai beban yang akan merintanginya dalam berkarya dan melakukan tugas berat sebagai menteri.”

“Memasuki minggu ketiga masa perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kondisi kesehatan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, belum mengalami kemajuan.

Menkes masih perlu perawatan intensif dan beristirahat total untuk memulihkan kesehatannya.

“Jika dibandingkan dengan minggu lalu memang belum ada perbaikan berarti. Oleh karena itu kami masih meminta kepada beliau agar tetap dirawat di rumah sakit sampai kondisi membaik,” kata Akmal Taher, Direktur RSCM, saat ditemui di Jakarta, Kamis, (26/4/2012).

Menurut Akmal, Menkes dalam keadaan sadar penuh dan masih bisa berkomunikasi dengan baik. Untuk mencukupi kebutuhan makanan dan minuman, tim dokter memasukkan cairan ke tubuh Menkes.

“Beliau masih menjalani program rehabilitasi medik dan terapi lain selain juga obat-obatan untuk menopang semua fungsi tubuhnya,” katanya.

Akmal mengungkapkan, pihaknya tidak bisa berspekulasi tentang kemungkinan kesembuhan Menkes. “Tapi kita akan berikan apapun yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi beliau,” ucapnya.

Menkes memerlukan pengobatan berupa radioterapi atau radiasi secara serial. Selain radioterapi dilakukan pula pemantauan kondisi darah dan metabolisme untuk meningkatkan stamina/ kondisi tubuh.

Menkes mengidap kanker paru sejak okober 2010. Sejak itu Menkes telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri maupun luar negeri, selama kurang lebih satu setengah tahun.

Pengobatan yang selama ini telah dijalani oleh Menkes antara lain radiasi lokal dan bedah beku dengan tujuan mengobati kanker secara lokal dan meningkatkan daya tahan tubuh.”

Sepanjang yang bisa kuketahui, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih adalah orang yang tegar dan optimis. Lagi pula, beliau itu lulusan Harvard lho… Pernah suatu kali kubaca di detikhealth juga, beliau berkata “Memangnya kenapa kalau saya sakit kanker ?” Kalimatnya mungkin tidak persis sama seperti itu, tapi kira-kira pesannya seperti itu lah…🙂 Sebelum ini, selama sakit, beliau juga tetap beraktivitas seperti biasa. Mungkin, sama sepertiku (cie… :)), pasti beliau merasa akan sanggup melalui hari-harinya dan melanjutkan hidupnya (to continue her colourful and beatiful life, maybe ?). Tapi mengapa pada akhirnya, beliau menyerah, dan memilih mengundurkan diri ? Pasti karena beliau sekarang merasa benar-benar sakit. Mungkin memang benar-benar tidak memungkinkan untuk bekerja dalam keadaan stadium 4. Tapi dulu Mbak Sima, stadium 4, tapi masih kemana-mana sendiri, tetap bekerja dan melakukan segalanya sendiri…. (tapi itu dulu….sebelum hari-hari terakhir itu….😦 aduh, jadi pingin nangis :()

Tapi kanker itu memang betul-betul mengerikan, ya ?😦 Setelah 1,5 tahun, setelah selesai semua proses pengobatan di China dulu itu, kankernya datang lagi…..dan naik tingkat jadi stadium akhir ! Berarti terbukti juga, bahwa di negeri manapun kita berobat, kalau mau kambuh ya kambuh aja. Bukan jaminan berobat di luar negeri itu pasti sembuh. Banyak mantan survivor (😦 ) yang dulu berobat di Singapura dan China juga, tapi terpaksa harus menyerah. Bagaimanapun, kegigihan usaha mereka patut ditiru (kalau ada uangnya juga…. :)) Seperti Mbak Sima yang dulu bolak-balik berobat ke Singapura sendirian, padahal sudah stadium 4 juga ! (Oh Mbak Sima…aku kangen sama tulisan-tulisan Mbak… :()

Sebenarnya, awalnya aku sempat speechless waktu baca-baca berita tentang ibu Menkes ini. Tentu saja aku takut kalau pada suatu hari nanti aku juga akan mengalami hal yang sama (Oh no..!!😦 Tolong jangan Ya Allah…😦 Aku nggak mau mengulang kemo lagi… :(). Sejak bulan Maret lalu, saat aku kontrol ke poli tulip dan bertemu dengan dua temanku yang kankernya kambuh lagi itu, belum hilang rasa khawatirku, eh, sekarang malah ditambah kabar begini….😦

Yah, setidaknya, semoga dengan menuliskannya disini, bisa sedikit mengurangi galau hatiku. Amin. Syukur kalau bisa banyak mengurangi. Keep on fighting, keep on praying. 


4 Comments on “Haruskah Menkes Menyerah ?”

  1. gambarpacul says:

    postive thingking aja La….itu lebih menentramkan.

    • Failasufah says:

      Iya sih Mil…aku juga berusaha untuk bisa tetap positif thinking, tapi positif thinking itu terselip diantara rasa cemas dan takut…nggak bisa ngilangin dua yang terakhir itu sama sekali…😦 Anyway thanks ya…🙂

  2. Tetap semangad mbak ela, semoga اللّهُ AWJ mengijabah doa2 mbak … Doaku supaya mbak selalu sehat dan di berikan ketenangan batin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s