Catatan Rindu Seorang Ibu

Anakku, kau tahu bahwa hidup terus berjalan. Masing-masing kita terus berproses sejalan dengan waktu yang terus berlalu. Maka jika saat ini kau menjalani sebuah fase baru dalam kehidupanmu, niscaya itu adalah sebuah sunnatullah.

Anakku, kau tak bisa lagi mengharapkan hari-harimu akan sama seperti hari-hari yang lalu, yang telah kau lewati. Kau takkan mungkin bisa terus bersama-sama dengan teman-temanmu semasa SD. Mereka telah memilih sekolah masing-masing. Mereka telah memiliki teman-teman yang baru. Mereka akan sibuk dengan berbagai kegiatan belajar di sekolah yang baru. Begitupun juga dengan dirimu. Kaupun telah berada di sekolah yang baru. Sebuah pondok pesantren, tempat dimana kau akan ditempa, dibentuk menjadi seorang yang mandiri, berilmu dan shalihah. Kau akan dibimbing oleh para ustadz dan ustadzah yang ada di sana. Kau akan selalu bersama-sama dengan teman-teman barumu, anak-anak yang shalihah.

Hari-harimu akan penuh dengan kesibukan. Kau harus pandai membawa diri, mengatur waktu diantara padatnya kegiatan yang harus kau ikuti. Kau harus memiliki daya juang yang tinggi. Kau harus mandiri, jauh dari orangtua dan melakukan segalanya sendiri. Bila sekarang kau merasa sengsara, maka sabarlah Nak. Kelak kau akan merasakan buah yang manis dari perjuanganmu saat ini.

Bila kau merasa rindu kepada Ummi dan Abah, kami pun merasakan hal yang sama. Tapi kita harus sama-sama berjuang, Nak. Masa depanmu masih panjang terbentang. Fokuslah kepada cita-cita yang ingin kau raih.

Semoga kelak kau akan menjadi pribadi yang tangguh, memiliki daya juang, mampu mengatasi setiap kesulitan yang datang,memiliki ilmu yang bermanfaat dan menjadi wanita shalihah yang berguna bagi umat. Kelak kau akan mengerti, mengapa Ummi dan Abah memilihkan sekolah itu untukmu. Bersabarlah anakku, berjuanglah. Doa kami selalu menyertaimu.

Advertisements

At The End of March

Dear readers, I am writing this post at the end of March, so I make this sentence as the tittle of this post. Actually there was an important thing happened at the beginning of February that I wish I could tell, but I can’t. Because it was a sad story and to write and read the story might would make me and my blog readers sad. That was because I remember one day, one of my blog readers said to me not to write anything that could make my blog readers sad. Salah seorang pembaca blog ku pernah protes dan minta supaya aku jangan menulis tentang kematian melulu. Aku memang sering menulis tentang pasien kanker yang meninggal. Dan itu tidak baik efeknya buat teman sesama pasien kanker yang sedang berjuang dalam pengobatan breast cancernya. So I decided not to write about it.

There’s not much I can tell in this post, just a little story about anything. I am writing this post in a hotel room at Mampang Prapatan Jakarta. I am here right now, for three days, begin on 27 until 29 March 2018. I become one of  technical guidance of intelectual property participants which is held by Direktorat Jenderal GTK, Kemdikbud.

Aku sudah pernah ceritakan di postingan tahun lalu bahwa aku pernah ikut Bimtek yang diselenggarakan oleh Kemdikbud, yang pendaftarannya melalui web kesharlindungdikmen. Aku termasuk beruntung bisa lolos seleksi lagi untuk mengikuti Bimtek Haki kali ini. Kalau tahun lalu, aku mengikuti kegiatan Bimtek Pelindungan profesi guru, yang diselenggarakan di hotel UNY Yogyakarta. Ketika itu syarat untuk mengikuti bimbingan teknis adalah mengirimkan dua halaman artikel yang nantinya akan diseleksi. Dari seluruh artikel yang masuk, akan diambil 200 orang untuk mengikuti Bimtek di 2 region yang berbeda. Region satu meliputi wilayah indonesia barat berjumlah seratus orang bertempat di Yogya, sedangkan region 2 meliputi wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur sebanyak seratus orang bertempat di Bogor.

Untuk kali ini, sama seperti tahun lalu, Kesharlindung Dikmen menyelenggarakan 3 macam Bimtek, yaitu Bimtek Pelindungan Profesi Guru Dikmen, Bimtek HAKI dan Bimtek K3.  Karena tahun lalu aku sudah ikut Bimtek Pelindungan Profesi, maka tahun ini tidak boleh mengikuti kegiatan yang sama. Jadi aku memutuskan ikut Bimtek HAKI saja. Tapi untuk tahun ini, syarat mengikuti Bimtek adalah mengirimkan 10 halaman artikel untuk diseleksi.

KARTU BIMTEK HAKI

Batas terakhir waktu pengumpulan artikel adalah 5 Maret lalu.Bersamaan dengan kesibukan di sekolah, aku menunda-nunda membuat artikel itu. Awalnya aku tak tahu apa yang harus kutuliskan di sepanjang sepuluh halaman itu. Tema sudah ditentukan oleh panitia, dan aku harus membuat tulisan sesuai dengan tema itu. Akhir Februari aku baru mulai menulis, edit-edit dan akhirnya submit.

