October Hectic

Dears readers, maafkan ke-lebay-an judul postingan kali ini. Seperti yang biasanya terjadi, setelah tulisan jadi, baru bingung mau dikasih judul apa. Sepertinya October Hectic ini cukup mewakili isi tulisan ini, jadi judul ini saja yang dipakai :).

Bulan Oktober kemarin aku nggak sempat menuliskan postingan di blog ini. Oh ya, ada satu postingan artikel yang kubuat dalam rangka mengikuti Lomba Penulisan Artikel. Kuposting disini hanya sebentar karena salah satu syarat mengikuti lomba itu adalah, tulisan dimuat di media online. Jadi aku pilih kumuat disini saja. Tapi kemudian setelah tiba waktunya pengumuman, aku nggak menang, jadi kuhapus lagi postingan itu.

Bulan Oktober itu, entah bagaimana, aku berturut-turut mendapatkan tugas dinas luar, untuk berbagai keperluan. Dimulai pada tanggal 2 Oktober 2017 kemarin, aku dapat WA dari Mbak Nugrah, petugas administrasi di LSP Teknisi Akuntansi. “Bu, bisa asses ke SMKN 1 Slawi tanggal 6-7 Oktober, Jumat-Sabtu ?” tanyanya. Aku forward WA itu ke suamiku. Dia jawab “Ya”. Barulah aku jawab ke Mbak Nugrah. “Bisa Mbak.” Segera Mbak Nugrah kirim surat tugas dan jadwal pelaksanaan Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi untuk tanggal 6-7 Oktober 2017.

Jadilah aku tanggal 6 dan 7 Oktober hari Jumat-Sabtu itu, berada di SMK N 1 Slawi dalam rangka bertugas sebagai asesor kompetensi dengan surat tugas dari LSP Teknisi Akuntansi. Dalam perjalanan ketika berangkat dari rumah ke Slawi, sebuah WA dari temanku masuk. Dia kirim file pdf dan pesan “Bu Ela ada undangan rakor di Bandung hari Minggu”. Waduh, undangan rakor apa pula ini ? aku penasaran banget, mau download file pdf nya nggak bisa-bisa karena pada saat itu aku sedang melewati wilayah dimana kartu kuota ku tak ada sinyal. Mau tanya ke temanku via WA juga nggak bisa, karena nggak ada sinyal.

Akhirnya setelah mendapatkan sinyal, aku berhasil download file itu. Ternyata itu  adalah undangan kegiatan berjudul “Rapat Koordinasi Evaluasi Laporan IN-1 dan Penyiapan Laporan Akhir IN-2 Program Guru Keahlian Ganda” di Banana Inn Hotel, Bandung tanggal 8-10 Oktober 2017. Yang diundang dalam kegiatan itu adalah semua bendahara dan penanggungjawab Pusat Belajar (PB) yang bekerjasama dengan LPPPTK KPTK Gowa, Makassar. Acara pembukaan dimulai jam 16.00 WIB tanggal 8. Membaca undangan itu, aku galau. Aku baru akan selesai kegiatan di Slawi hari Sabtu siang, dan hanya membawa satu koper kecil baju untuk dipakai sampai Sabtu siang. Aku nggak mungkin langsung berangkat dari Slawi ke Bandung dengan membawa satu koper pakaian kotor. Sementara di Bandung aku masih harus mengikuti kegiatan tiga hari. Kalau pulang ke Cilacap dulu untuk menukar isi koper, aku nggak bisa datang di Bandung sebelum jam 4 sore hari Minggu tanggal 8.

bandung

Akhirnya, aku hubungi contact person, menyampaikan bahwa aku terpaksa datang terlambat dan baru bisa mengikuti kegiatan itu tanggal 9 pagi, hari Senin. Aku menyampaikan kondisiku bahwa sampai hari Sabtu siang tanggal 7 Oktober aku masih DL di Slawi. Syukurlah pihak panitia membolehkan. Akhirnya, selesai kegiatan di Slawi jam 13.00, aku segera pulang ke Cilacap. Sebelumnya aku sudah pesen travel ke Bandung, adanya yang berangkat jam 14.00 siang, sampai Bandung jam 22.00 WIB, kata petugas travelnya.  Aku masih bisa istirahat malam Minggu dan hari Minggu sampai siang. Minggu siang itu aku berangkat, sampai hotel Banana Inn jam 1 malam ! Capek banget rasanya. Kirain beneran jam 22.00 malam bisa sampai Bandung… 😦 😦 :(. Jadilah aku DL mendadak Senin-Selasa itu. Mendadak, karena aku nggak sempat siapkan tugas untuk kelas yang aku tinggal. Aku hanya sempat siapkan tugas untuk jadwal kelas di hari Jumat tanggal 6. Akhirnya aku hubungi guru piket, nitip tugas.

Dua minggu berlalu, aku mengajar seperti biasa pada jam-jam KBM. Pada suatu hari tiba-tiba ada email masuk dari Dirjen GTK. Setelah kubuka, ternyata ada undangan untuk kegiatan “Evaluasi Keterlaksanaan dan Dampak Program Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Terhadap Profesionalisme Guru”, tanggal 30 Oktober sampai 1 November 2017, bertempat di Hotel Onih, Bogor. Berbeda dengan sebelumnya, membaca undangan yang ini I was so excited.

bogor

Peserta kegiatan ini berjumlah 100 orang dari seluruh Indonesia. Mereka adalah para guru yang pernah mengikuti kegiatan Bimtek maupun Lomba-Lomba di Kesharlindung Dikmen. Aku diundang bersama kedua orang temanku satu sekolahan; bu Pipiet yang pernah menjadi juara Simposium dan OGN, dan bu Sari yang juara Lomba Kompetensi Guru. Aku belum pernah menjadi juara lomba, tapi kebetulan aku pernah ikut kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal GTK. Dua kali ikut Bimtek, dan sekarang ini aku masih menunggu tibanya waktu untuk kegiatan penilaian akhir Lomba Inovasi Pendidikan Karakter Bangsa yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Aku pernah tuliskan sekilas tentang kegiatan Bimtek Karbang ini di sini : https://failasufah01.wordpress.com/2017/04/14/random-thought/ Alhamdulillah aku terpilih menjadi salah satu finalis. Mohon doanya supaya aku berhasil melalui kegiatan penilaian akhir tanggal 23-25 November besok dengan baik, dengan hasil yang terbaik. Apapun hasilnya nanti, aku yakin bahwa itu yang terbaik yang pantas aku terima.

