Setelah Kemoterapi Pertama

Ketika kemo pertama, oleh perawat aku diberi form pengantar untuk cek darah ke laboratorium seminggu sesudah kemo, untuk kontrol jumlah leukosit. Maka, seminggu sesudah kemo aku kembali ke yogya, langsung menuju lab untuk diambil darah. Selanjutnya proses pengambilan darah dari lengan kananku (dengan ditusuk jarum suntik ukuran besar) akan menjadi menu harianku (lebay nih…maksudnya akan menjadi hal yang rutin kualami). Sakit…itu yang kurasa. Tapi bagimanapun..aku harus melaluinya.

Maka pagi hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 aku menuju ke ruang laboratorium kecil di belakang paviliun wijaya untuk cek darah. Sebetulnya ada instalasi laboratorium, tapi disana nunggu hasilnya lama. Sedangkan kalo di ruang lab belakang wijaya itu bisa ditunggu satu jam hasilnya jadi. Aku sudah menduga pasti hasil labnya jelek, karena badanku sangat lemas dan pusing. Benar juga, ternyata leukositku cuma 0,83 dari normal minimal 4. Ketika kontrol, aku tunjukkan hasil lab itu. Oleh dokter, aku diresepkan leukoken, obat suntik untuk penambah leukosit dan dosisnya 5 kali suntik. Kalau beli, obat itu harganya Rp 800.000,00 sekali suntik. Tapi karena nilai leukositku nol koma, maka bisa masuk askes sehingga gratis. Tapi setiap hari obat itu hanya bisa diambil satu, tidak bisa langsung lima sekaligus. Jadi aku setiap hari datang ke poli kanker itu untuk minta disuntikkan leukoken di lengan atas oleh perawat.

Ketika pertama kali suntik, perawat memberitahu bahwa efek obat itu nantinya tulang belakang akan sakit, pegal, karena pembentukan sel darah putih ada di tulang belakang. Benar juga, malamnya, tulang belakangku pegel sekali, dibalsem tetep aja pegelnya nggak ilang. Ketika hari kedua suntik, badanku demam, dan kepalaku pusing sekali. Sampai hari ketiga masih seperti itu. Hari keempat suntik, kondisiku mulai membaik. Hari kelima sebelum suntik, aku cek darah lagi dan hasilnya leukosit sudah normal. Jadi besoknya aku bisa kemo obat herceptin.

O,ya. Aku belum cerita kalo jumlah kemoterapi yang harus kujalani total empat belas kali. Enam kali kemo utama dengan obat doxo dan brexel, delapan kali kemo obat herceptin. Kemo herceptin seharusnya dilakukan seminggu setelah kemo doxorubicin. Tapi jadwalku selalu mundur karena harus suntik leukoken dulu selama lima hari.

Selanjutnya siklus seperti itu kujalani selama enam kali kemo utama (kemo doxo dan brexel) Setiap kali cek darah seminggu sesudah kemo utama, pasti leukositku selalu nol koma. Jadi aku selalu disuntik leukoken di lengan atas selama lima kali. Rasa sakit sudah menjadi sahabatku. Tak apa, yang penting sembuh. Begitu selalu yang kupikirkan.

Tetapi aku sebenarnya tidak setegar dan sesabar yang dikira. Pada saat-saat seperti itu, saat leukosit nol koma, badan lemas, serasa melayang, pusing, panas, sambil berjalan di koridor rumah sakit menuju ke poli Tulip untuk minta disuntik, aku pernah bilang pada suamiku yang menemani berobat “ Bah, kayaknya kalo aku mati lebih enak lho, nggak merasakan sakit seperti ini…” Lalu suamiku bilang “Memangnya ummi sudah siap mati ? Sudah cukup bekal yang dibawa ?” Hm, iya juga sih..aku merasa belum siap, bekalku belum banyak…tapi…kalo mati kan nggak merasakan sakit, masa aku tiap hari disuntik, tiap minggu diambil darah…

Ternyata bukan hanya aku yang ketika sakit merasa ingin mati saja. Bahkan Maryam, dalam Al Qur’an Surat Maryam ayat 23 pun mengatakan hal yang sama. Aku tulis disini terjemahannya ya…’Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata : “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.”   Di ayat-ayat berikutnya diceritakan tentang malaikat Jibril yang menghiburnya, memintanya agar jangan bersedih.

Ya, aku sadar sepenuhnya bahwa aku bukan apa-apa bila dibandingkan dengan beliau. Aku sadar bahwa aku harus berani menghadapi semuanya. Harus bisa sabar, tabah, tetap bersyukur karena masih banyak orang yang kondisinya jauh lebih buruk dari diriku. Aku harus kuat menjalani semuanya karena aku ingin melihat anakku Nayla yang baru lima tahun, tumbuh dewasa. Buku Laa Tahzan (Jangan Bersedih) dari Dr. Aidh Al Qorni benar-benar menolongku dalam hal ini.

Sering kalau kondisiku benar-benar drop, saking lemesnya (pada saat seminggu sesudah kemo ke 5 dan ke 6) aku nggak sanggup berjalan ke poli Tulip untuk minta disuntik. Maka aku naik becak, atau pinjam kursi roda milik Dyah, seorang teman kost yang penderita kanker otak. Kondisinya sudah membaik, dia sudah bisa jalan. Jadi kursi rodanya tidak dipakai lagi. Kata dokter, efek kemo berbeda pada setiap orang. Dan untukku, efek obat kemo selain yang sudah aku ceritakan di atas, adalah tambah satu lagi yaitu menggerus jumlah sel darah putih di tubuh.

Ya sudah, mau bagaimana lagi, aku harus bisa melalui semuanya. Dan sekarang, Alhamdulillah aku sudah melalui semua proses itu. Semuanya berkat pertolongan Alloh yang telah memberiku kekuatan. Dan aku bersyukur memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungku dan memberikan semangat. Kepada teman-temanku, kuucapkan terimakasih banyak, setulus hatiku.


2 Comments on “Setelah Kemoterapi Pertama”

  1. riza fatimah zahrah says:

    mbak, saya punya temen juga mengidap kanker tapi gatau kanker apa tepatnya. sedih rasanya kalo tau dia lagi kemo ditambah lagi dia sendirian di rs. saya mau tanya mbak, emang kalo sakit kanker itu kaya orang sehat yah kadang”? dia bisa sibuk banget kerja, ketawa ketiwi tapi kadang dia ga bisa dihubungi kalo udah kemo seluruh badannya sakit, pusing mual dll.
    makasih mbak sebelumnya

    • Failasufah says:

      Iya mbak, emang sakit kanker kalo di bawah stadium 4 masih keliatan kayak orang sehat…padahal sebenernya sakitnya parah dan serius. Btw, kalo di kamus saya nemu artinya cancer is a serious disease that is caused when cells in the body grow in a way that is uncontrolled and not normal, killing normal cells and often causing death. Serem kan Mbak ? Tapi tenang aja, kalo di bawah stadium 4 masih bisa diobati kok.
      Semoga teman Mbak segera sembuh dan sehat kembali yaa… Amin…
      Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s