Antara “Aku” dan “Saya”

Suatu hari aku baca satu tulisan di sebuah blog, tentang polemik penggunaan kata “aku” dan “saya”. Mana yang lebih pantas dipakai sebagai sebuah kata ganti persona, dalam sebuah blog ? Ada yang bilang kalau kata “aku” itu terlalu kekanak-kanakkan. Penggunaan kata “saya” dipandang lebih halus dan menunjukkan kedewasaan.

Mungkin saja itu benar. Kata “aku” memang terlihat kekanak-kanakkan. Lihat saja seluruh tulisan di blog ini, semuanya menggunakan kata ganti “aku”. Dari tulisan-tulisan itu, orang bisa melihat  betapa kekanak-kanakkannya diriku. Yes, I’m the late thirty childish woman😦 .  Padahal sudah late thirty, masih childish begini🙂. Tapi bukankah kata “aku” itu terdengar lebih personal ? Lebih dekat  (dengan siapa :))? Dan bukankah ini adalah sebuah personal blog? Personal blog milikku sendiri , jadi bebas aja dong, mau pakai kata “aku”, nggak ada masalah buatku.

Aku jadi berpikir, andai saja bahasa inggrisku selancar jalan tol pas lagi nggak macet, aku nggak bakalan pusing dengan pilihan kata “aku” atau”saya.”(emang sekarang pusing ? :)) Aku nggak bakalan malu dibilang childish (emang ada yang bilang ya ? :)). Aku akan tuliskan semuanya pakai bahasa Inggris dan dengan tenang aku akan pakai kata “I”. Nulisnya cuma pakai satu huruf, lagi. Enak banget kan…🙂


2 Comments on “Antara “Aku” dan “Saya””

  1. tutee says:

    mbak faila, semangat terus ya..semoga ujian ini segera berakhir dan dapat sehat seperti sedia kala..saya berdoa untuk kesembuhan mbak faila. *hugs*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s