Back To Yogya (Again)

Yes, I think I have to write down about this, to make me feel better. Actually, it’s about my sad feeling after I went to Yogya yesterday. Jadi aku mau ceritakan aja deh bahwa kemarin, aku ke Yogya lagi untuk menemui dokter onkologiku, dalam rangka kontrol bulanan dan minta resep lagi, karena obat tamoplex ku hampir habis. Ya, setelah hampir sebulan merasa seperti orang sehat, akhirnya aku disadarkan bahwa aku itu orang yang punya penyakit dan punya ketergantungan sama obat tamoplex (betapa menyeramkan :)). Yang membuatku sadar itu, adalah jumlah obat tamoplex ku yang tinggal tiga butir. Jadi, aku bilang suamiku bahwa “kita harus segera ke Yogya.” Suamiku mau menemani, asal harinya Jumat. Selain hari itu, dia banyak pekerjaan, nggak enak kalo ijin. Ya sudahlah, akhirnya Jumat pagi dini hari (jam 03.00 WIB) kami berangkat, pake bis efisiensi.

As usual, seperti bulan-bulan yang lalu ketika kontrol bulanan, saat masuk ke poli tulip, ada semacam perasaan nggak enak hati. Ada sedih dan takut dan sedikit trauma. Ingat saat harus kemo di situ dan kondisiku kalau seminggu sesudah kemo, saat harus suntik leukoken setiap hari. Setelah mendaftar, aku duduk di ruang tunggu, menunggu dokter datang. Waktu menunggunya lama, untung aku sudah antisipasi, bawa buku untuk dibaca. Dan untungnya lagi, aku ketemu dengan tiga orang teman kemoku, bu Suharwiyati, Mbak Artiwi dan satu lagi ibu-ibu, sayang aku nggak tahu namanya. Jadi bisa tukar cerita, ngobrol banyak.

Bu Suharwiyati operasi mastektominya sudah lama, tahun 2008. Dan ternyata kankernya kambuh lagi, menyerang tulang. Buatku, itu sungguh menyeramkan. Beliau sudah infus zometa, obat penguat tulang. Dan kemarin, beliau menunggu hasil bone scan terbaru. Dengan hati berdebar, kami berdua membaca hasil itu, yang diambilkan oleh putrinya dari poli radiologi. Aku sedih dan ikut prihatin ketika membaca kesimpulannya : tampak bone metastase. Sel kankernya terlihat di tulang !

Tapi sungguh, beliau itu benar-benar orang yang sabar. Aku yakin beliau sangat sedih dan kecewa dengan hasil itu. Tentunya beliau  ingin agar hasilnya negatif, bahwa tumor yang menyerang tulangnya sudah hilang. Tapi betapapun kecewanya, beliau tidak menampakkannya. Beliau hanya bilang, “Nggak papa, memang harus sabar… yang penting jangan putus asa berobat…” Sungguh luar biasa.

Hal lain yang kemarin membuatku sedih adalah kabar bahwa temanku yang lain, bu Sri Suryandari, sudah meninggal ! Beliau tahun 2009 sakit kanker ovarium, sudah operasi, dan kemo. Tapi kambuh lagi, dan aku tahu beliau kembali kemo, juga berobat rawat inap beberapa kali, tapi akhirnya….mungkin memang sudah takdirnya. Sungguh aku sedih mendengar kabar itu. Pertama kali aku bertemu beliau adalah di gedung Radiopoetro, depan RSUP Sardjito. Kami sama-sama sedang mengambil hasil Lab Patologi Anatomi. Ternyata kebetulan beliau berasal dari kota yang sama denganku. Kami cepat akrab, dan sering ketemu kalau kebetulan jadwal berobatnya sama. Tapi sekarang, setelah ini, aku tak akan pernah lagi bertemu dengannya. Dan kesadaran akan hal ini membuatku sedih.

Masih ada satu hal lain lagi yang kemarin membuatku sedih. Ucapan dokterku bahwa kankerku masih bisa kambuh. Sebenarnya beliau cuma bilang, “Ibu minum obat tamoplexnya jangan sampai putus, ya. Soalnya kalo obatnya berhenti, kankernya bisa kambuh lagi,” Waktu itu aku bilang “Nggih Dok, terimakasih.” Sekalian pamit balik kanan jalan menuju pintu. Tapi mungkin karena perasaanku yang lagi sensi, rasanya aku jadi sedih banget. Dalam hati aku teriak “Iya, aku sudah tahu. Tolong jangankan ingatkan aku lagi tentang hal itu. Jangan buat aku takut..” Sumpah saat itu aku merasa sangat sedih dan takut. Dasarnya memang sekarang aku jadi punya swing mood juga…mungkin gara-gara efek obat tamoplex itu.

