Kadar Ujian

Siang tadi aku bertemu dengan Yanti, salah seorang sahabatku dari masa SMA. Pertemuan yang sangat jarang bisa terjadi, karena dia bekerja dan tinggal di Jakarta. Kami langsung ngobrol, saling bertukar cerita. Banyak cerita, sehingga seolah-olah takkan cukup waktu untuk mengobrol. Seperti semua temanku yang lain, ketika pertama melihatku dia tampak sedikit kaget. “Kau kurus sekarang.” “O,ya ? Nggak kok. Aku cuma lebih langsing aja.” kataku. Sebelumnya juga memang aku nggak terlalu gemuk kok. Biasa aja.

Dia tahu segalanya tentang aku, karena dia sahabatku. Kadang, bila aku ada tugas sekolah untuk pergi ke Jakarta entah untuk workshop, diklat atau uji kompetensi, aku sempatkan untuk bertemu dengannya. Sebaliknya, aku juga tahu semua kisah dalam hidupnya selama ini, karena walaupun jarang bertemu, kami tetap terkoneksi. Aku tahu beberapa masalah yang harus dihadapinya, dan sekarangpun dia belum selesai menghadapi ujian dalam hidupnya.

“Aku takkan sanggup kalau jadi kamu.” katanya. “O,ya ? Aku juga takkan sanggup kalau harus menjadi dirimu.” kataku. Lalu kami tertawa bersama. Mentertawakan kisah hidup kami masing-masing. “Itu sebabnya aku bukan dirimu dan kau bukan diriku.” Lalu kami kembali tertawa. “Bukan, itu sebabnya masalah kita berbeda. Allah sudah mengatur kadarnya untuk masing-masing orang agar mereka sanggup menghadapinya.”

Pertemuanku dengannya siang ini membuatku teringat akan satu ayat di dalam Al Quran. Maha benar Allah dalam firmannya di QS. Al Baqarah ayat 286, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Karena itu Yanti, aku yakin aku akan sanggup menghadapinya.  Kau juga harus yakin. Kita hanya diminta untuk melanjutkan hidup kita dengan terus berusaha untuk menghadapi apapun yang menimpa kita, dengan tabah dan sabar dan tidak boleh putus asa. Gampang bukan ? Yakinlah bahwa kita pasti bisa. Karena selama kita masih hidup, pasti kita akan menemui masalah. Lagipula, sesungguhnya hidup itu cuma sebentar sekali kok, kalau dibandingkan dengan kehidupan sesudah mati, yang kekal abadi selama-lamanya, tiada berakhir.


2 Comments on “Kadar Ujian”

  1. gambarpacul says:

    waw…waw….habis reunian lagi ya La…….

  2. Failasufah says:

    Iya Mil…ketemu Yanti pas dia pulang Cilacap…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s