Keep on Fighting !

Hari selasa dan rabu kemarin aku berada di Yogya, dalam rangka cek up, sesuai jadwal enam bulanan.  Cek up kali ini adalah cek up ku yang kedua, setelah sebelumnya tanggal 6 September 2011. Dua hari sebelumnya, aku dapat telepon dari temanku yang dulu radioterapi bareng, namanya bu Sulastri, dari Kulonprogo. Dia cerita kalau dia disuruh kemo lagi sama dokternya, karena ada indikasi kankernya kambuh lagi dan kali ini menyerang hati. Tadinya dia ca mamae seperti aku. Serem, ya ? Dia tanya, kapan aku ke yogya lagi. Aku jawab rencananya selasa, mau cek lab, usg dan rontgen. Dia bilang hari seninnya dia mau ke Yogya. Aku bilang, semoga kita bisa ketemu ya…

Dan ternyata benar, hari selasa pagi waktu aku antri diambil darah di laboratorium  patologi klinik, aku lihat dia sedang ambil hasil labnya. Wajahnya kelihatan sedih banget. Aku ajak dia duduk, dan dia cerita lagi, bahwa hari itu dia akan temui dokternya, sekalian beli obat kemonya. Dia minta didoakan agar kuat menjalani kemo seri keduanya kali ini. Aku ikut sedih mendengar ceritanya. Aku hanya bisa menghiburnya dengan kata-kata, berusaha untuk bisa menguatkan hatinya dengan mengatakan bahwa Allah yang memberi ujian ini padanya, pasti telah mengukur kemampuan hambaNya, dan bahwa dia harus yakin, dia pasti bisa melalui ini semua. Aku minta dia yakin bahwa usahanya kali ini untuk bisa sembuh, akan berhasil. Bahwa apabila kita sakit, kita diminta oleh agama kita untuk berusaha dengan cara berobat, kepada ahlinya. Jangan pernah berhenti berusaha, berharap dan berdoa untuk sembuh. Hanya itu yang bisa kukatakan…

Esoknya, hari rabu, aku ambil semua hasil pemeriksaan kemarin. Ketika sedang ambil hasil usg dan rontgen, aku ketemu dengan seorang temanku yang lain, kali ini teman waktu dulu kemo sama-sama. Kami kenal wajah, tapi nggak kenal nama. Kami saling bertanya kabar, lalu dia cerita bahwa kankernya kambuh lagi, di ketiak. Dan dia kemo lagi, tapi pakai obat yang diminum, namanya xeloda.  Aku kaget, tentu saja. Secepat itu kanker mereka muncul lagi. Mereka kemo  bareng aku, radioterapi bareng aku….. hanya saja kebetulan keduanya dokternya tidak sama denganku. Tapi ini sepertinya bukan masalah dokternya sama atau tidak, ya. Aku sungguh sangat beruntung, hasil lab kemarin bagus semua, normal semua.