Setiap mengikuti kegiatan di Kesharlindung, aku tak pernah berharap banyak. Aku tahu bahwa pendaftarnya ratusan guru Dikmen dari seluruh Indonesia bahkan untuk beberapa event mencapai jumlah lebih dari seribu. Setiap mendaftar kegiatan di Kesharlindung Dikmen aku yakinkan diriku bahwa aku hanya mencoba ikut. Kalau lolos seleksi Alhamdulillah, kalaupun tidak lolos juga Alhamdulillah. Lebih baik mencoba ikut dari pada menyesal karena tidak pernah mencoba.

Tahun lalu aku mendaftar di dua kegiatan Bimtek yaitu Pelindungan Profesi Guru dan Bimtek K3 tetapi hanya lolos seleksi satu yaitu Pelindungan Profesi. Aku mendaftar Lomba Karbang dan alhamdulillah lolos seleksi proposal sehingga berhak mengikuti Bimtek Karbang (Karakter Bangsa) yang waktu itu juga diselenggarakan di hotel UNY Yogya. Selanjutnya aku mengirimkan Laporan Kegiatan Karbang dan alhamdulillah lolos seleksi menjadi finalis. I was so excited and so grateful for whatever He’s done to me.

Tahun ini, aku masih semangat mengikuti beberapa kegiatan Kemdikbud Dikmen. Alhamdulillah Bimtek kali ini lolos, semoga kegiatan lain yang aku apply bisa lolos pula. Aamiin… Dengan mengikuti kegiatan ini, banyak manfaat yang bisa kudapatkan. Selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang baru, aku juga bertemu dengan guru-guru dari seluruh nusantara. Dengan bertemu mereka, aku bisa mendapatkan inspirasi, karena mereka semua, para peserta dan para pemateri Bimtek memang sangat menginspirasi.

Mungkin cukup itu dulu yang bisa kutuliskan saat ini.

 

 


….And January Ended

foto arah

Dear readers, apa lagi yang bisa aku tuliskan disini ? Selain bahwa bulan pertama di tahun ini telah berakhir begitu saja, tanpa terasa. Ia berlalu begitu saja, membawa semua kisah dan peristiwa yang telah terjadi pada sepanjang detik yang dilewati. Kepergian Januari membuatku memasuki bulan yang super sibuk dimana segala rangkaian ujian untuk siswa kelas XII akan dimulai.

Apa lagi yang bisa kuceritakan disini, selain bahwa kesibukanku terasa semakin bertambah setiap harinya. Membuat soal untuk ulangan harian kelas X, XI dan XII, koreksi hasil ulangan, membuat analisis nilai hasil ulangan, memberikan soal-soal latihan untuk kelas XII, membahas soal-soal tersebut dan memberikan latihan UKK (Uji Kompetensi Keahlian) materi uji komputer akuntansi dan spreadsheet untuk seluruh kelas XII.  Kepergian dua orang temanku yang mengajar akuntansi (yang satu mengikuti tugas suaminya ke Sumbawa, yang satu lagi mendapat SK sebagai kepala sekolah di SMK lain) membuat jam mengajarku dan jumlah mapel yang kuajar bertambah banyak.  Dan semuanya ini membuatku merasa amat lelah, lahir dan batin.

Dear readers, tak ada lagi yang dapat kuceritakan, selain kabar duka yang kuterima dari grup whatsapp SMA, bahwa pada bulan Januari lalu dua orang temanku telah pergi untuk selamanya dengan penyakit yang sama, breast cancer. Sebelumnya aku sering mendengar kabar duka semacam itu dari grup whatsapp pasien Tulip. Silih berganti teman-teman warrior dan survivor di grup itu berpulang untuk selamanya. Ada duka cita yang terasa setiap kali mendengar kabar itu. Tetapi, dua kabar di bulan Januari itu membawa rasa sedih dan dukacita yang lebih mendalam. Karena aku mengenal mereka, salah satu dari kedua almarhumah bahkan teman SMP dan SMA ku sekaligus. Aku sangat mengenalnya. Kesedihan yang kurasakan saat ini, sama seperti ketika aku mendengar kabar meninggalnya Bulik ku, yang juga disebabkan oleh penyakit yang sama. Sungguh, breast cancer ini begitu kejam dan mengerikan. Dan sel kanker yang kejam ini pernah berdiam di tubuhku ! dan mungkin bahkan sampai sekarang masih ada sisa-sisanya. Semoga saja tidak, dan aku berharap tak ada satu sel pun yang masih tersisa.

Dear readers, apa lagi yang bisa kuceritakan di blog ini, selain kenyataan bahwa aku masih harus check up secara berkala ke RSUP Dr. Sardjito, masih harus konsumsi obat anti estrogen. Keharusan itu berlawanan dengan keinginanku untuk bisa benar-benar berhenti dari rutinitas itu, yang telah kujalani sejak tahun 2010. Aku ingin bisa melepaskan diri dari keharusan itu. Aku ingin bisa tak pernah lagi masuk ke rumah sakit manapun untuk berobat. Aku ingin, seperti orang-orang lain yang sehat, yang datang ke rumah sakit hanya untuk sekedar menjenguk orang sakit saja.