Aku sih senang – senang saja mendapat tugas DL. Tapi kalau terlalu sering, nggak enak juga sama siswa, sering meninggalkan kelas. Walaupun ada tugas, tapi rasanya tetap beda. Tapi tugas DL kemarin-kemarin itu memang benar-benar harus aku datangi. Repotnya kalau sesudah DL ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan dikirim. Seperti tugas asesor yang ke Slawi itu, aku seharusnya segera mengirim skoring nilai via email kepada Mbak Nugrah. Mestinya paling lambat Senin tanggal 9 Oktober, tapi karena tanggal itu dan sesudahnya aku ada DL yang juga mengharuskan aku menyelesaikan dan mengirimkan laporan keuangan PB, aku baru mengirim skoring nilai itu tanggal 25 Oktober setelah ditagih dulu sama Mbak Nugrah. Karena kesibukan, aku sampai lupa sama sekali bahwa aku belum kirim file skoring.

Tugas dari DL yang kedua yang di Bandung, aku harus mengurutkan berkas laporan sesuai permintaan LPPPTK KPTK Gowa. Hanya mengurutkan dan melengkapi berkas, karena sebetulnya dulu laporan sudah disusun. Kemudian menjilidnya dan mengirimkannya ke Makassar. Padahal dulu ketika kegiatan Diklat IN-1 berakhir, laporan juga sudah dikirim ke Makassar. Ya sudahlah, aku ikuti saja apa maunya panitia. Kalau DL yang ketiga di bulan ini, alhamdulillah tidak ada tugas yang harus dikerjakan, hanya diminta mengisi angket dan mendapatkan beberapa materi. Tapi aku bersyukur sekali bisa ikut kegiatan itu, karena semua pembicara materi yang diberikan di kegiatan tersebut sangat-sangat menginspirasi. Kalau yang seperti ini, kayaknya nggak papa ninggalin tugas sebentar buat murid. Asal bisa ketemu dengan orang-orang hebat yang menginspirasi untuk bisa berprestasi dan berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi untuk para siswa.

Itu saja ceritaku pada postingan kali ini. Postingan berikutnya semoga ada sesuatu yang bisa aku tuliskan, yang isinya lebih baik lagi dari yang sekarang. Dan semoga ada kabar gembira di dalamnya 🙂 I hope so.

 

Advertisements

Walk in My Shoes (If You Dare)

they can't comprehend

Dear readers, di awal tahun ajaran baru ini aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas tambahan sebagai bendahara sekolah. FYI, dimulai pada bulan Januari 2017, aku menjadi bendahara sekolah menggantikan seorang temanku yang sebenarnya sudah lama pensiun tetapi sampai waktu itu masih diperbantukan sebagai bendahara sekolah. Beliau memang sudah cukup sepuh. Aku tak tahu mengapa dulu aku terima saja tawaran Plt Kepala Sekolah yang menjabat saat itu, untuk menjadi bendahara sekolah.

Sebuah keputusan yang pada akhirnya aku sesali. Karena menjadi bendahara sekolah itu ternyata tidak semudah dan sesederhana melakukan pembukuan transaksi. Banyak hal yang aku merasa tidak mampu melakukannya. Aku tak bisa terus – menerus berada dalam tekanan. Aku tak bisa terus – menerus berada dalam situasi dimana aku  harus segera menyetorkan laporan keuangan, sementara data tentang rekapitulasi pengeluaran dana yang dikelola oleh orang lain belum aku terima. Bahkan mungkin oleh orang itu belum dibuat sama sekali. Apa yang harus aku tulis? Apa yang harus aku laporkan ? Sementara pekerjaanku, yang harus aku buat, tergantung dari pekerjaan orang lain. Jika orang lain itu seenaknya saja kerjanya, sementara aku diburu-buru tenggat waktu, bagaimana bisa ? Bagaimana bisa aku menyetorkan laporan keuangan bulanan tepat waktu ? Dan yang menyedihkan adalah, kenyataan bahwa aku bukan tipe orang yang bisa ngamuk-ngamuk marah-marah, meminta supaya data rekapan itu bisa dibuat segera, dalam waktu singkat, atau diserahkan padaku tepat waktu.

Belum lagi selama 6 bulan menjadi bendahara sekolah itu, aku harus menanggung perasaan tak tenang dan tak nyaman karena menyadari ada sesuatu yang salah, yang keliru, yang tak semestinya dari dokumen transaksi yang disetorkan kepadaku oleh pengelola dana, seorang temanku yang lain. Aku tak bisa berada dalam situasi yang amat riskan seperti itu. Amat beresiko tinggi. Walaupun aku sama sekali tidak bersentuhan dengan uang karena tugasku di bagian pembukuan, dan sudah ada dua orang sebagai pengelola dana, tapi aku tetap merasa tak nyaman.

Aku merasa harus secepatnya meletakkan jabatan ini. Aku tak mampu lagi melanjutkannya. Aku menghadap Plt Kepala Sekolahku yang baru. Sayangnya, sampai tiga kali aku menghadap untuk menyampaikan permohonan pengunduran diri, tiga kali pula beliau menolak. Tapi tentu saja aku tak mau menyerah. Untuk keempat kalinya, aku beranikan diri untuk menghadap beliau lagi. Sekali lagi aku sampaikan keberatanku menjadi bendahara dan aku sampaikan riwayat kesehatanku, tentang penyakit breast cancer ku. Rupanya, itulah senjata pamungkas yang bisa membuat beliau mengabulkan permohonanku. Alhamdulillah, akhirnya aku terbebas dari tugas dan tanggungjawab yang amat berat itu, yang tak sanggup lagi aku memikulnya.

