You Are What You Eat

Bukannya “you are what you think ?”  Itu juga bener sih, tapi aku lagi pingin cerita tentang “you are what you eat”. Kalau kau makan makanan yang sehat, kau juga akan sehat. Begitu kira-kira maksudnya. Atau bisa juga “keadaan dirimu mencerminkan apa yang kau makan”. Semacam itulah.

Dulu, sewaktu aku kontrol pertama sesudah operasi, dokter bilang kalo setelah pengobatan selesai nanti, aku nggak boleh lagi makan makanan yang mengandung pewarna, pengawet, dan perasa buatan. Jadi, harusnya makanan yang aku makan adalah makanan yang sehat dan alami. Apakah sebelumnya aku banyak makan makanan yang nggak sehat ? Mungkin….nggak banyak sih….tapi setelah mengingat-ingat pola makanku, memang bener, banyak nggak sehatnya sih…

Yah…siapa sih orang jaman sekarang yang nggak pernah konsumsi mi instan? Mungkin ada…tapi pasti sedikiiit…sekali dan dia termasuk jenis manusia langka. Apalagi buat ibu bekerja yang sibuk seperti diriku (cie…sok sibuk nih… :)). Dulu sering, pagi hari aku siapin sarapan cuma dengan telor ceplok (atau dadar) dan mie goreng instant (Ada satu produk favoritku yang aku suka banget rasanya, tapi nggak aku sebut merk disini…nanti dikira iklan… :)). Walaupun ada pembantu yang masak, kadang-kadang aku masih beli masakan di luar yang jelas-jelas masaknya pake MSG. Sama aja ding…wong pembantuku juga kalo masak pake MSG… atau kadang juga pake bumbu instant…

Setelah dikasih tau sama dokter seperti itu, aku merubah pola makanku. Sebisa mungkin aku menghindar dari ketiga zat terlarang tersebut di atas. Aku sengaja tidak pernah membeli bumbu instant lagi, memberitahu pembantuku kalo masak nggak usah pake MSG, berusaha untuk tidak membeli makanan yang mengandung pewarna buatan, tapi nggak bisa berhenti membeli mie instant. Lho ?! Iya…soalnya keponakanku yang tinggal di rumahku suka banget sama mie instant… Nggak tiap hari dia konsumsi sih…tapi bisa dibilang dalam satu minggu pasti ada sekali dua kali dia bikin mie instant.

Dulu, saat aku masih kemo, dokter bilang bahwa aku nggak ada pantangan makanan apapun. Pokoknya selama masih kemo, boleh makan apa aja (yang bener aja ya…masa boleh makan apa aja ? Kan nggak mungkin makan kertas…bolpen…buku…? :)). Aku udah seneng aja, nggak ada pantangan makan kan…? (emang sebenernya doyan makan… :)) Tapi kenyataannya…kalo seminggu setelah kemo…bener-bener deh… Bener-bener gak mau makan apa-apa..! Cerita lengkapnya ada disini nih.

Dan sekarang ini, aku coba untuk hidup lebih sehat, makan makanan yang sehat dan alami…banyak makan buah… (lebih banyak dari sebelum kena kanker) Dibanyakin makan wortel, buncis, brokoli dan apel malang (katanya bagus tuh untuk penderita kanker) Juga minum susu kedelai (walaupun Estrogen Reseptorku positif, tapi kata dokter aku tetap boleh makan makanan yang mengandung estrogen, seperti misalnya kedelai).

Pagi hari, siapin sarapan seringnya masih dengan telur ceplok atau dadar, tapi mie gorengnya masak sendiri, dikasih kubis, wortel, tomat, muncang, ketimun dan caisim. Kalo sempet, masak tumis brokoli dan wortel. Sebisanya diusahakan nggak beli makanan di luar (kecuali terpaksa banget :)). Pokoknya sekarang, harus bener-bener hati-hati deh kalau makan. Because you are what you eat…🙂



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s