Aku tak menyukai perasaan itu, yang kualami ketika aku berada di lingkungan RSUP Sardjito. Terutama saat aku berada di Poli Tulip atau ICC (International Cancer Center). Perasaan saat aku menunggu dokter, saat duduk bersama-sama dengan para pasien breast cancer yang lain. Berada di sana, duduk di sana, mengingatkanku bahwa aku adalah seorang pasien breast cancer. Bahwa aku masih harus terus kontrol, terus berobat, entah sampai kapan. Ini sudah tahun ke-7 sejak hari pertama kemoterapiku. Tapi aku tak pernah berani menanyakan kepada dokter, sampai kapan aku harus terus cek darah untuk mengetahui hasil lab ca 15-3, harus bone survey, usg upper and lower abdomen, dan mamografi. Di satu sisi aku ingin bisa lepas dari semuanya itu, tapi di sisi lain aku merasa takut jika kankerku muncul lagi, jika ada sel kanker yang hidup lagi dan takkan terdeteksi karena aku sudah meninggalkan semua pemeriksaan yang harus kujalani. Aku merasa tak berdaya menghadapi pilihan itu.

Tak ada pilihan lain, aku harus bisa menyabarkan diri menghadapi seluruh rangkaian pemeriksaan yang menjemukan itu, yang berlangsung dari pagi sampai sore. Aku harus menabahkan hati ketika berada di poli Tulip maupun di ICC dan berusaha untuk bisa melupakan saat-saat ketika aku berada di ruangan kemoterapi, atau saat-saat ketika aku duduk di sana menunggu dokter datang, berada dalam kondisi fisik dimana hasil lab menunjukkan bahwa leukositku nol koma sekian. Saat duduk di sana, aku harus melupakan hari-hari ketika aku datang setiap hari untuk meminta perawat menyuntikkan obat leukoken ke lengan atasku supaya jumlah leukositku mencapai angka yang normal. Aku harus menyabarkan diri bahkan ketika liburan akhir semester, hari dimana orang-orang lain mengisinya dengan berlibur ke tempat-tempat wisata, aku justru mengisinya dengan kontrol dokter ke RSUP Sardjito. Saat itu aku bilang di status, bahwa liburanku anti mainstream.

Dear readers, aku tahu bahwa mestinya aku lebih banyak bersyukur. Bahwa aku datang ke Poli Tulip untuk sekedar kontrol. Bukan untuk berobat. Bukan untuk mengulang kembali proses kemoterapi. Banyak teman-temanku di grup pasien Tulip yang harus kembali menjalani rangkaian proses kemoterapi karena hasil lab mereka menunjukkan adanya kekambuhan sel kanker. Sel kanker mereka yang tadinya tertidur lelap, telah bagun kembali. Dan itu adalah horror dari segala horror yang pernah ada di muka bumi. Tak ada horror yang lebih menakutkan selain itu. Mohon doakan aku, semoga sel kanker ku telah mati semuanya. Semoga sel kankerku takkan pernah muncul lagi, selama-lamanya. Dulu, di sebuah postingan aku pernah mengatakan kalimat ini “keep on fighting and never give up”. Tapi kini aku merasa terlalu lelah untuk fighting menghadapi apapun juga. Akhirnya, aku hanya berharap untuk bisa tetap sehat selama-lamanya.  Untuk bisa selalu bersyukur dalam mengisi hari-hariku.

 


Farewell, my Dear Friend

Dear readers, today, one of my friends (she used to be my student seven years ago, my best student) make a farewell speech in font of teacher room. She will leave my school to accompany her husband who has teaching duty on Sumbawa Barat Island.

I feel so lost because she was a diligent and helpful teacher, she was loved by her students. She has a kind heart, she has an honest and integrity character. I feel so lost because she is the one I can trust, the one I can share my thinking, I can share my feeling about anything I want to share. 😦

I still remember one day, it was one of my worst day on the middle of my chemotherapy schedule. I lived in Yogya at that time, on a boarding house in the process of having medical treatments on RSUP Dr. Sardjito. And on one evening she came to my boarding house with one of her friends who used to be my student too. They were on a first year on their education on UNY. They came to see my condition, to encourage me, to make me feel better to pass my journey on beating my breast cancer disease. I really can’t forget that day, and I will never forget it. I will never forget her kindness, her care and loving.

And now, today I lost her. I wish the best for her and her little family, I will always pray the best for them. But now I feel so lost and sad and I can’t hide my tears. May she always have a good time with her family, given a good and pious children, and have a bright future on their new place.

Notes :

To Mbak Asriyatun, I hope life treat you kind and I hope all of your dreams can come true


Faith in Allah’s Plan

Here is one of my favorite lecture from my favorite lecturer, Nouman Ali Khan.


Welcome Desember

Dear readers, awal bulan ini di sekolah diawali dengan kegiatan ulangan umum bersama semester ganjil, yang terjadwal mulai tanggal 2 sampai dengan 16  Desember 2017. Awal bulan ini pula, aku kembali berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan yang diadakan oleh LSP TA (Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi).

LSP TA mengundang seluruh asesornya yang terbagi dalam dua kelompok untuk mengikuti kegiatan seminar nasional dan PPL (Program Profesi Lanjutan) yang berlangsung mulai tanggal 5-7 Desember 2017. Kelompok pertama merupakan para asesor yang sudah memiliki sertifikat uji kompetensi untuk klaster komputer akuntansi dan spreadsheet, sedangkan kelompok kedua adalah para asesor yang belum memiliki sertifikat uji tersebut.

