Life Is To Learn

Rupanya bagiku, kalimat “Life is like a book, everyday has a new page, new lesson to learn” benar-benar berlaku. Misalnya dalam hal blogging. Awalnya, blogku ini sangat standar. Lalu, aku belajar  untuk mengembangkannya, berganti-ganti themes sampai menemukan yang kuanggap cocok, menambah background, menambah widget sampai sekarang akhirnya malah jadi terlalu “rame”. Translatornya aja ada dua macam, yang bentuk benderanya bulat-bulat dan kotak-kotak. Sengaja aku buat dua, karena ada bahasa yang di bendera bentuk bulat tidak ada, tapi ada di bentuk kotak. Biarlah keduanya saling melengkapi.

Aku menambah blogroll, mengisinya dengan blog-blog yang sering aku kunjungi sejak mendapat diagnosa ca mamae. Yang pertama, http://bedahunmuh.wordpress.com/, adalah salah satu blog yang sering kukunjungi untuk bertanya tentang segala yang ingin aku ketahui. Aku menyukai respon jawaban dari adminnya, Dr. M. Aleq Sander, yang cepat dari setiap pertanyaan yang kuajukan. Berikutnya, blog yang diberi judul Cancer Sucks, alamat URLnya di http://ayomari.blogspot.com/ adalah blog milik T. Sima Gunawan, wartawati The Jakarta Post yang sakit kankernya sudah stadium 4, tetapi dia tetap gigih berjuang untuk bisa bertahan hidup. Dr. Bahar Azwar, adalah dokter “gaul” yang alamat URLnya di http://www.suaradokter.com/. Aku pernah juga menanyakan sesuatu lewat blognya, dan dijawab lumayan cepat juga.  Kenapa kubilang dokter gaul, karena beliau punya akun facebook lho, sama kayak Dr. Eka Kusmawan di blognya yang berjudul Surgeon dan alamatnya di http://spesialisbedah.com/. Aku heran, sempat juga ya para dokter itu ngeblog dan fesbukan.

Kalau di http://yusufheriady.blogspot.com/ milik Dr. Yusuf Heriady, ada artikel lengkap tentang kanker. Bisa juga tanya-tanya di situ, tapi aku belum pernah coba. Selanjutnya, http://mimi-breastfriend.blogspot.com/, dan http://kankerpayudara.wordpress.com/ adalah blog milik survivor yang sangat bermanfaat untuk mencari informasi seputar ca mamae. Begitu juga dengan http://rumahkanker.com/ milik Mbak Titah Rahayu (walau bukan survivor, tapi beliau concern dengan masalah kanker). Kalau  Faila’s Blog di http://failasufah02.wordpress.com/, itu sih my second blog…🙂

Dalam beberapa hari terakhir ini, kalau sedang nggak ada kerjaan, aku utak-atik blogku. Nggak di sekolah, nggak di rumah, sama aja. Tadinya, kalau sedang blogwalking, kubandingkan blogku dengan blog yang kukunjungi. Di tempat mereka ada visitor counter, flag counter, translator dan lain-lain. Lalu aku tanya-tanya ke Mr. Google, gimana cara membuatnya ? Langsung dapat jawaban banyak banget…sampai bingung sendiri mau mulai dari mana. Akhirnya, setiap hari aku coba buat satu-satu. Akhirnya jadilah seperti yang sekarang ini. Cuma aku heran dengan translatorku, kadang berfungsi kadang enggak. Lalu sekarang  saat aku nulis postingan ini, di live traffic feed terdeteksi ada pengunjung dari California, United States, tapi kok di flag counter tidak terdeteksi…nggak ada bendera Amerika di sana… Are there anything wrong ?


5 Comments on “Life Is To Learn”

  1. gambarpacul says:

    okelah semoga makin betah aja La………

  2. Failasufah says:

    Emil…di flag counter ada bendera korea…aku tau pasti dirimu yang baca blogku. Thanks ya…

  3. gambarpacul says:

    hi..hi….jadi rame blognya……bagus

  4. Failasufah says:

    Iya nih..rame banget…kau juga bikin dong Mil…biar rame juga..🙂

  5. […] tanya jawabku dengan seorang dokter onkologi. Siang ini, sepulang dari sekolah, aku buka facebook. Di postingan sebelumnya, aku sudah pernah cerita kan, kalo aku beberapa kali tanya-tanya di blog milik dokter bedah, baik […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s