Congratulation My Brother…

Kali ini, aku akan ceritakan tentang adikku. My beloved brother, Akbar Mubarrak yang dulu sudah pernah aku ceritakan juga di sebuah postingan pada bulan April yang berjudul Spend The Last Night With My Brother.

Aku adalah sulung dari lima bersaudara, dan dia adikku yang nomer dua. Bagi kami berlima, untuk bisa kuliah di luar negeri hanyalah sebuah impian yang tak akan pernah mungkin menjadi kenyataan. Kami sudah bersyukur bisa menamatkan S1 tepat pada waktunya, di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang dipilihkan oleh Bapak. Kami adalah anak-anak yang patuh (O, ya ? :)), sehingga ketika Bapak menyarankan agar kami kuliah di IKIP saja, agar menjadi guru seperti beliau, kami menurut (kecuali adik bungsuku yang memilih kuliah di UGM).

Setelah lulus dari IKIP, tentu saja kami menjadi guru. Kami bersyukur tidak kesulitan mencari pekerjaan, karena di mana-mana ada sekolahan, dan guru banyak dibutuhkan. Itu sebabnya, banyak lulusan dari perguruan tinggi non kependidikan yang kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan ijazah mereka, akhirnya menjadi guru, dengan mengambil kuliah akta IV. Sehingga banyak SE, SH dan SP yang jadi guru. Sangat tidak adil bukan ? Harusnya yang boleh jadi guru itu hanyalah lulusan dari perguruan tinggi kependidikan, yang sudah sejak awal memang berniat untuk menjadi guru.

Adikku itu, menjadi seorang guru bahasa Inggris di sebuah SMK Negeri di Purworejo. Dua tahun yang lalu, dia ikut seleksi beasiswa S2 dari SEAMOLEC. Dan diterima. Dua bulan lagi sebetulnya S2 nya selesai, tapi kemungkinan besar mundur karena dia mendapat tawaran bekerja di SEAMOLEC, dan bulan depan dia diminta bertugas di Thailand, dan dia juga mendapat tawaran beasiswa S3 di Kanada, untuk tahun depan.

Wow..! Kuliah S3 di Kanada ! Negeri maple merah ! Membayangkannya saja mungkin dia belum pernah. Aku mengenal kanada lewat cerita Ahmad Fuadi di novel Ranah 3 Warna nya. Dan Akbar akan kesana ! Adikku akan seperti Ahmad Fuadi, seseorang yang berani bermimpi dan berani berusaha untuk mewujudkan impiannya. Rupanya selama kuliah S2 ini, dia berusaha agar mendapat prestasi yang terbaik. Dan dia sudah mendapatkan impiannya. Aku katakan padanya “For me, it’s only just a dream to get a scholarship abroad, but not for you. It’s your future. I’m proud of you. Congratz my bro !” Dia menjawab, “Thanks my sist, but it’s still planning, I don’t know what will be happen tomorrow. I just do the best what I can do. Thanks for your support.”

Selamat ya dik, semoga semua prosesnya berjalan dengan baik dan lancar, dan mendapat kemudahan. Sekarang saatnya kau mendapatkan pengalaman dan ilmu yang lebih banyak, walaupun harus menempuh perjalanan yang jauh. Terbanglah jauh tinggi, gapailah awan, dan kembalilah bila nanti saatnya telah tiba. Doa kakak menyertaimu selalu.


4 Comments on “Congratulation My Brother…”

  1. gambarpacul says:

    waah..seneng yah……trus pegawe negrrinya gimana?

  2. Akbar says:

    Ya Allah…makasih ya mba atas semua supportnya, semoga semua berjalan lancar tanpa ada hambatan…Amin…Insya Allah jum’at 21 oct aku ngurus passport trus minggunya ke Cilacap pinjam tas🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s