Aku tahu, sebenarnya dokter itu nggak ada maksud sama sekali untuk menakut-nakuti. Beliau cuma mengingatkan aja, agar aku disiplin minum obat. Soalnya, dilihat dari rekam medisku, bulan kemarin kosong, nggak tercatat ada kunjungan. Memang bulan kemarin aku minta resep tamoplexnya bukan ke beliau, tapi ke dokter radiologi… sebenernya sih harusnya ke dokter tulip…Cuma, bulan kemarin itu, rujukan askes yang untuk ke tulip kelupaan nggak kebawa… yang kebawa cuma rujukan untuk ke poli radioterapi…

Dan yang terakhir…yang membuat bad moodku bertambah adalah…aku nggak kebagian tiket bis untuk pulang! Sudah dari Sardjito sore banget, jam empat, karena antri obatnya lama banget…sampai ambar ketawang sudah jam setengah lima lebih, kirain bisa pulang pake bis efisiensi yang jam lima…eh, ternyata tiket bis yang ada tinggal untuk yang berangkat jam delapan! Jadwal yang jam lima, enam dan tujuh sudah penuh semua ! Bayangkan, empat jam di ambar ketawang nungggu bis ! Tapi lagi-lagi “Ya sudahlah…memang jalan cerita untuk hari itu harus seperti itu.” Pasrah banget ya ?

Sebenernya sih aku gemes banget dan marah sama diri sendiri. Kenapa sih nggak berpikir antisipatif ? Nggak kepikiran telepon dulu pesen tiket ? Sudah tahu kalo menjelang weekend itu bis efisiensi mesti penuh, apalagi ini akhir musim liburan juga…? Kenapa juga mesti berangkat hari Jum’at ? Kenapa nggak hari lainnya, sebelum Jum’at, walaupun terpaksa harus sendirian ? Memang suamiku kemarin juga bilang, “Dulu kan berani sendirian ke Yogya bolak-balik ? Kenapa sekarang nggak berani ?” Iya sih, dulu aku pernah beberapa kali terpaksa harus sendirian bolak-balik Yogya – Clp untuk kontrol menjelang kemo dan kemo esoknya. Pernah juga ditemani pembantuku. Tapi kemarin itu rasanya aku nggak sanggup kalo harus berangkat sendirian lagi… Inilah akibatnya kalau terlalu tergantung sama orang lain. Padahal aku tahu, ‎”Don’t depend too much on anyone in this world because even your own shadow leaves you when you are in darkness.” [Ibn Taymiyyah]. Jadi mungkin seharusnya aku berangkatnya hari rabu atau kamis, walaupun terpaksa harus sendiri. Tapi, kalau aku berangkatnya bukan kemarin, mungkinkah aku bisa ketemu dengan tiga orang teman kemoku ? Jadi, sekali lagi, I guess that’s just the way the story goes…sudah skenarioNya…

Aku berharap semoga bulan depan semua urusanku di Yogya lancar dan diberi kemudahan.. Amin…Because I have to go back to Yogya again and again…


7 Comments on “Back To Yogya (Again)”

  1. PAP says:

    I know talking is easy, Ela, but that’s how we do our little support. Yg sabar ya. To me you are so strong bisa menjalani hidup dgn penyakitmu. Mungkin hrs lebih byk berpikir hal2 yg fun gitu biar ga sedih n bad mood🙂. Semangat ya! Keep writing!

  2. Failasufah says:

    Thanks Puri…your support means a lot to me..You’re the one of my best friends… Still, I can face the world with smile🙂

  3. rini nurdiana says:

    semangaaaaaadddddddd….we luv u elaaaaaa

  4. Failasufah says:

    Oh, thank’s Rini…love you too…! You’re the one of my best friends too, of course…

  5. rindoetz says:

    realyyyy…..wow….*nekoratahkebanggeden

  6. kris says:

    its a great blog for me:)
    ga sengaja iseng iseng cari bacaan ketika suami sedang sibuk untuk meeting:)

    hey salam kenal aku krispy:) ehhhh semanggggggggaaaaaattttttt buat mb….fai ya…
    hidup tak selamanya indah (maaf nyuri kata2 mb),tapi hidup adalah sebuah anugrah,DIA lah yang memberi kita sakit DIA juga lah yang menyembuhkan kita,jangan lah terlena akan keindahan yang mematikan dan janganlah larut dalam duka akan kesakitan,terlalu banyak rahasia yang kita tidak pernah tau sebagai manusia….

    aku ada sedikit penyemangat buat mbak…aku tau mbak orang yang hebat..