Dear readers, tahukah anda  bahwa orang yang pernah sakit kanker itu, tidak boleh terlalu capek, tidak boleh berpikir terlalu berat dan tidak boleh stress? Jika aku mengatakan kepada teman-temanku bahwa aku tidak boleh terlalu capek, paling aku akan ditertawakan, dibilang manja dan sebagainya. Oh, tapi mungkin juga tidak. Teman-temanku orangnya baik-baik kok 🙂 . Ya, aku tentu saja tak bisa mengatakan hal itu, dan tak perlu mengatakannya. Karena jam kerjaku bersama teman-teman di sekolah itu setiap hari dimulai jam 06.40 pagi sampai dengan 16.00 WIB. Jam 06.40 WIB, kami semua harus memulai apel pagi setiap hari selasa sampai jumat. Hanya pada hari senin kami bisa berangkat agak lebih siang karena untuk hari senin pagi bukan diawali dengan apel pagi tetapi dengan upacara bendera, yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kami semua pulang jam 16.00 WIB karena 5 hari kerja. Hari Sabtu kegiatan siswa adalah ekstra kurikuler. Jam 16.00 WIB itu baru keluar dari kelas. Sampai rumah sudah jam 16.30 WIB. Gimana bisa nggak capek ?

Dear readers, walaupun teman-temanku orangnya baik-baik, bisa saja sebenarnya ada satu-dua orang yang mengatakan kalau aku ini cengeng. Sok sakit, kanker lagi. Walaupun mereka tahu bahwa aku benar-benar pernah punya breast cancer disease, tapi mereka semua mengira bahwa aku sudah sembuh. Aku sendiri belum berani mengatakan bahwa aku sudah sembuh.

Bahkan dr. K pun tak pernah mengatakan bahwa aku sudah sembuh. Aku masih dimintanya untuk chek up, cek ca 15-3  per 6 bulan sekali, dan kadang aku diberi pengantar bone survey. Berarti aku masih harus memantau pergerakan sel kanker yang masih ada di tubuhku. Walaupun ketika terakhir kali kontrol dr K mengatakan bahwa sekarang tinggal cek ca 15-3 saja per tahun, tapi aku tak mau ambil resiko. Mungkin agak berlebihan, tapi aku sebenarnya hanya khawatir saja. Aku tetap melakukan cek ca 15-3 per 6 bulan. Dan aku berniat minum obat tamofen sampai 10 tahun, walaupun dulu ketika awal meresepkan tamofen dr. K mengatakan bahwa obat itu diminum selama 5 tahun.

Aku mendapatkan info dari seorang teman survivor yang juga seorang dokter, bahwa minum tamofen selama 10 tahun akan lebih meminimalkan terjadinya kekambuhan pada seorang survivor breast cancer. Itu adalah sebuah hasil penelitian, aku bahkan dikirimi file nya via email. Hasil penelitian itu berjudul Long term effects of continuing adjuvant tamoxifen to 10 years versus stopping at 5 years after diagnosis oestrogen receptor-positive breast cancer : ATLAS, a randomised trial . Btw, ATLAS itu singkatan dari Adjuvant Tamoxifen : Longer Against Shorter. Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa pasien yang melanjutkan minum tamofen sampai dengan 10 tahun memiliki resiko kekambuhan yang lebih rendah dibanding pasien yang mengkonsumsi tamofen selama 5 tahun. Aku sudah pernah menanyakan tentang hal tersebut kepada dr. K dan beliau menyetujui keinginanku dan meresepkan tamofen untuk 6 bulan sekaligus.

See? Jika ada orang yang mengatakan aku ini sok sakit sehingga tidak mau diberi tugas tambahan sebagai bendahara atau apapun lagi, biarlah. Bahwa aku hanya cari-cari alasan saja supaya bisa lepas dari tanggung jawab itu, biarlah. Mungkin aku hanya bisa berkata “Walk in my shoes, if you dare.” Tunggulah sampai kau merasakan bagaimana rasanya harus menjalani kemoterapi belasan kali (aku 6 kali kemo doxo dan 8 kali kemo herceptin) dan menjalani radioterapi puluhan kali (aku 25 kali). Masih harus minum obat sampai 10 tahun… dan… oh ya. Tentu saja sebelum itu kau harus menjalani mastektomi dulu.  Dan sebelum itu, yang paling awal dari keseluruhan proses itu adalah : kau mendengar diagnosa dokter yang mengatakan penyakit apa yang sesungguhnya berada pada tubuhmu. Those are the real challenges. Are you dare?

Karena kau takkan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan,  jika kau tak pernah menjalani semuanya itu. Walk a mile in my shoes. See what I see. Hear what I hear. Feel what I feel. Then maybe you’ll understand, why I do what I do. Untill then, don’t judge me. (taken from http://www.EnlighteningQuotes.com).

 


It’s About My Wish (and My Unforgetable Journeys)

Dear readers, you know how sometimes I feel truly amazed about how Allah answer my wish. I still remember one day when I felt so depressed with my health condition while I was taking my treatments to beat my breast cancer.

On that day, there’s nothing I want more than to go to some place out there, some beautiful place out there on this earth, far, far away from the hospital where I have to take treatments almost everyday for about six months. On that day, I felt so bored, really-really bored with all my treatments. At that time, it was about on the middle of my schedule on radiotherapy treatment. I felt so bored that I want so badly to go to a place out there far, far away…and what I want is, by plane. I know, to go on a place by plane seems a little bit impossible to be true. It seems too good to be true. But at that time, I want it so badly. On that boring days, I wrote a post on my blog. You can read on this post: https://failasufah01.wordpress.com/2011/04/14/i-wanna-fly-away/

I still remember there were many days filled with pray, with hope, wishes and tears. I’m afraid I couldn’t make my dreams come true, because of my condition. I really hope that I can totally recover from my disease. But Allah, with His Infinite Wisdom, Powerful, Most Gracious and Most Merciful had a willing to make my dream come true. On 2012, He makes me go to Singapore. You can read about it here : https://failasufah01.wordpress.com/2012/06/30/finally-my-dream-comes-true/.