Asesor yang masuk dalam kelompok pertama mengikuti kegiatan seminar (tgl 5 Desember) di Aula Mezzanine kantor Kemenkeu dan mengikuti kegiatan PPL dana desa (tanggal 6 Desember) di kampus Universitas Trisakti Grogol. Aku merupakan salah satu asesor yang termasuk dalam kelompok pertama. Sedangkan asesor yang masuk dalam kelompok kedua, selain mengikuti kegiatan seminar yang sama di tempat yang sama, mereka juga mengikuti PPL software akuntansi Accurate dan Spreadsheet di kampus Tri Sakti Grogol dilanjutkan dengan Uji Kompetensi Accurate dan Spreadsheet di kampus yang sama, di Jl. Kyai Tapa Grogol.

seminar 1

seminar 2ppl 1ppl 2

Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan BNSP, Kemenkeu dan Kementerian Ristek Dikti. Dari Kemenkeu yang menjadi pembicara adalah Sekretaris Menteri, dari Ristek Dikti yang menjadi pembicara adalah pak menterinya sendiri.

Sebagian dari para asesor ini selain guru akuntansi SMK, adalah para dosen akuntansi di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Ketika PPL, aku dan beberapa teman guru berada satu ruangan dengan para dosen itu (yang kebanyakan titelnya berderet S1-S3) sama-sama belajar tentang akuntansi keuangan dana desa. Ini materi yang sama sekali baru buatku.

Sebenarnya ada sedikit perasaan minder ketika bertemu dengan mereka para dosen yang titelnya berderet itu. Tapi ini bukan kali pertama aku bertemu mereka. Beberapa waktu yang lalu, aku juga pernah mengikuti kegiatan yang sama, seminar nasional dengan tema yang berbeda, yang juga diikuti oleh para asesor kompetensi akuntansi. Beberapa dosen yang aku kenal, mereka sangat low profile. Beberapa dari mereka, pernah aku undang untuk datang ke sekolah dan menjadi guru tamu untuk mengajar siswa kompetensi keahlian akuntansi (dulu sewaktu aku masih Ka. Prog).

Dosen-dosen yang aku kenal itu, walaupun titelnya berderet, tak pernah membanggakan gelar SE, Akt, M.Si, CA yang mereka miliki. Mereka senang sekali ketika diundang datang ke sekolahku untuk berbagi ilmu dengan para siswa. Tapi, namanya juga manusia, tetap ada juga beberapa orang asesor dari kalangan dosen yang memandang rendah kepada asesor yang merupakan guru-guru akuntansi SMK. Ini kualami sendiri ketika awal Februari lalu mengikuti kegiatan Upgrading dan RCC di Bogor. Tapi biarlah, it’s over.

Desember ini belum berakhir, dan aku yakin masih banyak yang harus aku kerjakan. Aku berharap semoga Allah memberiku kesehatan agar aku dapat melaksanakan semua tugas dan tanggungjawabku dengan baik. Amin.

 

 


Amazing November

Dear readers, tanggal 23-25 November kemarin akan menjadi hari-hari yang takkan terlupakan dalam hidupku. Daftar my unforgetable moments in life menjadi bertambah dengan tiga hari yang kujalani di Jakarta kemarin itu. Tiga hari itu adalah hari-hari penilaian akhir dari kegiatan lomba yang aku ikuti, yang prosesnya berawal sejak bulan Mei.

Lomba Karya Inovasi Pendidikan Karakter Bangsa yang kuikuti ini diawali dengan membuat action plan. Kemudian dari seluruh peserta yang mendaftar dan mengirimkan action plan diseleksi sebanyak 200 peserta untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis. Bimbingan teknis dibagi dua region, aku mendapat undangan di region Yogya, bertempat di hotel UNY selama 3 hari, di bulan Mei.

Setelah Bimtek, para peserta menerapkan action plan hasil Bimtek di sekolah masing-masing. Selain itu, para peserta juga mengirimkan RTL (Rencana Tindak Lanjut) setiap bulan melalui website Kesharlindungdikmen. Pada akhir kegiatan, peserta mengirimkan laporan kegiatan melalui website. Dari hasil penilaian Laporan akhir, diputuskan finalis lomba sebanyak 78 orang. Dan aku hampir tak percaya ketika namaku berada diantara daftar para finalis.

Aku berusaha mempersiapkan materi presentasi, merancang tampilan power point dan berlatih presentasi. You know, actualy I’m an introvert, jadi bagaimana mungkin seorang yang introvert dan pemalu seperti aku bisa melakukan presentasi di depan juri dan di depan para finalis lainnya ?

Dalam tiga hari itu, kegiatan hari pertama Kamis tanggal 23 November 2017 adalah registrasi peserta, check in, dan sorenya ada pemberian materi Pendidikan Karakter dari Prof. Suyanto dan materi Literasi dari bu Pangesti. malamnya dilanjutkan dengan acara pembukaan. Kegiatan penilaian akhir Lomba Karya Inovasi Pendidikan Karakter bangsa ini dilakukan di hotel Diradja, Mampang, bersamaan dengan penilaian akhir Lomba penulisan Naskah Buku, yang diikuti oleh 45 finalis dari seluruh Indonesia. I feel so blessed having oppoturnity to meet so many great teacher there, on this event.

presentasi 1

Hari berikutnya, Jumat 24 November 2017 adalah pelaksanaan penilaian presentasi. Para finalis lomba inovasi karakter bangsa dibagi menjadi 4 kelompok dalam 4 ruangan. Aku berada di kelompok 4, bersama 16 orang finalis lainnya. Jurinya 2 orang, dosen dari UNY Yogyakarta dan UPI Bandung.

presentasi 3

foto bersama juri

Ini adalah foto bersama setelah semua finalis tampil membawakan presentasi inovasi pendidikan karakter masing-masing.

