Dan Ketentuan Takdirpun Berjalan…

Pagi ini, Jumat, 22 Juli 2011, seluruh warga sekolahku berduka. Seorang siswi bernama Annisa Nur Arviyantari, yang kebetulan juga putri dari bu Navy, seorang teman guru, meninggal tadi malam setelah sempat dirawat di RSUP Sardjito. Arvi sakit jantung sudah lama, sejak umur balita. Dan beberapa minggu terakhir, ada komplikasi ke ginjalnya. Bu Navy sudah mengupayakan berbagai usaha maksimal untuk pengobatan putrinya, sejak kecil. Dan rupanya, Allah berkenan mengambil kembali Arvi di usianya yang ke 17. Selamat jalan Arvi…semoga kau kelak menjadi salah satu dari bidadari surga. Amin…

Dan tadi pagi, aku tidak bisa menahan tangis selama prosesi pelepasan jenazah berlangsung. Mendengar kata sambutan dari pihak keluarga yang sangat menyentuh hati, dari pihak lingkungan sekitar dan dari pihak sekolah. Mendengar kajian dan doa yang dibawakan oleh Ustadz Askan, melihat bu Navy yang sangat berduka dan terus menangis, dan akhirnya beliau bahkan pingsan ketika jenazah dibawa pergi ambulans ke pemakaman.

Akhir-akhir ini, setiap kali takziah, aku juga selalu membayangkan andaikata akulah si mayit itu. Aku menyadari masih banyak kekuranganku, bekalku belum cukup untuk dibawa mati. Masih banyak dosa-dosaku, dan aku bahkan tidak tahu apakah seluruh amalanku selama ini diterima atau tidak. Aku hanya bisa berdoa agar kelak aku diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah. Amin. Pagi ini aku menyadari bahwa bagaimanapun usaha kita, ketentuan takdir akan tetap berlaku.

Ada satu hal lain lagi yang membawaku pada kesadaran itu. Yaitu kesimpulan yang kuambil dari tanya jawabku dengan seorang dokter onkologi. Siang ini, sepulang dari sekolah, aku buka facebook. Di postingan sebelumnya, aku sudah pernah cerita kan, kalo aku beberapa kali tanya-tanya di blog milik dokter bedah, baik bedah umum maupun bedah onkologi (karena ada begitu banyak pertanyaan yang aku tidak tahu jawabannya, jadi harus tanya). Dan aku juga pernah cerita bahwa ada beberapa dokter yang memiliki akun facebook. Dan salah seorang dari beliau adalah dr. Bahar Azwar, SpB (K)Onk, yang punya web di www.suaradokter.com. Dan kebetulan beliau adalah salah seorang teman facebook ku.

Sebetulnya, beberapa kali ketika aku online sebelumnya, aku tahu bahwa beliau juga sedang online. Beberapa kali juga sempat terpikir untuk bertanya melalui chat box, untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang aku pikirkan. Hanya saja, rasanya sungkan untuk bertanya di chat box.

Tapi siang ini, ketika aku online dan aku lihat beliau juga online, aku beranikan diri untuk bertanya. Ternyata beliau menyambut baik semua pertanyaanku, dan tidak pelit informasi. Beliau menjawab semuanya, dengan terus terang, jujur dan apa adanya.

Berikut ini adalah kutipan tanya jawab tersebut, di chat box dan message box.

FS : Assalamualaikum dokter…saya pasien ca mamae (survivor) yang pernah tanya di blog dokter…bolehkah saya tanya lagi di chat ini ?

Dr. Bahar : boleh Mbak

FS : Kalau boleh tahu sebetulnya makanan apa yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi oleh survivor ca ? Apakah hanya yang mengandung pengawet, perasa dan pewarna ? Soalnya banyak yang memberitahu saya tidak boleh makan daging, tape, durian, kelengkeng…apakah memang ada pengaruhnya bila makanan tersebut dikonsumsi ? Sebelumnya terimakasih atas jawaban dokter..

Dr. Bahar : khusus untuk kanker payudara tidak ada pantangan

FS : oh, terimakasih dok…mungkin kalau ca colon ya ? Terus saya kan ER positif…bolehkah tetap mengkonsumsi makanan yang mengandung estrogen seperti kedelai dan hasil olahannya, juga terong ?

Terus obat anti estrogen saya merknya ganti2 dok, kadang tamoplex, kadang tamofen, terus ada satu lagi saya lupa namanya tapi semua kandungannya sama tamoxifen 20 mg..nggak papa kan dok..?

Dr. Bahar : nggak apa2 Mbak mengenai obat itu sama hanya berbeda pabrik saja

FS : Terus makanan yang mengandung estrogen itu nggak papa dok ?

Dr. Bahar : bahan itu kan dari tumbuh2an ya nggak apa-apa. Selain itu masalahnya bukan yang dimakan tetapi hormon yang dihasilkan oleh tubuh

FS : oh ya dok…terimakasih jawabannya…. boleh tanya lagi dok…sebetulnya faktor apakah yang membuat seseorang kankernya bisa kambuh kembali ? saya berobat di poli tulip sardjito dan disana saya banyak bertemu dengan pasien yang kankernya kambuh kembali setelah 3 th atau 4 th.. walaupun saya pernah bertemu juga dengan survivor yang sudah 10 th dari waktu pengobatan, masih sehat. Adakah yang harus saya lakukan agar kanker tidak kambuh selain minum anti estrogen ? Karena mereka yang kambuhpun tidak berhenti minum tamofen, tapi tetap kambuh juga..?