Allah, He is Really The Most Gracious and The Most Merciful. It’s not taking too long, He decided to make me to go to a place far away by plane just one year after I post my writing with tittle “I wanna fly away”. And after that time, two years later on 2014 Allah had made me fly away once again, to such a beautiful and historical place with its delicious food cullinary : Palembang, Sumatera Island. I wrote a post about my travel to that town on : https://failasufah01.wordpress.com/2014/10/15/kenang-kenangan-dari-palembang/.

And this year, among my busy and boring days working as a teacher in the beginning of semester, again, He wants me to go to another place far away from my hometown, by plane (oh, you know how I really enjoy my flights, seems “kampungan” maybe 🙂 ). He made me go to Sulawesi Island, Makassar. My writing about this I had post recently on https://failasufah01.wordpress.com/2017/03/11/my-latest-adventure-2/.

I really never imagine, my simple wish to fly had made me took three flight to a different place far away from home. Far away from the hospital I had had treatment more than five years ago.
Allah, The Most Gracious and The Most Merciful had been so kind to me. There were so many wishes come true by His hand. Even a simple wish, even a simple hope. Just like my post on : https://failasufah01.wordpress.com/2012/04/17/terimakasih-allah/.

Allah, The Most Gracious and The Most Merciful had been so kind to me, and always so kind, forever. And for now, I have another wish. I dare to have this wish because I know maybe one day He will make my wish come true just like before. Because He has the ability to do it. He has the power to make any dreams come true.

Dear readers, I want to go to take a shortcourse, in another country. I know there’s a chance. But I know it’s not easy to pass the selection test. But I do hope, I will have the chance, I will have the ability to pass all of the test. I really hope. I will pray for it. And I will try as far as I can. I will learn more. I do hope, may, this kind of dream will be come true. But above all those, I do hope that I can totally recover from my breast cancer disease, forever and ever. Aamiin.


Random Thought

Dear readers… bagaimana kabarnya ? semoga semuanya sehat selalu. Sekarang ini aku sedang sibuk dengan Kegiatan Diklat Guru Program Keahlian Ganda (Diklat In Service 1) Kompetensi Keahlian Multimedia sebagai tindak lanjut dari keberangkatanku ke Makassar awal bulan Maret lalu ketika mengikuti Rapat Koordinasi untuk penyelenggaraan diklat ini. (Di postingan lalu aku sudah pernah ceritakan tentang ini)  Karena sekolahku ditunjuk menjadi PB (Pusat Belajar) untuk guru keahlian ganda oleh LP3TK KPTK Gowa Makassar, maka aku harus menjalankan tugas dan tanggung jawabku sebagai salah satu komponen kecil dalam kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan Diklat yang dilaksanakan di sekolahku ini. Kegiatan Diklat Guru Keahlian Ganda ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan 45 hari efektif, dimulai sejak 25 Maret 2017 sampai dengan 24 Mei 2017.

Para peserta Diklat ini adalah guru-guru SMK yang telah terdaftar dalam program ini yaitu sebanyak 28 orang berasal dari Purwokerto, Purbalingga, Brebes, Banyumas dan Cilacap. Di kegiatan ini, sebenarnya aku hanya merupakan satu komponen kecil aja. Aku lebih suka menyebut diriku sebagai PU, atau Pembantu Umum. Aku hanya sibuk wira-wiri kesana-kemari sambil berlari-lari mengurusi apa saja yang bisa diurus. Capek sih,  dalam sehari aku bisa naik turun tangga berkali-kali, karena urusan di lantai atas dan di lantai bawah. Seminggu pertama kegiatan ini dilaksanakan di lantai 2, di ruang sidang. Minggu berikutnya berlangsung di laboratorium komputer 1. Lokasi lab 1 itu jauh di pojokan belakang sekolah. Jadi walaupun berada di lantai 1, aku wira-wiri bolak-balik dari ruang guru ke lab 1, dari kelas ke lab 1, sama aja capeknya. Semoga saja setelah kegiatan ini berakhir, berat badanku bisa turun sekitar 5 kilo. 🙂 🙂

Sebetulnya aku pusing dengan banyaknya tugas yang harus aku jalani. Aku mengajar, koreksi hasil pekerjaan siswa, aku membuat laporan keuangan komite, mengambil uang komite di bank jika ada surat permintaan pengambilan uang dari bendahara sekolah (dan ini hampir 2 hari sekali), mengurusi administrasi keuangan kegiatan Diklat, ikut mendampingi kegiatan peserta Diklat sampai mereka pulang jam 5 sore (yang ini sebenarnya gantian dengan 2 orang temanku lainnya, tapi aku hampir setiap hari pulang sampai sore 😦 😦 😦 ). Aku sama sekali tidak punya waktu untuk merajut ataupun membaca buku. Sampai rumah sudah capek, bahkan di hari libur pun aku masih merasa capek dan nggak kepingin ngapa-ngapain lagi.

Kalaupun lagi kepingin baca, paling aku cuma baca-baca blog di HP sambil tiduran. Dan suatu hari ketika aku sedang blogwalking, aku menemukan sebuah travel blog yang lumayan bisa bikin kepingin piknik, walaupun lokasi yang dibahas di blog itu adalah tempat yang sudah berkali-kali aku kunjungi, yaitu Yogyakarta. Ada banyak sekali lokasi di Yogya yang bisa dieksplor, yang belum pernah aku datangi. Membaca blog itu, ingin rasanya aku berkunjung ke Yogya lagi. (Oh ya, ngomong-ngomong tentang Yogya, aku akan ada acara bulan depan di sana, jika tidak ada perubahan, waktunya tanggal 8-10 Mei, Bimtek Pendampingan Pendidikan Karakter di hotel UNY. Alhamdulillah aku lolos seleksi tahap awal lomba Karbang yang diadakan Dirjen GTK melalui web kesharlindungdikmen.id. Masih ada beberapa tahapan lagi yang harus kulalui, wish me luck.)