Hari ketiga, Sabtu tanggal 25 November 2017, bersamaan dengan Hari Guru Nasional. Kami seluruh finalis mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara HGN di kantor Kemendikbud Jl. Jendral Sudirman. Seluruh finalis berangkat menggunakan bus yang disediakan panitia.

Berikut ini foto-foto sebelum upacara dimulai di Kantor Kemdikbud :

persiapan upacara 2

persiapan upacara

kemdikbud 2

kemdikbud 1

kemdikbud 3Selesai upacara dilanjutkan dengan puncak acara seremonial di gedung insan cendekia, pengumuman lomba dan pemberian hadiah. Walaupun aku tidak menjadi juara, but i feel so happy and grateful being the part of this event. Aku berharap suatu hari nanti dapat kembali mengikuti event yang sama. Semoga aku bisa memperbaiki kemampuan menulis dan presentasiku, setidaknya tahun depan bisa menjadi finalis lagi, untuk mata lomba yang sama, atau mata lomba yang lain. Amin.

seremonial

Yang jelas, I’m so happy because my unforgetable moments tidak hanya tentang tanggal operasiku, tanggal kemoterapi pertama dan tanggal konsumsi tamofen pertama kalinya. I hope there will be more happy moments than sad moments I have to remember. All I know I should be grateful for every moments I had.

 

 

 


October Hectic

Dears readers, maafkan ke-lebay-an judul postingan kali ini. Seperti yang biasanya terjadi, setelah tulisan jadi, baru bingung mau dikasih judul apa. Sepertinya October Hectic ini cukup mewakili isi tulisan ini, jadi judul ini saja yang dipakai :).

Bulan Oktober kemarin aku nggak sempat menuliskan postingan di blog ini. Oh ya, ada satu postingan artikel yang kubuat dalam rangka mengikuti Lomba Penulisan Artikel. Kuposting disini hanya sebentar karena salah satu syarat mengikuti lomba itu adalah, tulisan dimuat di media online. Jadi aku pilih kumuat disini saja. Tapi kemudian setelah tiba waktunya pengumuman, aku nggak menang, jadi kuhapus lagi postingan itu.

Bulan Oktober itu, entah bagaimana, aku berturut-turut mendapatkan tugas dinas luar, untuk berbagai keperluan. Dimulai pada tanggal 2 Oktober 2017 kemarin, aku dapat WA dari Mbak Nugrah, petugas administrasi di LSP Teknisi Akuntansi. “Bu, bisa asses ke SMKN 1 Slawi tanggal 6-7 Oktober, Jumat-Sabtu ?” tanyanya. Aku forward WA itu ke suamiku. Dia jawab “Ya”. Barulah aku jawab ke Mbak Nugrah. “Bisa Mbak.” Segera Mbak Nugrah kirim surat tugas dan jadwal pelaksanaan Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi untuk tanggal 6-7 Oktober 2017.

Jadilah aku tanggal 6 dan 7 Oktober hari Jumat-Sabtu itu, berada di SMK N 1 Slawi dalam rangka bertugas sebagai asesor kompetensi dengan surat tugas dari LSP Teknisi Akuntansi. Dalam perjalanan ketika berangkat dari rumah ke Slawi, sebuah WA dari temanku masuk. Dia kirim file pdf dan pesan “Bu Ela ada undangan rakor di Bandung hari Minggu”. Waduh, undangan rakor apa pula ini ? aku penasaran banget, mau download file pdf nya nggak bisa-bisa karena pada saat itu aku sedang melewati wilayah dimana kartu kuota ku tak ada sinyal. Mau tanya ke temanku via WA juga nggak bisa, karena nggak ada sinyal.

Akhirnya setelah mendapatkan sinyal, aku berhasil download file itu. Ternyata itu  adalah undangan kegiatan berjudul “Rapat Koordinasi Evaluasi Laporan IN-1 dan Penyiapan Laporan Akhir IN-2 Program Guru Keahlian Ganda” di Banana Inn Hotel, Bandung tanggal 8-10 Oktober 2017. Yang diundang dalam kegiatan itu adalah semua bendahara dan penanggungjawab Pusat Belajar (PB) yang bekerjasama dengan LPPPTK KPTK Gowa, Makassar. Acara pembukaan dimulai jam 16.00 WIB tanggal 8. Membaca undangan itu, aku galau. Aku baru akan selesai kegiatan di Slawi hari Sabtu siang, dan hanya membawa satu koper kecil baju untuk dipakai sampai Sabtu siang. Aku nggak mungkin langsung berangkat dari Slawi ke Bandung dengan membawa satu koper pakaian kotor. Sementara di Bandung aku masih harus mengikuti kegiatan tiga hari. Kalau pulang ke Cilacap dulu untuk menukar isi koper, aku nggak bisa datang di Bandung sebelum jam 4 sore hari Minggu tanggal 8.