Bahar Azwar 22 July at 14:51

Wah itu tergantung jenis dan luas sewaktu memulai pengobatan Mbak

Faila Sufah 22 July at 14:55

Tapi dok, ada yang sewaktu memulai pengobatan baru stadiun 2B, ternyata 3 th berikutnya sudah stadium 4, sudah ke tulang… Padahal saya sewaktu memulai pengobatan stadium 3 A dok, TNM nya T3N1M0…

Bahar Azwar 22 July at 14:56

selain stadium kanker itu bermacam-macam jenisnya seperti halnya keganasannya

Faila Sufah 22 July at 15:00

kalo saya invasif ductal carcinoma grade 2, dok, ER, PR dan HER2 semuanya positif. saya kemo doxo dan brexel 6 kali diseling dengan herceptin 8 kali, lalu radioterapi 25 kali. semuanya sudah berakhir awal Mei kemarin, dimulai dari operasi september 2010 dulu. Kalau saya boleh tahu, berapa persen dari pasien dokter yang kasusnya sama dengan saya, yang mengalami kekambuhan kembali ?

Bahar Azwar 22 July at 15:02

hampir semua ada yang ssd 3 tapi ada juga ssd 15 thn

Faila Sufah 22 July at 15:08

Mereka kasusnya sama dengan saya ya, dok? Sama2 grade 2 dan stadium 3A juga ? Apakah yang sesudah 3 th lebih banyak bila dibandingkan dengan yang sesudah 15 th ? Terus menurut dokter, mereka yang kambuhnya sesudah 15 tahun itu bagaimana orangnya, perbedaannya dengan yang kambuhnya 3 th ? Maaf dok pertanyaan saya banyak banget, soalnya saya benar-benar ingin tahu…tentu saja saya khawatir…dan saya menghargai keterusterangan jawaban dokter..

Faila Sufah 22 July at 15:10

Satu lagi dok…bolehkah tanya jawab ini saya muat di blog saya ?

Bahar Azwar 22 July at 15:10

nasib saja Faila

Bahar Azwar 22 July at 15:10

umur Faila berapa dan kawan itu berapa?

Faila Sufah 22 July at 15:11

saya Agustus besok 37 th dok, teman saya yang kambuh lagi 57 th dok..

Bahar Azwar 22 July at 15:12

biasanya lebih muda lebih ganas dan lebih cepat kambuhnya, jadi waspada sangat penting

Bahar Azwar 22 July at 15:13

boleh saja Ila tapi tolong cantumkan website saya,www.suaradokter.com

Faila Sufah 22 July at 15:19

Inggih dok…saya juga sudah masukkan blog dokter di link blog saya, bersama blog dokter Eka Kusmawan, Mbak Titah Rahayu, dokter M. Aleq Sander, dan lain-lainnya. Terimakasih atas kesediaan dokter menjawab semua pertanyaan saya. Lain kali kalau saya ingin tanya-tanya lagi, semoga dokter juga berkenan untuk menjawab. Sekali lagi, terimakasih dok…O,ya dok..blog saya di failasufah01.wordpress.com

Dan berakhirlah tanya jawab ini. Dan kesimpulan yang kuambil itu, bahwa bagaimanapun usaha kita, ketentuan takdir tetap berjalan. Tapi tentu saja kita diwajibkan untuk tetap berusaha secara maksimal, dan tidak boleh menyalahkan takdir. Harus bisa tetap bersabar dan bersyukur atas segala kejadian yang menimpa di sepanjang perjalanan hidup. (Sok wise banget ya… :)) Semoga aku bisa menjalani semuanya, dengan tetap sabar dan tetap bersyukur. Amin…


7 Comments on “Dan Ketentuan Takdirpun Berjalan…”

  1. gambarpacul says:

    Kuncinya memang di sabar La…..karena Allah hanya bersama orang-orang yang bersabar, bersama berarti tak ada jarak, dan apapun bila bila bersama-Nya akan mudah.
    Tapi alangkah susahnya sabar itu. Sabar berarti kosong, suwung dalam bahasa jawa, lapang dada dalam bahasa indonesia dan orang jawa punya ungkapan yang mendekati arti sabar, yaitu Legawa, lega berarti kosong dan legawa berarti kekosongan itu di bawa kemanapun kita pergi, apapun harus legawa, legawa berarti tidak tersentuh apapun, tidak tergores apapun, tidak terbebani apapun, diomong orang ya monggo, di benci orang ya monggo, di puja orang ya monggo semua dijalani dengan lega. tak pernah marah, membenci, buruk sangka, Intinya sabar itu mengalahkan diri sendiri, menghilangkan ke-Aku-an, atau Ego, tidak ada aku yang ada hanya Allah semata. itulah hakekat orang yang berserah diri, menyerahkan sepenuhnya pada Allah, namanya juga orang menyerah, menyerah berarti tak ada tuntutan, kita tak pernah menuntut apapun pada Allah, kalo masih ada tuntutan berarti kita belum termasuk orang yang berserah diri. Dan islam artinya pun sama berserah diri, damai.

    waah…maap malah kaya orang ceramah La……….btw tetap semangat yah dan teruslah belajar bersabar……..

  2. Failasufah says:

    Wah Emil…mantep deh ceramahnya…🙂 Makasih banyak ya…atas supportnya… Semoga aku bisa sabar ya Mil…memang sulit banget ya… bersabar dan bersyukur whatever happen….

  3. rindoetz says:

    tumben emil hora nulis nganggo bhs ejaan yg blom disempurnakan…ben sing maca mumetz

  4. Failasufah says:

    Soalnya Emil kasihan sama aku Rin…dia tau kalo nantinya aku bakalan mumet banget baca gaya tulisannya yang kaya orang Belanda ketinggalan itu….🙂 Temen-temennya sesama Belanda udah pada balik ke negerinya…eh..dianya kebetahen di sini…🙂

  5. niea says:

    mudah-mudahn selalu diberi kesbran ya bu….tetp optimis n smgd…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s