Kembali ke ceritaku ketika blogwalking di atas : Blog itu, walaupun penampakannya adalah travel blog, tapi rupanya dalam setiap tulisannya, bertebaran iklan di sana-sini, bikin agak sedikit nggak nyaman bacanya. Terutama iklan hotel. Di setiap tulisannya, nama hotel itu disebut. Ditambah dengan pujian semacam “Di sini nyaman banget, menunya komplit banget, enak-enak semuanya”. Ih, norak banget. Dimana-mana hotel mahal ya kayak gitu. Setelah membaca beberapa judul postingan, lama-lama aku jadi sebel. Hotel itu dan segala fasilitasnya disebut-sebut lagi. Tempat-tempat makan, lokasi-lokasi bagus direkomendasikan untuk dikunjungi. Cukup membantu buat orang yang lagi cari referensi sebenarnya, tapi tidak buatku.

Mungkin aku yang jealous, atau aku yang sedang terlalu banyak pikiran dengan segala urusan pekerjaan, aku jadi membanding-bandingkan blogku dengan blog itu. Enak banget dia ya, seluruh isi postingannya tentang jalan-jalan, makan-makan, udah gitu dia dibayar pula sama hotelnya, sama rumah makannya… sedangkan blogku ? Apa yang bisa aku rekomendasikan? Bakalan lucu banget kalau aku tulis “Obat Doxorubicin dan Brexel ini hebat banget deh, keren banget, bisa bikin sakit kankerku sembuh lho…” atau gini “Obat Herceptin ini mujarab banget lho, untuk pasien dengan Her2 +++” Lalu aku bayangkan aku dapat uang dari produsen obat itu (wkwkwkwkwkw… 🙂 🙂 🙂 LOL). Atau misalnya aku nulis gini “Dokter K atau dokter A ini hebat banget lho, sabar, pinter banget, jadi kalau pembaca blog ini harus ke poli Tulip pilih  dokternya beliau aja” 🙂 🙂 🙂 Padahal beliau dokter A dan dokter K tiap harinya udah kebanjiran pasien, udah full banget tanpa perlu aku iklankan. Orang kalo baca iklanku yang kayak gitu pasti dikira aku ini sakit jiwa 🙂 🙂 🙂 . Beginilah nasib blog cancer patient. Isinya melulu tentang keluh-kesah, cemas, khawatir, jauh dari model travel blog. Tapi aku nggak mungkin mengubah blog ku jadi travel blog, karena aku jarang banget travelling… mana mungkin aku dibayarin pabrik obat buat travelling around the world (kepingin…. 🙂 🙂 :)).

Oh sudahlah. Berhentilah bermimpi. Sudah terlalu banyak mimpi-mimpiku selama ini yang belum juga menjadi kenyataan. But maybe I’m a dreamer, my dreams are always there, hide on a place somewhere in my mind. Recently I’m dreaming about having a log cabin in the woods, in the middle of nowhere. A place where I can forget my daily routine. I hope one day this dream will come true. Mungkin sampai disini saja dulu random thought yang kutuliskan menjadi postingan tak bermakna kali ini.


Paranoid

Dear  readers, if you ever read my writing on this blog from the very beginning, you know how I want to be free from any anxiety, any worries. But it’s seem so hard to feel. Sulit rasanya untuk bisa merasa tidak pernah khawatir tentang apapun. Saat inipun, aku sedang merasa sedikit khawatir. Bukan, bukan tentang kankerku, kali ini bukan itu. Tapi tentang jantungku. Aku merasa khawatir jika ada masalah pada jantungku.

Pernah menjalani delapan kali kemoterapi dengan obat Herceptin, dan sebuah kejadian yang kualami beberapa waktu yang lalu, sudah cukup menjadi alasan bagiku untuk merasa khawatir dengan kondisi jantungku. Efek Herceptin itu benar-benar merusak jantung. Aku ingat dulu sebelum dr. K (Sp.B (K) Onk) merekomendasikan dan meresepkan obat ini (karena hasil pemeriksaan immunohistokimia ku menunjukkan Her2Neu +++ pada 30 – 35% sel tumor), beliau memintaku untuk cek up jantung dulu di Poli Jantung Terpadu. Untunglah hasilnya bagus. Berdasarkan hasil cek up yang ditandatangani oleh ahli jantung dr. M (Sp.JP), jantungku normal sehingga layak untuk mendapatkan kemoterapi dengan obat Herceptin.

Dulu ketika akan memakai obat itu, oleh salah seorang medical representative dari produsen Herceptin (PT Roche) yang bernama Mas Bagyo, aku diberi semacam product knowledge tentang Herceptin. Bentuknya berupa buku kecil yang menjelaskan tentang Herceptin. Ketika kubaca, disebutkan bahwa Herceptin memiliki efek ke jantung. Jadi kemungkinannya kankerku bisa sembuh, tetapi jantungku bisa rusak… Duh, obat-obat kanker memang seperti itu ya… menyedihkan sekali. Tak adakah obat yang tidak memiliki efek samping memiliki daya rusak ke organ lain ? Obat-obat yang dulu kupakai,  obat kemo doxorubicin dan brexel daya rusaknya kalau bukan ke liver maka ke ginjal atau keduanya. Karena itulah dulu aku selalu diminta rutin cek up untuk melihat normal tidaknya fungsi liver dan fungsi ginjal setiap satu minggu setelah kemoterapi.

Kekhawatiranku akan fungsi jantungku saat ini bukannya tanpa sebab. Aku ingat suatu pagi di hari senin ketika sedang mengikuti upacara bendera di sekolah, tiba-tiba aku merasa lemas seperti mau pingsan. Rasanya nggak karuan, padahal posisi barisku berada di bawah keteduhan, pagi itu baru jam tujuh, matahari belum tinggi, dan aku juga sudah sarapan di rumah. Mengapa tiba-tiba aku merasa seperti mau pingsan ? Saat itu aku merasa tidak kuat lagi melanjutkan kegiatan upacara. Aku berpikir bahwa aku tak boleh pingsan di depan seluruh siswa dan teman-teman guru peserta upacara. Maka aku segera keluar dari barisan dan berjalan menuju UKS. Untungnya lokasi UKS tidak terlalu jauh dari lapangan upacara sehingga aku tidak keburu pingsan di selasar. Aku segera berbaring dan beristirahat. Rasanya badanku lemas, jantung berdebar-debar dan keringat dingin bercucuran.