bandung

Akhirnya, aku hubungi contact person, menyampaikan bahwa aku terpaksa datang terlambat dan baru bisa mengikuti kegiatan itu tanggal 9 pagi, hari Senin. Aku menyampaikan kondisiku bahwa sampai hari Sabtu siang tanggal 7 Oktober aku masih DL di Slawi. Syukurlah pihak panitia membolehkan. Akhirnya, selesai kegiatan di Slawi jam 13.00, aku segera pulang ke Cilacap. Sebelumnya aku sudah pesen travel ke Bandung, adanya yang berangkat jam 14.00 siang, sampai Bandung jam 22.00 WIB, kata petugas travelnya.  Aku masih bisa istirahat malam Minggu dan hari Minggu sampai siang. Minggu siang itu aku berangkat, sampai hotel Banana Inn jam 1 malam ! Capek banget rasanya. Kirain beneran jam 22.00 malam bisa sampai Bandung… 😦 😦 :(. Jadilah aku DL mendadak Senin-Selasa itu. Mendadak, karena aku nggak sempat siapkan tugas untuk kelas yang aku tinggal. Aku hanya sempat siapkan tugas untuk jadwal kelas di hari Jumat tanggal 6. Akhirnya aku hubungi guru piket, nitip tugas.

Dua minggu berlalu, aku mengajar seperti biasa pada jam-jam KBM. Pada suatu hari tiba-tiba ada email masuk dari Dirjen GTK. Setelah kubuka, ternyata ada undangan untuk kegiatan “Evaluasi Keterlaksanaan dan Dampak Program Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Terhadap Profesionalisme Guru”, tanggal 30 Oktober sampai 1 November 2017, bertempat di Hotel Onih, Bogor. Berbeda dengan sebelumnya, membaca undangan yang ini I was so excited.

bogor

Peserta kegiatan ini berjumlah 100 orang dari seluruh Indonesia. Mereka adalah para guru yang pernah mengikuti kegiatan Bimtek maupun Lomba-Lomba di Kesharlindung Dikmen. Aku diundang bersama kedua orang temanku satu sekolahan; bu Pipiet yang pernah menjadi juara Simposium dan OGN, dan bu Sari yang juara Lomba Kompetensi Guru. Aku belum pernah menjadi juara lomba, tapi kebetulan aku pernah ikut kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal GTK. Dua kali ikut Bimtek, dan sekarang ini aku masih menunggu tibanya waktu untuk kegiatan penilaian akhir Lomba Inovasi Pendidikan Karakter Bangsa yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Aku pernah tuliskan sekilas tentang kegiatan Bimtek Karbang ini di sini : https://failasufah01.wordpress.com/2017/04/14/random-thought/ Alhamdulillah aku terpilih menjadi salah satu finalis. Mohon doanya supaya aku berhasil melalui kegiatan penilaian akhir tanggal 23-25 November besok dengan baik, dengan hasil yang terbaik. Apapun hasilnya nanti, aku yakin bahwa itu yang terbaik yang pantas aku terima.

Aku sih senang – senang saja mendapat tugas DL. Tapi kalau terlalu sering, nggak enak juga sama siswa, sering meninggalkan kelas. Walaupun ada tugas, tapi rasanya tetap beda. Tapi tugas DL kemarin-kemarin itu memang benar-benar harus aku datangi. Repotnya kalau sesudah DL ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan dikirim. Seperti tugas asesor yang ke Slawi itu, aku seharusnya segera mengirim skoring nilai via email kepada Mbak Nugrah. Mestinya paling lambat Senin tanggal 9 Oktober, tapi karena tanggal itu dan sesudahnya aku ada DL yang juga mengharuskan aku menyelesaikan dan mengirimkan laporan keuangan PB, aku baru mengirim skoring nilai itu tanggal 25 Oktober setelah ditagih dulu sama Mbak Nugrah. Karena kesibukan, aku sampai lupa sama sekali bahwa aku belum kirim file skoring.

Tugas dari DL yang kedua yang di Bandung, aku harus mengurutkan berkas laporan sesuai permintaan LPPPTK KPTK Gowa. Hanya mengurutkan dan melengkapi berkas, karena sebetulnya dulu laporan sudah disusun. Kemudian menjilidnya dan mengirimkannya ke Makassar. Padahal dulu ketika kegiatan Diklat IN-1 berakhir, laporan juga sudah dikirim ke Makassar. Ya sudahlah, aku ikuti saja apa maunya panitia. Kalau DL yang ketiga di bulan ini, alhamdulillah tidak ada tugas yang harus dikerjakan, hanya diminta mengisi angket dan mendapatkan beberapa materi. Tapi aku bersyukur sekali bisa ikut kegiatan itu, karena semua pembicara materi yang diberikan di kegiatan tersebut sangat-sangat menginspirasi. Kalau yang seperti ini, kayaknya nggak papa ninggalin tugas sebentar buat murid. Asal bisa ketemu dengan orang-orang hebat yang menginspirasi untuk bisa berprestasi dan berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi untuk para siswa.

Itu saja ceritaku pada postingan kali ini. Postingan berikutnya semoga ada sesuatu yang bisa aku tuliskan, yang isinya lebih baik lagi dari yang sekarang. Dan semoga ada kabar gembira di dalamnya 🙂 I hope so.

 


Walk in My Shoes (If You Dare)

they can't comprehend

Dear readers, di awal tahun ajaran baru ini aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas tambahan sebagai bendahara sekolah. FYI, dimulai pada bulan Januari 2017, aku menjadi bendahara sekolah menggantikan seorang temanku yang sebenarnya sudah lama pensiun tetapi sampai waktu itu masih diperbantukan sebagai bendahara sekolah. Beliau memang sudah cukup sepuh. Aku tak tahu mengapa dulu aku terima saja tawaran Plt Kepala Sekolah yang menjabat saat itu, untuk menjadi bendahara sekolah.

