Be Patient Please…

Kalo Mbak Siti Aniroh bilang, “Being a cancer patient is have to be brave and smart.” Kalo menurutku perlu ditambah satu lagi, yaitu “have to be patient.” Ya, harus sabar.

Pertama, sabar nunggu dokter datang ke poli. Seperti pengalamanku selama ini, aku biasanya nunggu dokter bisa sampai berjam-jam. Dari jam delapan pagi sampai jam dua siang, atau sampai jam dua belas siang, atau kalau sedang beruntung cuma sampai jam sebelas siang. Ya…antara 3 sampai 6 jam lah. Kebetulan  dokter bedah onkologiku itu termasuk dokter favorit, jadi pasiennya banyak sekali. Dan beliau juga datang ke poli kalau sudah selesai operasi, sementara pasien yang dioperasi juga banyak …

Bayangkan…menunggu di ruang tunggu….duduk  berjam-jam…terpaksa nonton TV yang acaranya jelek..(padahal aku nggak suka nonton TV, apalagi yang acaranya jelek…), capek, ngantuk…sebentar-sebentar liat jam sambil ngomel dalam hati “Kok dokternya nggak datang-datang…” padahal tau kalo yang ditunggu sedang operasi (soalnya aku dulu juga dioperasi dari pagi sampai siang).

Pengalamanku kemarin (kamis, 24 Maret 2011) waktu ke poli radioterapi dan kedokteran nuklir juga. Aku harus ke poli itu karena mulai tanggal 28 adalah awal jadwal radioterapi pertamaku dan seterusnya setiap hari selama 25 kali. Jadi aku harus menemui dokter radiologi untuk konsul. Aku sudah datang dari jam delapan pagi, duduk manis di ruang tunggu. Setelah nunggu lama….jam 10.45 WIB dokter datang. Para pasien udah seneng kan… Beliau masuk ruang periksa…terus keluar lagi…pergi… Lho ? Eh, ternyata cuma naruh tas doang…. The patients are disappointed… Alhamdulillah sekitar jam 11 an lewat, sang dokter datang lagi. Ya,memang bener-bener harus sabar…karena dokternya juga kan sibuk…urusannya banyak…beliau dosen juga… Terus nanti kalo sudah dapet resep, nunggu obatnya di apotik juga lama…harus antri…harus sabar… Because patience is not the ability to wait, but the ability to keep a good attitude while waiting…

Urusanku dengan poli radioterapi ini memang bener-bener menguji kesabaran. Mulai dari awal, dari saat pengajuan untuk mendapatkan layanan disinar (diradioterapi), aku sudah mengajukan dari bulan Desember saat aku masih menjalani kemo ke 3. Saat itu aku mendapatkan jadwal untuk mulai disinar bulan Juni. Bayangkan…bulan Juni !! Padahal jadwal kemo doxo terakhirku adalah tanggal 8 Februari. Dua minggu berikutnya aku konsul dokter lagi, nego jadwal agar bisa maju. Ternyata belum bisa. Nggak ada jadwal kosong, karena pasien yang antri untuk disinar memang banyaaak…sekali. Dua minggu berikutnya, nego lagi, kali ini dengan dokter yang berbeda. Alhamdulillah bisa maju bulan Maret, tanggal 8, dan jadwal simulatornya tanggal 28 Februari. Tapi dengan mesin yang berbeda. Kalo awalnya aku direkomendasikan dengan mesin Linac, dengan jadwal baru aku pakai mesin Cobalt. Bagiku nggak masalah. Yang penting cepet selesai…

Jadi, tanggal 28 Februari, aku simulator di poli radiologi. Ada 5 titik yang harus disinar. Dari poli radiologi, berkas dibawa ke poli radioterapi, ke operator mesin, untuk dimintakan jadwal jam berapa aku harus sinar. Oleh operator mesin, ternyata aku dapat jadwal untuk mulai sinar tanggal 28 Maret jam 12.00 siang. Dari tanggal 8 Maret (rekomendasi dokter radiologi) mundur jadi tanggal 28 !

Padahal aku dan suamiku ingin pengobatan ini cepet selesai…masa harus mundur lagi ? Alasan sang operator mesin…karena jadwal hari dan tanggal sebelumnya sudah penuh…karena pasien yang antri jadwal banyak sekali…karena mesin yang Linac sering rusak…. memang iya, sih…memang begitu…mau gimana lagi selain harus bersabar menerima takdir ?

Yang kedua, sabar menahan sakit. Karena pasien kanker harus rutin kontrol dengan membawa hasil lab cek darah rutin maupun darah lengkap termasuk fungsi liver dan fungsi ginjal, maka berarti dia harus merelakan lengannya untuk ditusuk jarum ukuran besar, untuk diambil sample darahnya. Untuk kasusku, dalam tiga minggu minimal 3 kali sample darahku diambil. Satu kali sebelum kemo doxo, satu kali setelah lewat seminggu  kemo doxo dan satu kali sebelum kemo herceptin. Setelah itu libur seminggu, lalu minggu berikutnya cek darah lagi. Begitulah siklus berulang, selama 6 kali kemo doxo dan 8 kali kemo herceptin.