Kalau kuingat-ingat lagi, penyebab jantungku berdebar keras pagi itu adalah karena sebelum upacara aku sempat berlari kecil di selasar ketika akan menyerahkan kunci mobil kepada suamiku. Pagi itu suamiku menyusulku ke sekolah, mau menukar motornya dengan mobil yang kupakai. Dia butuh mitsu mirage itu untuk suatu keperluan. Sehari-hari dia lebih suka pakai motor ke tempat kerja, dan karena aku lebih membutuhkan mobil itu untuk antar jemput 2 orang anak dengan 2 tas ransel yang besar-besar, maka mobil itu aku  yang pakai. Ketika dia datang itulah aku berlari kecil di sepanjang selasar sekolah yang panjang untuk memberikan kunci. Waktu itu aku sudah berada di bagian belakang sekolah, sudah dekat dengan lapangan upacara dan suamiku berada jauh di depan, di dekat ruang guru. Aku berlari karena aku nggak mau terlambat ikut upacara. Sejak itulah jantungku berdebar, dan ketika upacara aku merasa sangat lemas seperti mau pingsan.

Aku ingat, dulu ketika pertama kali obat Herceptin itu masuk ke venaku, perawat yang memberikan obat itu bertanya, “Ada yang dirasakan bu ?” Aku jawab, “Iya mbak, jantung saya jadi berdebar-debar…” padahal obat itu masuk lewat infus yang di drip lambat. Mendengar jawabanku, perawat itu mengatur drip infusku, membuat laju tetes drip yang masuk lebih pelan lagi. See ? Obat itu, baru beberapa tetes yang masuk ke tubuhku, jantungku langsung memberikan reaksi. Sebegitu besarkah daya rusak herceptin kepada jantung ? Mengerikan sekali.

Senin pagi itu, kebetulan hari pertamaku masuk sekolah kembali setelah 3 hari berada di Makassar untuk suatu kegiatan. Ketika kembali sampai di kotaku  malam sabtu, rasanya memang capek sekali. Tapi bukankah aku sudah cukup beristirahat selama dua hari di hari sabtu dan minggu ? Tapi sampai hari ini, aku tak pernah lagi mengalami perasaan seperti mau pingsan dan lemas seperti senin pagi itu. Mungkin, sebenarnya jantungku baik-baik saja. Aku saja yang terlalu paranoid. Mohon doanya, semoga semuanya baik-baik saja. All is well.

Semoga saja tulisanku ini tidak membuat takut orang yang diresepkan herceptin. Sungguh, bukan maksudku membuat takut. Jika mungkin ada diantara para pembaca yang kebetulan saja mengalami hal yang sama seperti saya (breast cancer dengan hasil immunohistikimia Her2 +++ dan diresepkan Herceptin), saya sarankan ikuti saja yang direkomendasikan dan diprogramkan oleh dokter onkologi anda. Semua itu tentu demi kesembuhan anda. Jangan takutkan apapun. Just be brave and never give up. And everything will be allright.


My Latest Adventure (2)

IMG_20170309_170714

Dear readers, seperti telah kujanjikan di postingan sebelumnya https://failasufah01.wordpress.com/2017/03/10/my-latest-adventure/, kali ini aku akan memposting foto-fotoku ketika di Makassar, terutama yang paling banyak adalah ketika berada di Fort Rotterdam.You can see how excited I am to found such a treasure like those. I hope one day I’ll be back to Makassar, and I will visit this beautiful historical place again.

IMG_20170309_170707

IMG_20170309_170824

IMG-20170310-WA0005IMG-20170310-WA0007IMG-20170310-WA0010IMG-20170310-WA0012IMG_20170309_170710IMG_20170309_171239IMG-20170310-WA0017IMG-20170310-WA0018IMG-20170310-WA0021IMG-20170310-WA0023IMG-20170310-WA0024


My Latest Adventure

I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

Because life is an adventure

Dear readers, lama sekali aku tak menuliskan apapun di blog ini. Rasanya sibuk, dan sibuk terus. Pulang sekolah sudah sore, di rumah sudah capek, nggak sempat buka laptop lagi. Tapi sekarang, saat ini, aku sedang tidak terlalu sibuk, jadi aku akan menuliskan sesuatu disini.

Sebenarnya, aku menuliskan ini dari suatu tempat yang jauh dari rumahku. Amat jauh. Saat ini, ketika mengetikkan ini, aku sedang duduk di ruang tunggu di bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Aku sedang menunggu pesawat yang akan membawaku pulang dari Makassar ke Yogya, kemudian dari Yogya disambung naik bis ke Cilacap.

Aku berangkat ke Makassar tiga hari yang lalu, mengikuti kegiatan rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh LP3TK KPTK Gowa. Kedatanganku ke Makassar bersama tiga orang temanku, yaitu ibu Kepsek, dua orang Waka dan aku sendiri. Entahlah, kupikir aku sangat beruntung bisa terpilih untuk mendampingi teman-teman berangkat ke Makassar. Ini memang kegiatan dalam rangka pekerjaan.Kami berempat mendapat undangan dari LP3TK Gowa Makassar karena sekolah kami merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk menjadi PB (Pusat Belajar) untuk Guru Program Keahlian Ganda Multimedia.

IMG_20170309_091906

Rupanya Allah telah mengabulkan doaku, bahwa pada suatu hari nanti aku ingin menginjakkan kaki di pulau Sulawesi, setelah pulau Sumatra (you can read at https://failasufah01.wordpress.com/2014/10/15/kenang-kenangan-dari-palembang/). Hotel Singgasana, nama hotel yang kutempati di Makassar kebetulan berada cukup dekat dengan Pantai Losari dan Fort Rotterdam. Aku sempat jalan-jalan pagi ke pantai Losari. Tapi karena aku sendiri berasal dari daerah pantai, maka keindahan Pantai Losari bagiku terasa biasa-biasa saja. Berbeda sekali dengan benteng Fort Rotterdam. Aku yang sangat menyukai bangunan kuno, merasa ingin sekali berlama-lama berada di situ. I was so excited. And childish. I walk everywhere here and there, kadang-kadang berlari kecil, just like a child who find a new toy. I feel like I just found a treasure.