Sebuah keputusan yang pada akhirnya aku sesali. Karena menjadi bendahara sekolah itu ternyata tidak semudah dan sesederhana melakukan pembukuan transaksi. Banyak hal yang aku merasa tidak mampu melakukannya. Aku tak bisa terus – menerus berada dalam tekanan. Aku tak bisa terus – menerus berada dalam situasi dimana aku  harus segera menyetorkan laporan keuangan, sementara data tentang rekapitulasi pengeluaran dana yang dikelola oleh orang lain belum aku terima. Bahkan mungkin oleh orang itu belum dibuat sama sekali. Apa yang harus aku tulis? Apa yang harus aku laporkan ? Sementara pekerjaanku, yang harus aku buat, tergantung dari pekerjaan orang lain. Jika orang lain itu seenaknya saja kerjanya, sementara aku diburu-buru tenggat waktu, bagaimana bisa ? Bagaimana bisa aku menyetorkan laporan keuangan bulanan tepat waktu ? Dan yang menyedihkan adalah, kenyataan bahwa aku bukan tipe orang yang bisa ngamuk-ngamuk marah-marah, meminta supaya data rekapan itu bisa dibuat segera, dalam waktu singkat, atau diserahkan padaku tepat waktu.

Belum lagi selama 6 bulan menjadi bendahara sekolah itu, aku harus menanggung perasaan tak tenang dan tak nyaman karena menyadari ada sesuatu yang salah, yang keliru, yang tak semestinya dari dokumen transaksi yang disetorkan kepadaku oleh pengelola dana, seorang temanku yang lain. Aku tak bisa berada dalam situasi yang amat riskan seperti itu. Amat beresiko tinggi. Walaupun aku sama sekali tidak bersentuhan dengan uang karena tugasku di bagian pembukuan, dan sudah ada dua orang sebagai pengelola dana, tapi aku tetap merasa tak nyaman.

Aku merasa harus secepatnya meletakkan jabatan ini. Aku tak mampu lagi melanjutkannya. Aku menghadap Plt Kepala Sekolahku yang baru. Sayangnya, sampai tiga kali aku menghadap untuk menyampaikan permohonan pengunduran diri, tiga kali pula beliau menolak. Tapi tentu saja aku tak mau menyerah. Untuk keempat kalinya, aku beranikan diri untuk menghadap beliau lagi. Sekali lagi aku sampaikan keberatanku menjadi bendahara dan aku sampaikan riwayat kesehatanku, tentang penyakit breast cancer ku. Rupanya, itulah senjata pamungkas yang bisa membuat beliau mengabulkan permohonanku. Alhamdulillah, akhirnya aku terbebas dari tugas dan tanggungjawab yang amat berat itu, yang tak sanggup lagi aku memikulnya.

Dear readers, tahukah anda  bahwa orang yang pernah sakit kanker itu, tidak boleh terlalu capek, tidak boleh berpikir terlalu berat dan tidak boleh stress? Jika aku mengatakan kepada teman-temanku bahwa aku tidak boleh terlalu capek, paling aku akan ditertawakan, dibilang manja dan sebagainya. Oh, tapi mungkin juga tidak. Teman-temanku orangnya baik-baik kok 🙂 . Ya, aku tentu saja tak bisa mengatakan hal itu, dan tak perlu mengatakannya. Karena jam kerjaku bersama teman-teman di sekolah itu setiap hari dimulai jam 06.40 pagi sampai dengan 16.00 WIB. Jam 06.40 WIB, kami semua harus memulai apel pagi setiap hari selasa sampai jumat. Hanya pada hari senin kami bisa berangkat agak lebih siang karena untuk hari senin pagi bukan diawali dengan apel pagi tetapi dengan upacara bendera, yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kami semua pulang jam 16.00 WIB karena 5 hari kerja. Hari Sabtu kegiatan siswa adalah ekstra kurikuler. Jam 16.00 WIB itu baru keluar dari kelas. Sampai rumah sudah jam 16.30 WIB. Gimana bisa nggak capek ?

Dear readers, walaupun teman-temanku orangnya baik-baik, bisa saja sebenarnya ada satu-dua orang yang mengatakan kalau aku ini cengeng. Sok sakit, kanker lagi. Walaupun mereka tahu bahwa aku benar-benar pernah punya breast cancer disease, tapi mereka semua mengira bahwa aku sudah sembuh. Aku sendiri belum berani mengatakan bahwa aku sudah sembuh.

Bahkan dr. K pun tak pernah mengatakan bahwa aku sudah sembuh. Aku masih dimintanya untuk chek up, cek ca 15-3  per 6 bulan sekali, dan kadang aku diberi pengantar bone survey. Berarti aku masih harus memantau pergerakan sel kanker yang masih ada di tubuhku. Walaupun ketika terakhir kali kontrol dr K mengatakan bahwa sekarang tinggal cek ca 15-3 saja per tahun, tapi aku tak mau ambil resiko. Mungkin agak berlebihan, tapi aku sebenarnya hanya khawatir saja. Aku tetap melakukan cek ca 15-3 per 6 bulan. Dan aku berniat minum obat tamofen sampai 10 tahun, walaupun dulu ketika awal meresepkan tamofen dr. K mengatakan bahwa obat itu diminum selama 5 tahun.