Sabar menahan sakit, dalam hal ini bukan berarti hanya sakit saat ditusuk jarum saat cek darah dan saat akan diinfus untuk kemo. Tetapi juga sakit lain-lainnya selama masih punya sakit kanker. Untuk kasusku, yang dimaksud sakit lainnya hanya pada saat leukositku drop. Selain itu, alhamdulillah tidak ada.

Yang ketiga, sabar dengan lamanya waktu pengobatan. Pengobatan kanker itu nggak cukup seminggu dua minggu, sebulan dua bulan…tetapi berbulan-bulan dan bertahun-tahun…

Dear  readers…tahukah kalian… ketika dokter berkata bahwa aku harus kemo doxo 6 kali, kemo herceptin 8 kali, dan minum obat selama 5 tahun…dadaku langsung sesak? Sesaat aku nggak bisa nafas. “What ?!!!” teriak hatiku. Dokter mengatakan itu setelah melihat hasil Patologi Hormonku yang menyatakan bahwa ER (Estrogen Reseptor), PR (Progesteron Reseptor), dan Her2 ku semuanya positif.

Saat itu dokter hanya berkata ,” Dijalani saja…nggak papa…nanti kan selesai…” Iya sih…kalo dijalani memang selesai…tapi setelah 5 tahun…! Saat itu…aku muak membayangkan harus minum obat setiap hari, selama 5 tahun. Setiap hari…bayangkan. Dan lima tahun…!

Tapi…tak ada lagi yang bisa dilakukan dalam keadaan seperti ini…selain menjalani semuanya…dengan bersabar. Benar kan ? Lebih baik menjalani dengan sabar…daripada menjalani dengan rasa marah dan kecewa. Sama-sama harus menjalani…tapi sangat berbeda hasil yang didapat nantinya di akhirat.

Yang keempat, sabar dengan banyaknya biaya yang dikeluarkan. Selama ini, aku tidak pernah menghitung berapa banyak uang yang sudah kukeluarkan sejak awal berobat (tanggal 14 Agustus 2010 waktu biopsi awal) sampai dengan sekarang. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur karena pengobatanku banyak dibantu Askes. Obat-obat kemo yang harganya puluhan juta semuanya dijamin Askes. Juga biaya radioterapi yang nantinya akan kujalani, yang katanya lebih dari sepuluh juta, juga dijamin Askes. Aku hanya menanggung biaya-biaya lain yang di luar Askes. Selama kita bersabar…insya Alloh, akan ada gantinya.

Yang kelima, Sabar untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah. Jangan berhenti berdoa, berharap dan memohon agar diberi kekuatan, kesabaran dan kesembuhan kepada Dia Yang Maha Penyembuh, Yang Maha Kuasa Atas Segalanya. Seperti tulisan Ashma Binti Shameem di postingan sebelumnya, https://failasufah01.wordpress.com/2011/03/03/whatever-allah-does%E2%80%A6-it-is-for-our-best-by-asma-binti-shameem/ yakinlah bahwa apapun pemberian Allah kepada kita, termasuk sakit, adalah hal terbaik untuk kita. Allah yang lebih tahu mana yang lebih baik untuk kita.

Mungkin cukup dengan lima macam sabar itu dulu…mudah-mudahan aku bisa terus bersabar sampai saat terakhir pengobatan nanti. Amin..


5 Comments on “Be Patient Please…”

  1. gambarpacul says:

    duduk malem,, min. 2 jam……La

  2. Failasufah says:

    Maksudnya berdoa sholat tahajjud ? Iya …tapi aku nggak sampai dua jam…lama banget 2 jam ?

  3. gambarpacul says:

    Bukan, habis sholat dua roka’at terus duduk aja diem………gak mikir apa-apa, nafas lembut (sambil merasakan bernafas), pasrahkan diri pada sang hidup, karena dalam diri kita ada hidup, dia yang memelihara, mengatur dan mengurus kita, kalau dalam qur’an dinamakan Rabb…….insyaAllah Dia akan menyembuhkanmu……

  4. failasufah says:

    Oh…gitu ya Mil…iya deh…makasih ya…

  5. […] masih mengingat juga apa yang beliau katakan tentang tamofen. Postingannya bisa dibaca di sini : https://failasufah01.wordpress.com/2011/03/26/be-patient-please/ .Saat itu beliau berkata : “Ibu harus minum tamofen selama lima tahun”. Masih kuingat bagaimana […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s