Ketika Harus Berobat

Seperti saranku pada postingan sebelumnya (Bila Datang Vonis Kanker) bahwa langkah berikutnya sesudah didapat hasil PA yang menyatakan kita positif kanker, adalah mendatangi dokter onkologi. Maka itulah yang kulakukan. Setelah minta rujukan ke sebuah rumah sakit umum pusat di Yogya (karena aku peserta Askes) aku segera ke Yogya.

Sebelumnya, aku sudah dapat rekomendasi dokter yang harus dipilih dari tiga orang teman yang pernah berobat kanker di rumah sakit tersebut. (Oh, ya..aku sempat menghubungi  tiga orang teman yang pernah kena kanker, dua orang ca mamae, satu orang ca colon) Mereka dulu dioperasi oleh dr. T (Beliau ini profesor lho…masyhur pula…). Jadi kata mereka, aku sebaiknya juga pilih dr. T. Tapi…ternyata pada hari aku datang ke poli khusus kanker di sana, beliau sang dr. T sedang pergi ke luar negeri… jadi yang ada dr. K, SpB(K)Onk. Ya sudahlah…aku pikir mungkin ini sudah takdirku juga. Belakangan ketika aku sms,  tiga orang temanku bilang bahwa dr. K itu juga bagus kok…gak masalah kalo dokterku tidak sama dengan dokter mereka.. Ya, tentu saja. Yang penting dokternya baik, ramah dan sabar. Soalnya kita bakalan ketemu dokter itu untuk jangka waktu lama…berbulan-bulan lho… Jadi bayangkan aja kalo dokternya nggak ramah, nggak sabar, galak, judes…bisa-bisa kita nggak jadi berobat. Padahal kalo sakit kanker itu harus berobat lho… kalo cuma pilek sih nggak berobat juga sembuh sendiri…(ya iya lah… :))

Oke, aku lanjutin…jadi aku pilih dr. K. Aku tunjukin hasil PA…lalu aku juga diperiksa…lalu…”Ibu harus operasi mastektomi. Pengobatan kanker itu yang pertama operasi, kemoterapi, radioterapi, lalu terapi hormon kalo nanti diketahui ERnya positif.” Hm..Oke. Aku sudah baca juga tentang itu di internet (Ih, kesannya sok tau banget ya?) Yah…setidaknya aku tidak terlalu kaget dan aku sudah tahu apa itu mastektomi. Aku sudah siapkan mental sebelumnya untuk menjalaninya.

Jadi…esok paginya (tanggal 22 September 2010) aku masuk ruang operasi. Pasca operasi, seminggu aku dirawat di sana, lalu hari ketujuh aku boleh pulang. Seminggu kemudian, aku datang lagi ke RSUP tersebut, kontrol dokter dan rawat luka. Seminggu berikutnya kembali datang lagi..kontrol lagi dan rawat luka lagi. Selanjutnya hampir tiap minggu aku kontrol.

Lalu suatu ketika pada minggu ketiga setelah operasi, dokter bilang “Ibu saya jadwalkan kemo ya…” Hm…ini yang sebenernya paling aku takutkan. Aku sudah baca-baca tentang efek kemo…dan bagiku semuanya menyeramkan. Tapi dulu waktu kontrol pertama sesudah operasi dokter pernah menyampaikan bahwa efek kemo berbeda pada tiap orang…bahwa karena umurku masih muda, maka kemungkinan efek kemo tidak terlalu berat..tapi satu hal yang pasti nanti rambut akan rontok…jangan kaget…tidak usah takut dengan kemoterapi…jangan mudah percaya apa kata orang tentang kemoterapi…nanti kalo ada pertanyaan seputar kemo, sms saya aja… dokternya emang baik banget.

Tapi bagaimanapun takutnya…aku tetap harus menjalani kemoterapi kan ? Kalau mau sembuh ? Demi Nayla, anakku, aku akan jalani semua pengobatan sampai selesai, bagaimanapun efeknya nanti padaku. Yang penting sembuh. Itu yang aku pikirkan saat itu. Jadi aku manut aja dijadwalkan kemo. Jadi minggu depannya adalah jadwal kemo ku yang pertama. Aku ingat betul tanggalnya, karena angkanya kebetulan cantik : 20-10-2010.


7 Comments on “Ketika Harus Berobat”

  1. deasy says:

    Mba faila,maaf tanya, klo dulu hasil dari PA nya apa mba?memang harus kemo ya?

    • Failasufah says:

      Di hasil PA tertulis “invasive ductal carcinoma mammae grade II”. Iya Mbak…harus kemo kata dokter..untuk membunuh seluruh sel kanker yang mungkin masih tersisa..

  2. deasy says:

    Aku jg hasil biopsi sm,tp grade 3. Hormon er sm pr nya positif, kt dokter kmrn terapi hormon, ga pake kemo…knp bs beda ya mba….
    Tanya lagi ya hehehe…mba ada konsumsi kyk daun sirsak gitu?

    • Failasufah says:

      saya juga ER dan PR positif Mbak… saya juga terapi hormon, minum obat tamoplex selama 5 tahun, ini baru tahun ke dua. tapi dokter meresepkan itu setelah saya selesai menjalani semua kemo dan semua radioterapi Mbak.. coba deh Mbak ganti ke dokter lain, coba cari yang Sp.B (K) Onk Mbak…

      • Failasufah says:

        Oh ya, saya minum air rebusan daun sirsak, setelah kemo selesai, karena kata dokter nggak boleh bareng obat medis sama herbal.. khawatir ada efek yang melemahkan khasiat salah satunya

      • deasy says:

        Kemaren sy disuruh dokter bwt radiology torax, abdomen dan bone scan, hasilnya normal alhamdulillah…kamis besok baru sy konsul lagi mba, iyah sy konsul dg dokter spesialis onkologi di dharmais…btw, blog nya sy simpen di blog sy ya mba…🙂

  3. Failasufah says:

    Alhamdulillah kalau hasilnya bagus ya Mbak… Iya Mbak…pokoknya kita harus berani berobat…Insya Allah sembuh kok… ditunggu kabarnya lagi ya Mbak… Oh ya, boleh saja.. blog Mbak deasy juga nanti saya masukkan ke blogroll saya ya… tapi bukan sekarang…belum sempat utak-atik widget…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s