    Bahan Renungan untuk Anda, sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja… Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…

    Aktivitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita, seolah kita lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tahu kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita?

    Semoga kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadisthnya yang lain, beliau bersabda “wakafa bi almauti wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

    Suara yang didengar mayat

    Yang akan ikut mayat adalah tiga hal yaitu: 1) Keluarga; 2) Hartanya, dan 3) Amalnya.

    Ada dua hal yang kembali, yaitu keluarga dan hartanya sedangkan satu akan tinggal bersamanya, yaitu amalnya. Oleh karena itu, ketika roh meninggalkan jasad, maka terdengarlah suara dari langit memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..

    Apakah engkau yang telah meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkanmu?
    Apakah engkau yang telah menumpuk harta kekayaan, atau kekayaan yang telah menumpukmu?
    Apakah engkau yang telah menumpuk dunia, atau dunia yang telah menumpukmu?
    Apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah menguburmu?

    Ketika mayat tergeletak akan dimandikan, maka terdengar dari langit suara memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan…

    Mana badanmu yang dahulunya kuat, mengapa kini terkulai lemah?
    Mana lisanmu yang dahulunya fasih, mengapa kini bungkam tak bersuara?
    Mana telingamu yang dahulunya mendengar, mengapa kini tuli dari seribu bahasa?
    Mana sahabat-sahabatmu yang dahulu setia, mengapa kini raib tak bersuara?

    Ketika mayat siap dikafankan, maka suara dari langit terdengar memekik,”Wahai Fulan Anak Si Fulan…

    Berbahagialah apabila kau bersahabat dengan ridha
    Celakalah apabila kau bersahabat dengan murka Allah

    Wahai Fulan Anak Si Fulan…

    Kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal
    Kau telah keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali selamanya
    Kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan

    Ketika mayat diusung, maka terdengar dari langit suara memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..

    Berbahagialah apabila amalmu adalah kebajikan
    Berbahagialah apabila matimu diawali tobat
    Berbahagialah apabila hidupmu penuh dengan taat.”

    Ketika mayat siap dishalatkan, maka terdengar dari langit suara memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..

    Setiap pekerjaan yang kau lakukan kelak kau lihat hasilnya di akhirat
    Apabila baik maka kau akan melihatnya baik
    Apabila buruk, kau akan melihatnya buruk

    Ketika mayat dibaringkan di liang lahat, maka terdengar suara memekik dari langit,”Wahai Fulan Anak Si Fulan…

    Apa yang telah kau siapkan dari rumahmu yang luas di dunia untuk kehidupan yang penuh gelap Gulita di sini?

    Wahai Fulan Anak Si Fulan….

    Dahulu kau tertawa, kini dalam perutku kau menangis
    Dahulu kau bergembira,kini dalam perutku kau berduka
    Dahulu kau bertutur kata, kini dalam perutku kau bungkam seribu bahasa

    Ketika semua manusia meninggalkannya sendirian, maka Allah berkata kepadanya, “Wahai Hamba-Ku..

    Kini kau tinggal seorang diri
    Tiada teman dan tiada kerabat
    Di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap
    Mereka pergi meninggalkanmu seorang Diri
    Padahal, karena mereka kau pernah langgar perintahKu
    Hari ini,….
    Akan Kutunjukkan kepadamu
    Kasih sayang-Ku
    Yang akan takjub seisi alam
    Aku akan menyayangimu
    Lebih dari kasih sayang seorang ibu kepada anaknya

    Kepada jiwa-jiwa yang tenang Allah berfirman, “Wahai jiwa yang tenang

    Kembalilah kepada Tuhanmu
    Dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya
    Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu
    Dan masuklah ke dalam jannahKu

    smoga bermanfaat ya mb:) maaf klo salah juga..
    jika ad waktu mungkin bisa beli majalah trubus bulan oktober,ada liputan tentang antioxidant dari kulit manggis,dulu aku menemukan ini juga tidak sengaja,untuk temen dekatku yang kena kanker mulut rahim stadium 3

    • Failasufah says:

      Mbak Kris…salam kenal bailk ya…🙂 Terimakasih sudah berkunjung kesini, terimakasih atas pujiannya, terimakasih juga untuk renungannya..sangat menyentuh.. dan terimakasih juga untuk info kulit manggisnya…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s