Tapi, sama seperti enam bulan lalu, waktu diperiksa usg sama mbak-mbak residen radologi, aku cerewet banget.  Sebentar-sebentar tanya, “Ada nggak, Mbak, keliatan nggak ?” Apalagi kalo mereka keliatan menatap suatu obyek di layar monitor dengan serius. Soalnya aku benar-benar khawatir kalau terdeteksi ada benjolan, atau apalah yang bisa mengindikasikan kalau ternyata kankerku muncul lagi. Hasil lab ca 15-3 ku 8,8, jadi termasuk normal karena nilai rujukan kurang dari sama dengan 25, termasuk normal. Hanya saja, BUN dan creatinin ku rendah, tapi aku nggak tahu itu indikator untuk apa. Aku malah baru tahu kalo rendah, setelah barusan aku liat lagi fotokopi hasil lab ku.Kemarin aku cuma liat ca15-3 nya saja, karena itu yang bikin deg-degan. Setelah tau itu normal, ya sudah nggak liat lain-lainnya lagi. Harus cari tau nih, BUN dan creatinin rendah itu indikasinya ke mana. Nanti aja tanya ke Mr. Google. Soalnya kalo ketemu dokter malah so many questions left unspoken. Padahal banyak yang “I wonder why i wonder why” banyak yang aku nggak tau, tapi nggak mungkin aku tanyakan semuanya. Nggak mungkin aku berani tanya, “Dok, kenapa kedua teman saya kankernya sudah kambuh lagi, padahal dulu berobatnya bareng dengan saya? “ “Apa yang bisa membuat kanker bisa cepat muncul lagi dok?”atau “Dok, benarkah saya sama sekali tidak boleh makan mi instant lagi ? (soalnya kadang-kadang saya kepingin… :)) Apakah itu yang menyebabkan kanker muncul lagi ? Tapi kedua teman saya itu juga sama sekali sudah tidak pernah makan mi instant lagi kok… tapi bisa kambuh juga kankernya? Berarti bukan karena mi instant dong ?” Ngeyel banget ya? Udah jelas-jelas dibilangin nggak boleh konsumsi MSG dalam bentuk apapun…pewarna, pengawet… atau “Dok, apakah pasien dengan ER dan PR positif, lebih beresiko untuk kambuh dibanding yang keduanya negatif, atau salah satunya negatif ? Soalnya dulu pernah ada pasien yang bilang begitu…” atau,  “Dok, apa yang bisa saya lakukan supaya kanker saya tidak muncul lagi, selain dengan minum tamoxifen ? Soalnya teman kost saya rutin minum tamoxifen, tapi di tahun kedua kankernya juga muncul lagi?” atau “Dok, secara medis, berdasarkan perhitungan dokter, berapa lama lagi saya bisa bertahan sebelum kanker saya bisa muncul lagi ? (Mungkin saja dokter sebetulnya tahu kan ?)” Atau lebih pasti lagi, “Secara medis, menurut perhitungan dokter, berapa lama lagi saya masih bisa bertahan hidup ? (Hii, serem amat :()”. Dan sebetulnya kemarin waktu dokter bilang “Ibu kalau ada keluhan, segera periksa ya.” Aku sebetulnya mau tanya ”Memangnya biasanya orang-orang keluhannya apa Dok ?” karena aku merasa selama ini alhamdulillah tidak ada keluhan.  Aku tidak tahu, apa yang biasanya dikeluhkan orang-orang yang sakit seperti aku. Tapi untungnya aku nggak jadi tanya, karena mungkin akan dijawab “Ya beda-beda, tergantung, tiap orang bisa tidak sama.” Nah, itu bukan jawaban yang ingin kuketahui bukan ? Tapi sebetulnya sih, dokterku itu baik kok. Mungkin saja dia akan menjawab dengan jawaban yang kuinginkan. Ah, sudahlah. Terlalu banyak i wonder why i wonder why. (Jadi ingat tulisannya Richard Feynman : I wonder why, I wonder why. I wonder why I wonder, I wonder why I wonder) Kenapa jadi melantur ke Richard Feynman ya ? Itu buku lama, aku pinjem di perpus dulu, sumpah isinya lucu banget🙂. Nggak nyangka fisikawan bisa lucu banget begitu.

Eit, kembali ke topik. Jadi setelah semua pertemuanku kemarin, dengan teman-temanku, dengan dokter, dengan pasien lain yang duduk di dekatku dan kebetulan sempat ngobrol sedikit, kesimpulannya cuma satu : keep on fighting, and never give up. Never ending fighting, until the end of life. Walaupun seorang survivor telah dinyatakan bersih dari sel kanker, harusnya dia jangan senang dulu. Tetap harus minum obat, kontrol rutin, banyak berdoa agar benar-benar sembuh, dan bukan hanya kesembuhan yang semu. Semoga saja, aku benar-benar sembuh total, ya… Amin…


7 Comments on “Keep on Fighting !”

  1. cacaicaoca says:

    Tetap semangat dan semoga cepat sembuh yah mbak..🙂 nothing is impossible🙂

  2. De2' nadif says:

    Yg sabar ya mbak..mdh2an segera diberi kesembuhan..amin..:)

  3. […] Alhamdulillah, hasil labku baik semua, normal semua. Dokter hanya meresepkan obat rutin yang harus kuminum, yaitu tamoplex dan neurodex. Dan seperti biasa, setiap ke poli Tulip aku selalu bertemu dengan salah seorang temanku, entah teman kemo, entah teman radioterapi, walaupun tidak janjian dulu sebelumnya. Dan aku terkejut ketika kemarin menjumpai bu Sulastri, dari Kulon Progo yang dulu radioterapinya bareng aku. Aku dulu pernah ceritakan juga tentang bu Sulastri ini di judul ini : https://failasufah01.wordpress.com/2012/03/08/keep-on-fighting/ […]

  4. […] berpulang. Aku pernah ceritakan tentang bu Sulastri ini beberapa kali dalam postinganku sebelumnya, di sini dan di […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s