Aku mendapatkan info dari seorang teman survivor yang juga seorang dokter, bahwa minum tamofen selama 10 tahun akan lebih meminimalkan terjadinya kekambuhan pada seorang survivor breast cancer. Itu adalah sebuah hasil penelitian, aku bahkan dikirimi file nya via email. Hasil penelitian itu berjudul Long term effects of continuing adjuvant tamoxifen to 10 years versus stopping at 5 years after diagnosis oestrogen receptor-positive breast cancer : ATLAS, a randomised trial . Btw, ATLAS itu singkatan dari Adjuvant Tamoxifen : Longer Against Shorter. Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa pasien yang melanjutkan minum tamofen sampai dengan 10 tahun memiliki resiko kekambuhan yang lebih rendah dibanding pasien yang mengkonsumsi tamofen selama 5 tahun. Aku sudah pernah menanyakan tentang hal tersebut kepada dr. K dan beliau menyetujui keinginanku dan meresepkan tamofen untuk 6 bulan sekaligus.

See? Jika ada orang yang mengatakan aku ini sok sakit sehingga tidak mau diberi tugas tambahan sebagai bendahara atau apapun lagi, biarlah. Bahwa aku hanya cari-cari alasan saja supaya bisa lepas dari tanggung jawab itu, biarlah. Mungkin aku hanya bisa berkata “Walk in my shoes, if you dare.” Tunggulah sampai kau merasakan bagaimana rasanya harus menjalani kemoterapi belasan kali (aku 6 kali kemo doxo dan 8 kali kemo herceptin) dan menjalani radioterapi puluhan kali (aku 25 kali). Masih harus minum obat sampai 10 tahun… dan… oh ya. Tentu saja sebelum itu kau harus menjalani mastektomi dulu.  Dan sebelum itu, yang paling awal dari keseluruhan proses itu adalah : kau mendengar diagnosa dokter yang mengatakan penyakit apa yang sesungguhnya berada pada tubuhmu. Those are the real challenges. Are you dare?

Karena kau takkan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan,  jika kau tak pernah menjalani semuanya itu. Walk a mile in my shoes. See what I see. Hear what I hear. Feel what I feel. Then maybe you’ll understand, why I do what I do. Untill then, don’t judge me. (taken from http://www.EnlighteningQuotes.com).

 


It’s About My Wish (and My Unforgetable Journeys)

Dear readers, you know how sometimes I feel truly amazed about how Allah answer my wish. I still remember one day when I felt so depressed with my health condition while I was taking my treatments to beat my breast cancer.

On that day, there’s nothing I want more than to go to some place out there, some beautiful place out there on this earth, far, far away from the hospital where I have to take treatments almost everyday for about six months. On that day, I felt so bored, really-really bored with all my treatments. At that time, it was about on the middle of my schedule on radiotherapy treatment. I felt so bored that I want so badly to go to a place out there far, far away…and what I want is, by plane. I know, to go on a place by plane seems a little bit impossible to be true. It seems too good to be true. But at that time, I want it so badly. On that boring days, I wrote a post on my blog. You can read on this post: https://failasufah01.wordpress.com/2011/04/14/i-wanna-fly-away/

I still remember there were many days filled with pray, with hope, wishes and tears. I’m afraid I couldn’t make my dreams come true, because of my condition. I really hope that I can totally recover from my disease. But Allah, with His Infinite Wisdom, Powerful, Most Gracious and Most Merciful had a willing to make my dream come true. On 2012, He makes me go to Singapore. You can read about it here : https://failasufah01.wordpress.com/2012/06/30/finally-my-dream-comes-true/.

Allah, He is Really The Most Gracious and The Most Merciful. It’s not taking too long, He decided to make me to go to a place far away by plane just one year after I post my writing with tittle “I wanna fly away”. And after that time, two years later on 2014 Allah had made me fly away once again, to such a beautiful and historical place with its delicious food cullinary : Palembang, Sumatera Island. I wrote a post about my travel to that town on : https://failasufah01.wordpress.com/2014/10/15/kenang-kenangan-dari-palembang/.

And this year, among my busy and boring days working as a teacher in the beginning of semester, again, He wants me to go to another place far away from my hometown, by plane (oh, you know how I really enjoy my flights, seems “kampungan” maybe 🙂 ). He made me go to Sulawesi Island, Makassar. My writing about this I had post recently on https://failasufah01.wordpress.com/2017/03/11/my-latest-adventure-2/.

I really never imagine, my simple wish to fly had made me took three flight to a different place far away from home. Far away from the hospital I had had treatment more than five years ago.
Allah, The Most Gracious and The Most Merciful had been so kind to me. There were so many wishes come true by His hand. Even a simple wish, even a simple hope. Just like my post on : https://failasufah01.wordpress.com/2012/04/17/terimakasih-allah/.

Allah, The Most Gracious and The Most Merciful had been so kind to me, and always so kind, forever. And for now, I have another wish. I dare to have this wish because I know maybe one day He will make my wish come true just like before. Because He has the ability to do it. He has the power to make any dreams come true.

Dear readers, I want to go to take a shortcourse, in another country. I know there’s a chance. But I know it’s not easy to pass the selection test. But I do hope, I will have the chance, I will have the ability to pass all of the test. I really hope. I will pray for it. And I will try as far as I can. I will learn more. I do hope, may, this kind of dream will be come true. But above all those, I do hope that I can totally recover from my breast cancer disease, forever and ever. Aamiin.