Kemoterapi Pertama

Tanggal 20-10-2010 adalah jadwal kemo pertamaku. Satu hari sebelumnya, aku cek darah (harus cek darah dulu sebelum kemo karena leukosit harus memenuhi batas normal) ketemu dokter dan diresepkan obat-obat pendamping kemo. Setegar-tegarnya aku, sebenernya deg-degan juga menghadapi momen ini. Untung perawatnya baik banget…jelas dia sudah pengalaman menghadapi pasien yang baru mau kemo pertama. Dia memberi motivasi, memberi gambaran bagaimana nanti kemungkinan efek yang akan aku hadapi…bagaimana aku harus menyikapi efek kemo tersebut…bikin aku jadi lebih tenang.

Ruang kemoterapi di poli khusus kanker itu memang nyaman. Bednya nyaman, ada AC, ada TV, tapi aku kan nggak terlalu suka nonton TV, jadi nggak menikmati deh..Mendingan aku dengerin Kenny G atau musik klasik dari hapeku pakai headset.

Pertama, aku diinfus. Lalu obat pertama yang masuk lewat venaku adalah obat pendamping kemo untuk premedikasi. Lalu setelah sekian menit, baru obat kemo bernama doxorubicin yang berwana merah diinjeksikan pelan-pelan lewat infus di tangan. Lalu setelah sekian menit, obat infus diganti dengan obat kemo kedua bernama brexel. Pernah dapet docetere juga, tapi kandungannya sama dengan brexel. Setelah brexel habis, obat diganti lagi dengan obat infus yang tadi belum habis. Setelah obat infus itu habis, selesailah proses kemo yang biasanya memakan waktu sekitar 5 jam. Lama juga ya..?

Selanjutnya aku pulang, dan setelah di rumah, baru deh mulai merasakan efeknya kemo. Perut mual, nggak doyan makan, hidung jadi sensitif banget dengan bau-bauan…dan yang paling menyedihkan adalah…hair loss….I mean I’ve lost my hair.

Tapi seperti kubilang, apapun yang terjadi, I will never give up. Aku akan jalani semuanya, enam kali kemo yang dijadwalkan, plus delapan kali kemo herceptin.  Kalo kata Siti Aniroh, (dia survivor ca mamae yang aktivis CISC, Cancer Information and Support Center Yogya) being a cancer patient is have to be brave and smart. OK, I’ll be brave. And I think I’ve been brave enough menjalani operasi mastektomi dan kemo dan semua konsekwensinya. And I’ll be brave to continue my life after that. Smart ? Aku nggak tau ya, aku itu smart enough apa enggak. Semoga aja sih smart enough (Ge eR nih..) Jadi begitulah kisah kemo pertamaku. Selanjutnya nanti seminggu setelah kemo, aku harus ke Yogya lagi untuk cek darah dan kontrol dokter.


12 Comments on “Kemoterapi Pertama”

  1. survivor says:

    Kemo pertama adalah langkah awal.
    Kita tidak akan pernah mencapai puncak gunung tanpa langkah pertama, meskipun dibutuhkan lebih dari sekedar kekuatan hati utk langkah langkah selanjutnya.
    Semoga cepat membaik.
    Wass.

  2. failasufah01 says:

    Benar pak, terima kasih…sebetulnya saya sudah melalui enam kemo utama dan enam kemo herceptin, cuma baru sempat nulis di blog sekarang… Saya sudah mengunjungi blog bapak…semoga bapak juga cepat membaik..tetap semangat berusaha untuk sembuh.

  3. survivor says:

    Kl boleh tahu, apakah kemo untuk CA Mamae memang seburuk seperti yg banyak dibicarakan orang?
    Jg berapa kisaran biayanya jika kemo di Rs lokal?
    Soalnya sy punya sahabat penderita ca mamae yg menolak untuk kemo dg berbagai alasan.
    Trims.

  4. failasufah01 says:

    Efek kemo untuk ca mamae memang bisa berbeda untuk setiap orang pak, ada yang setelah kemo leukositnya drop sampai nol koma dari normal empat (seperti saya) ada juga yang tidak, ada yang mual hebat (tapi ada obat anti mual dari dokter),ada juga yang sama sekali tidak mual. Sebetulnya semua efek ada obat penawarnya pak, kecuali rambut rontok semua, itu memang dialami semua pasien ca mamae yang kemo. Untuk biaya, kalo pakai askes atau jamkesmas semua obat kemonya gratis pak.. hanya bayar untuk obat pendamping kemonya saja, sekitar 400 ribuan. Kalau bayar sendiri tergantung obat yang didapat, kalau teman saya harga obatnya sekitar 6 jutaan sekali kemo.

  5. survivor says:

    Kalo prosentasi keberhasilan kemonya kira2 berapa persen mbak?

  6. failasufah01 says:

    Wah…itu saya nggak tau pak…tapi teman saya sudah survive ca mamae lebih dari 5 tahun. Kemarin kebetulan ketemu teman kost yang sudah 10 tahun survive ca mamae. Kembali ke takdir aja deh pak…pada suatu hari nanti entah kapan kita pasti akan “pulang” kan ? Yang penting kita berusaha berobat..begitu kalo saya.

  7. erlin says:

    SAYA erlin, saya baru saja selesai operasi dan harus kemo spt mbak, yag jadi masalah adalah kemo herceptinenya yang mahal sekali, dokter bilang 1 herceptine seharga 19 juta, itulah yang jadi kendala buat saya, kalau kemonya perusahaan tempat saya bekerja mau membantu, skrg ini ibu saya mengusahakan untuk alternatif dalam 2 bulan ini, bila tdk ada kemajuam/perubahan maka kemo saja dulu 6 kali baru herceptinenya..semoga saja ada rezeki

  8. Failasufah says:

    Iya Mbak…saya ikut mendoakan…semoga ada jalan… Tetap semangat ya Mbak… Dijalani dengan dengan tabah dan sabar… Semoga kondisi kita semakin membaik dan tetap survive….

  9. diah says:

    numpang tanya ya mbk,
    kalo kemo 6 kali udh selesei brarti kanker udh hilang kan, kok ada yg bbrp thn survive mksdny gmn?
    anda setelah kemo selesai bgaimana k’adaany? udh spt hdup normal kn?
    soalny ini ibu sy kena tumor rongga hidung n hrus kemo 6x, bbrp hr lg akn jd kemo terakhir. harapany stlh ni ya udah sembuh.

  10. survivor says:

    Salam kenal, nama saya Donita, tanggal 06 Mei 2015, kemarin sore jam 16.00 saya operasi tumor di payudara, selesai sekitar jam 20.30 malam, berarti 4 jam lebih dengan bius total.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s