IMG-20170310-WA0024

Tak bosan-bosannya aku memandangi bangunan-bangunan kuno yang ada di sana. Memotretnya. Tapi sayang, foto-foto yang kuambil seberapapun banyaknya, tak akan mampu memindahkan seluruh keindahan dan nuansa kuno yang kurasakan saat berada di sana. Saat itu sore hari, cuaca cerah,bangunan-bangunan kuno menjulang tinggi, dengan taman-taman di depannya. Bagiku yang berada di sana pada saat itu, semua tampak begitu indah.

Sungguh, setelah tiga hari berada di kota Makassar ini, kenangan yang terindah bagiku adalah suatu sore di benteng Rotterdam. Tentang kedatanganku pada suatu sore yang sempurna, tentang bangunan-bangunan kuno, taman-taman, halaman rumput, pohon-pohon yang terawat, segala yang ada di sana, semuanya bagiku amat mempesona.

Sebelum pulang kembali ke bandara siang ini, aku sempatkan lagi mengunjungi Benteng Rotterdam untuk terakhir kalinya. Sebetulnya aku hanya punya waktu 1 jam setelah check out untuk pulang. Jam satu siang aku check out, jam dua kami harus berangkat ke bandara. Tapi karena jaraknya dekat, aku nekat naik becak ke Benteng Rotterdam. Aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinya. Sayang sekali aku hanya bisa berada disana sebentar sekali, hanya sekitar 25 menit, karena seorang temanku (Bapak-bapak, takut ketinggalan pesawat 😦 )menelponku suruh kembali ke hotel, katanya takut macet kalau jam 2 belum berangkat ke Bandara. Akhirnya aku pulang, padahal masih sekitar 20 menit sebelum jam 2. Dalam hati aku sangat berharap agar suatu saat aku bisa kembali lagi ke sini, mengunjungi benteng Rotterdam dalam waktu yang jauh lebih lama, selama yang aku suka. Sometimes I wonder, perasaanku, kecintaanku terhadap bangunan-bangunan kuno terkadang mengherankan. (You can read at https://failasufah01.wordpress.com/2011/05/31/pesona-rumah-kuno/)

IMG-20170310-WA0018

Ketika menyusuri jalan-jalan di kota Makassar ini, aku teringat kutipan di atas itu, tentang “I want to live my life to the absolute fullest. To travel roads not taken”. Menyusuri jalan-jalan yang belum pernah kulewati sebelumnya. Aku bersyukur telah mendapatkan kesempatan ini dalam hidupku.I hope it will enrich my experiences. I hope one day, Allah will give me another experiences to see another beautiful historical place, in another island maybe, or another continent. Amin.

(Foto-foto lainnya di benteng Rotterdam akan aku posting lain kali)


It’s About My Blog

Dear readers, tak terasa hampir 6 tahun usia blog ku ini. Awal aku membuat blog ini dan memposting tulisan pertamaku adalah sekitar bulan Maret 2011. Aku lihat di archive, ternyata sudah cukup banyak tulisan-tulisanku yang terkumpul. Dulu ketika awal-awal ngeblog, hampir setiap bulan aku bikin postingan, semangat banget menulis, bahkan dalam satu bulan bisa tiga judul yang aku posting. Sayangnya akhir-akhir ini aku jarang buka blogku dan jarang membuat postingan. Sok sibuk dengan banyaknya jam mengajar dan banyaknya pesanan rajutan.

Kalau biasanya setiap tahun aku memposting annual report yang kudapat dari wordpress.com, tahun ini tidak bisa. Rupanya ada yang berubah dengan wordpress.com. Tak ada annual report masuk ke emailku. Rasanya agak aneh, kupikir jangan-jangan kehapus. Tapi aku sudah cari-cari di trash, tetep nggak ada. Sayang juga, karena tanpa annual report itu, aku tidak bisa tahu berapa judul yang sudah diposting dalam setahun ini, berapa banyak pengunjung blogku setahun terakhir, judul-judul apa saja yang mereka baca, judul-judul postingan yang mana yang paling banyak dibaca dalam setahun terakhir, dan laporan-laporan lain semacam itu.

Sekilas ketika pagi ini kubuka-buka tulisan-tulisan di blog ini, rupanya banyak judul yang hampir sama, mirip-mirip. Cerita-ceritanya pun tentang itu-itu saja. Tentang kanker, kemoterapi, radioterapi, tentang check up dan hasil check up, jumlah leukosit yang nol koma sekian, suntik leukoken, tentang bone survey, hasil lab ca 15-3, dan hal-hal semacam itu, hal-hal “ajaib” yang bisa dituliskan oleh seorang survivor kanker, yang telah mengalami segala hal dan peristiwa yang terkait dengan usaha penyembuhan penyakitnya.

Image result for writing is healing

Amat sangat jauh berbeda dengan blog milik teman dumay ku yang seorang traveller blogger. Kalau mungkin ada diantara para pembaca yang kebetulan kesasar baca blogku, mungkin ketika membaca tulisan-tulisan yang terkait dengan kanker dan pengobatan kankerku, akan merasa ngeri. Banyak atau sedikit. Karena tema kanker ini, bagaimanapun, terasa cukup menyeramkan. Sayang sekali, ini bukan blog yang bertipe travel blog. Andai aku bisa menjadi seorang traveller blogger, yang kerjaannya travelling kemana-mana kemudian menuliskan kisah-kisah travellingnya yang menakjubkan, penuh dengan foto-foto tempat-tempat eksotik dan pemandangan indah yang bisa membuat mupeng para pembacanya.Sedihnya, aku hanya bisa menjadi pembaca setia para traveller blogger itu, sambil berkhayal ikut mengunjungi tempat-tempat yang mereka kunjungi. Kasian banget.

Tapi bagaimanapun, ternyata di blog ini ada juga tiga kisah travelling yang pernah kulakukan, yaitu ketika dulu aku pergi ke Singapura di tahun 2011 (at https://failasufah01.wordpress.com/2012/06/30/finally-my-dream-comes-true/), ke Palembang di tahun 2014 (at https://failasufah01.wordpress.com/2014/10/15/kenang-kenangan-dari-palembang/) dan ketika pergi ke Bali, Oktober lalu (at https://failasufah01.wordpress.com/2016/10/28/piknik-ke-bali/). Sudah, hanya tiga itu saja, kisah perjalananku yang ada di blog ini. Yang ke Bali bahkan tanpa foto-foto sama sekali.

