Bila Datang Diagnosa Kanker

Baca judulnya keliatannya serem amat ya..? Pinginnya sih jangan sampai deh kita divonis kena kanker. Tapi hidup kadang tidak selamanya berjalan sesuai seperti keinginan kita. Malah seringkali hidup berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita. Jadi…bila suatu ketika dalam perjalanan hidup kita (sebenernya ini aku cerita tentang hidupku lho..) kok tiba-tiba kita divonis kena penyakit itu….apa yang harus kita lakukan ?

Eh sebentar. Vonis ? Siapa yang memvonis ? Kalo untuk masalah ini, vonis berasal dari hasil PA (Patologi Anatomi) setelah operasi biopsi dilakukan. Apa yang terjadi setelah aku baca hasil PA yang menyebutkan “invasive ductal carcinoma mamae grade II” itu ? Duh, keren banget ya istilah kedokteran yang dipakai? Tadinya aku gak mudeng blas apa itu invasive ductal carcinoma mamae. Oh, nggak ding. Kalo carcinoma mamae aku tahu itu berarti kanker payudara. Yang lainnya gak mudeng. Tapi kan kita punya Mr. Google yang tahu segalanya. Maka, yang terjadi setelah aku divonis dengan istilah itu, aku langsung tanya ke Mr. Google. Aku baca-baca banyak web yang membahas tentang itu. Baru deh “Oh…jadi begitu…” seneng aja kalo rasa ingin tahu terpuaskan.

Tentang perasaanku…sebagai wanita normal, sama aja seperti kebanyakan wanita lainnya. Tapi kayaknya perasaanku cuma ada dua deh. Antara sedih dan takut. Nggak ada marah atau kecewa. Karena aku sadar bahwa ini sudah takdir Allah. Dan aku yakin bahwa apapun yang Dia takdirkan adalah yang terbaik menurutNya, bukan menurut kita. Karena hanya Dia yang Maha Tahu segalanya, mana yang terbaik untuk kita. Aku yakin ada sesuatu di balik ini yang sudah Dia siapkan untukku. Aku tahu bahwa aku harus menjalani takdirku dengan ikhlas, sabar dan tabah. Biar dapet pahala… Soalnya kalo aku menjalaninya dengan marah dan kecewa, Allah akan marah padaku… Aku nggak mau dong dapet marah dari Allah…

Sebenernya, sebelum datang hasil PA itu, aku sudah berusaha menguatkan diri, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dari hasil PA. Sejak dokter bedah yang biopsi aku bilang “ Ibu tinggal tungggu hasil PA nya ya…semoga  hanya tumor jinak biasa aja..” Nah, sejak itu. Aku pikir, iya kalo Cuma tumor jinak…kalo kanker …??

Aku kebetulan dapet satu tulisan bagus banget dari Ashma binti Shameem (siapa dia? Aku juga nggak kenal..). Tulisannya sangat mencerahkan, sangat membantu di saat-saat sulit seperti yang kuhadapi saat itu. Selain buku Laa Tahzan dari Dr. Aidh Al Qorni tentunya. Aku sampai baca buku itu berkali-kali. Tentang tulisan dari Ashma binti Shameem yang baguuus…banget itu, nanti deh kapan-kapan aku posting ke sini biar para pengunjung blog ini bisa ikutan baca dan semoga juga ikut tercerahkan.

Jadi kesimpulannya, bila datang vonis kanker, hadapi dengan tenang, tetap berusaha berpikir jernih, berdoa mohon kekuatan, masih boleh sedih, boleh nangis…tapi jangan kebanyakan. Segera gantikan tangis dengan senyum. Dengan senyum, kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bukan orang cengeng yang mudah tenggelam dalam kesedihan. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang tegar, yang sanggup melalui kesulitan hidup apapun, termasuk sakit kanker. Seperti yang selalu kukatakan pada diriku sendiri bahwa I can face the world with smile…even with this disease in me. Yakinkan diri bahwa ini hanya satu tanjakan yang harus dilalui dalam perjalanan hidup kita, dari sekian banyak tanjakan dan turunan yang ada di sepanjang perjalanan hidup kita.

Lalu, segera hubungi dokter onkologi, bawa hasil PA, dan ikuti program pengobatan yang disarankan oleh dokter. Patuhi jadwal pengobatan yang diprogramkan dokter, sampai selesai, walaupun memakan waktu lama.

Walaupun sebenarnya aku berharap tidak ada satupun dari pengunjung blog ini yang divonis kanker sepertiku. Amiin…

Untuk kali ini, ceritaku cukup sampai di sini saja dulu, masih bersambung nanti dengan cerita tentang program pengobatan yang kuikuti. Semoga bermanfaat.


6 Comments on “Bila Datang Diagnosa Kanker”

  1. Roby Awaludin says:

    Terima kasih atas ceritanya, saya semakin terharu dengan cerita ini karena dapat membuat saya
    Terinspirasi untuk bagaimana saya bisa menghibur ibu saya yang sedang putus asa karena sudah mendengarkan vonis dari dokter kalau kanker yang diderita ibu saya adalah kanker ganas. Mudah-mudahan dengan bacaan di atas, saya bisa mengembalikan lagi semangat ibu saya. Sekali lagi terima kasih. Wassalam

  2. Failasufah says:

    Wa’alaikum salam… saya ikut prihatin atas sakitnya ibu, semoga beliau diberi ketabahan dan tetap semangat untuk menjalani pengobatan. Terimakasih kembali Pak, harapan saya semoga blog ini bermanfaat, walaupun hanya berisi cerita-cerita ringan seputar kehidupan saya. Terimakasih sudah berkunjung…..Wassalamu’alaikum…

  3. […] saranku pada postingan sebelumnya (Bila Datang Vonis Kanker) bahwa langkah berikutnya sesudah didapat hasil PA yang menyatakan kita positif kanker, adalah […]

  4. Felicity says:

    Salut dengan ketabahan dan ketegaran mbak…. semoga kankernya bisa hilang setelah kemo dan nggak balik2x lagi…. Wishing you all the best!…. May Allah bless you and your family….🙂 aminnnn…..

    • Failasufah says:

      Terimakasih doanya Mbak Feli… Alhamdulillah aku sudah berhasil melalui seluruh prosedur pengobatan dengan baik… dan kini 3 tahun sudah berlalu sejak hasil PA itu kuterima. Hampir 4 tahun malah🙂

      • Felicity says:

        Syukurlah pengobatannya sudah dilalui dengan baik…..tetep berdoa supaya tetep sehat senantiasa… aminnn….🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s