It’s Not The Years in Your Life That Count…

Tak terasa, sekarang sudah bulan Desember ! Sebentar lagi tahun berganti. 2011 akan  berlalu dan 2012 akan menjelang. Seperti yang kukatakan di postinganku dulu, bahwa “hidup adalah kumpulan dari detik demi detik yang dilewati dalam bahagia dan sedih, susah dan senang, sehat dan sakit, sampai tiba saatnya pada detik yang terakhir.” Dan betapa cepatnya detik-demi detik itu berlalu dalam kehidupan kita. Kita bahkan seringkali tidak menyadari lewatnya sang waktu dalam hidup kita, karena asyik tenggelam dalam kesibukan kita sehari-hari.

Seperti sekarang ini, aku baru sadar kalau sebentar lagi tahun akan berganti. Dan usiaku semakin bertambah, yang berarti semakin dekat pada akhir waktuku. Bagiku, sekarang ini aku berada pada kehidupan keduaku. Yes, I think this is my second life, since my last birthday in August. And this is a new me. I’ll never be the same anymore, like before. Here I am, I have to be a stronger person. Aku yang sekarang, harus lebih kuat, lebih tegar dan lebih siap menghadapi hidup, dan apapun yang mungkin akan terjadi di dalamnya.

Hidupku yang lalu, telah mengajariku banyak hal, dan aku harus bisa belajar banyak darinya. Aku baca dari sebuah blog bahwa “Not everything that comes from cancer is negative. I’m told that many people experience what has been termed “post-traumatic experiences”. Some cancer survivors perceive positive change in a number of areas, including personal strength, appreciation of life, new possibilities, empathizing with others and spiritual change”. Dari semua hal di atas itu, yang mana yang sesuai denganku sekarang ? Does it increase my personal strength  ? What about my appreciation of life? Semoga saja, semua hal di atas itu bisa berubah ke arah yang lebih baik.

Seharusnya, sekarang ini aku lebih bisa menghargai hidup. Seharusnya juga, aku bisa lebih memahami bahwa “It’s not the years in your life that count, it’s the life in your years.” Jadi tidak penting sampai usia berapa aku hidup. Tapi bagaimana aku menjalani hidupku dalam sepanjang usiaku sampai detik aku meninggal nanti. It’s about how I live my life.

Aku harus bisa mensyukuri hidupku, bagaimanapun keadaannya. Bila sedang sedih, aku berusaha untuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan, atau membaca koleksi kalimat-kalimat bagus yang memotivasi. Misalnya seperti quote bagus ini : “Stop comparing yourself to others. You’re your own person.” Ada juga yang lain : “You are responsible for your own happiness, don’t put the blame on others if you’re not happy.. Others can not make u happy or sad. It’s your own perspective of life… “ Ada lagi lainnya : “Dear Heart, welcome to the Dunya (World) where you can’t be with everyone you love, you can’t have everything you want & everything is temporary here. But be patient & strive for the Akhirah, where you can have anything that you desire & you can be with whoever you love & the best part is, everything is forever! (Indah bukan ? Semoga saja aku bisa masuk surga, ya. Amin.. :))

Suatu saat ketika sedang blogwalking, tidak sengaja aku sampai di suatu situs pengembangan diri yang bagus banget, tulisan-tulisannya sangat mencerahkan. Blog yang indah itu beralamat di http://positiveprovocations.com/. Disitu, ada satu tulisan yang berisi tentang bagaimana kita seharusnya memandang hidup.

Sang penulis artikel menyarankan kita untuk memandang hidup kita dari sudut pandang seorang anak berumur empat tahun. Mengapa ? Dia mengatakan :

Isn’t a 4 year old’s life perception the best?

  • ~They believe in magic, in imagination, in fairy-tales.
  • ~They never get bored. They can entertain themselves anywhere (even in the loo!).
  • ~They have no regard for money, gizmos, gadgets and all the material possessions, cause one  little notepad and box of crayons can make them travel realms of awesomeness.
  • ~They don’t hold on to pain, nor do they take longer than 1 minute to get back to their normal fun self even if, by chance, something doesn’t go their way.
  • ~They are always excited and open to new and new adventures.
  • ~They are constantly positive and happy. They dont need reason to be happy, they just are.

Jadi itulah kelebihan seorang anak berumur empat tahun, yang tak lagi dimiliki oleh orang dewasa seperti kita. Tapi kata Zeenat, sang penulis artikel berjudul http://positiveprovocations.com/2011/09/29/the-choice-of-embracing-the-child-in-me/ itu, kita bisa memilih untuk tetap memandang hidup, sama seperti mereka. Bisakah kita ?🙂


7 Comments on “It’s Not The Years in Your Life That Count…”

  1. your brother says:

    Nice posting sist….Keep up spirit !!!!
    Do the best what we can do right now because it will be our history in our life…..and Allah will ask about it
    Sist…I still remember when you brought me a book about Jihad in Bosnia , you said “Every human being will die and it a must …but we don’t know when….where…and how…. we will die”
    Anyway, maybe I will go to Thailand in the 9th of December and back again to Indonesia in the 8th of February 2012, please pray for me
    love you
    –your naughty brother–

    • Failasufah says:

      Akbar…thanks for your compliment…dan, kau masih ingat aja dengan kata-kataku dulu banget itu…? OK, selamat berangkat ya bro…aku sebenernya pingin banget bisa nganter ke bandara…tapi nggak bisa, karena tanggal 10 besok aku ngundang guru tamu dari Polines mau ngajar anak-anak… nggak papa ya.. .doaku besertamu.

  2. mae says:

    hi.. nice blog, totally🙂
    salam kenal juga.. razmae.multiply.com

  3. bunda ayu says:

    Salam kenal mbak faila … Tulisannya sangat menyentuh hatiku . Saat ini aku lagi berjuang melawan ca mamae . Alhamdulillah sudah melewati tahap operasi. Sekarang lagi menunggu giliran kemo kedua .

  4. […] kalo ngomong begitu ) Rasanya baru kemarin, ketika di bulan Desember aku nulis postingan tentang “It’s not the years in your life that count, it’s the life in your years” . Tak terasa tiba-tiba sekarang sudah Desember lagi, malahan sudah di pertengahan bulan. Sungguh, […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s