Selain itu, kalau bukan cerita tentang pengobatan kankerku, aku bercerita tentang hal-hal remeh temeh seputar pekerjaanku sebagai guru SMK. Tentang mengantar siswa mengikuti lomba, tentang hasil lomba-lomba yang diraih, cerita yang biasa saja dari seorang guru yang juga biasa saja. Tak ada yang luar biasa, kecuali  prestasi murid-muridku. Lantas, apa bagusnya semua itu diceritakan?

Bagus, ada bagusnya, tentu saja. Setidaknya dengan menuliskan itu semua, aku sehat. Aku dengar, writing is healing. So I heal my breast cancer disease with my writing, besides any other medical treatments. At least one day I can read my memories with my breast cancer, my memories with my students. All that has been written, is a part of my life. That’s why I choose that words “It’s About My Life” as a tagline of this blog. Because it’s true, all in this blog is about my life. And that “Because everyday is a wonderful life”, that sentence make me realize that I have so many things in my life to be thankful. The days in my life are so wonderful that I have to be grateful. And now I feel so grateful to Allah for so many experiences I have passed. Dan setidaknya, dengan menuliskan itu semua, barangkali saja sebagian tulisan bisa menjadi inspirasi bagi para breast cancer warrior, untuk tetap semangat berjuang melawan penyakitnya, menuju kesembuhan.

Image result for writing is healing

Sepanjang sekian waktu menulis blog, pernah juga terlintas dalam benakku, kapan ya ada penerbit yang menawarkan untuk membukukan tulisan-tulisanku, lalu menerbitkannya. Mimpi banget deh kayaknya. Khayalan tingkat tinggi banget (mestinya lain kali aku buat tulisan aja dengan judul”it’s about my dreams” 🙂 ). Tentu saja aku sadar bahwa tulisan-tulisan yang ada di blog ini masih jauh dari kata “layak” bagi seorang penerbit untuk berani menerbitkannya menjadi sebuah buku. Belum, sangat belum layak. Tentu saja aku tidak seperti mereka, blogger-blogger itu, yang tulisan-tulisannya begitu bagus sehingga para penerbit berebut untuk menerbitkannya dan buku-buku mereka laris dibaca orang-orang, bahkan kemudian difilmkan.

Sudahlah. I think I just have to face the reality, this blog is an ordinary blog from an ordninary woman like me. Just pray my cancer never come back anymore. Just be grateful and pray, that’s all.


Finally, It’s Over

Dear Readers, saat ini, aku menuliskan postingan ini di ruang guru, di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan teman-temanku menyiapkan raport untuk diambil wali murid besok pagi. Ada yang sedang ngeprint, ada yang sedang menuliskan halaman dan paraf di kolom validasi, ada yang sedang tanda-tangan di bagian tanda tangan wali kelas, ada juga yang sedang memasukkan hasil print out ke dalam buku raport.

Aku sendiri, setelah kemarin lembur sampai jam 5 sore, akhirnya selesai juga mempersiapkan raport untuk kelas XII Akuntansi 3, anak-anak waliku. Walaupun dalam keadaan tidak enak badan (aku sedang flu, pilek dan batuk), aku paksakan juga untuk menyelesaikan semuanya kemarin sore, karena hari ini ada jadwal lain yang sudah menungguku.

Hari ini nanti, jam 10.00 siang, aku harus mengikuti UKG (Uji Kompetensi Guru) online di Lab 4. Guru Akuntansi hanya aku dan seorang temanku yang ikut UKG kali ini, dari 6 orang guru akuntansi yang ada di SMK ku. Entah mengapa, hanya kami berdua juga yang kebetulan dapat panggilan diklat online guru pembelajar. Untuk menempuh UKG kali ini, bisa dibilang aku tanpa persiapan sama sekali. Semoga saja nilainya nanti tidak terlalu memalukan. Ternyata, walaupun sudah tidak menjabat sebagai K3 Kepala Kompetensi Keahlian), aku masih saja kesulitan membagi waktu antara mengajar dan mengerjakan tugas-tugas lain.

Aku bersyukur bahwa sekarang aku bukan lagi seorang K3, karena sudah ada seorang teman yang dengan sukarela menggantikanku. Senang sekali rasanya menjadi guru biasa, setelah merasa amat lelah menjadi K3 selama 5 tahun. Awalnya, aku sebenarnya hanya ingin menjadi guru biasa saja, bukan wali kelas dan tidak menjadi apa-apa. Aku ingin hanya fokus mengajar saja. Sepertinya enak sekali jika bisa mengajar saja, fokus, tidak menjabat apa pun. Tetapi, aku lupa bahwa aku masih butuh angka kredit untuk kenaikan pangkat. Akhirnya, setelah diingatkan seorang teman, akupun bersedia menjadi wali kelas. Maka jadilah aku wali kelas XII AK 3.

Semester ini, ada pergantian kepala sekolah di sekolah tempat aku mengajar. Kepsek lama memasuki usia pensiun, sementara digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt). Banyak peristiwa telah terjadi semester ini, semua kesibukan mengajar akan berakhir, dan liburan semester akan menjelang. Semoga aku bisa memanfaatkan liburan besok dengan baik, mengerjakan pesanan-pesanan rajutan sampai selesai semuanya. Amin

(latepost)


Piknik Ke Bali

Dear readers…. setelah hampir setengah tahun aku absen menulis postingan di blog ku ini, kini ketika aku ingin menulis lagi, aku bingung mesti cerita tentang apa. Banyak yang ingin kuceritakan, tapi aku bingung mana yang akan kupilih lebih dahulu. Begini rupanya efek dari lama absen menulis.

Akhirnya, aku memutuskan untuk memilih judul ini, dan bercerita tentang perjalanan ke Bali beberapa waktu lalu. Sebetulnya, ceritanya amat sangat biasa sekali, hanya kisah tentang seorang guru yang menemani para siswanya (yang terdiri dari rombongan 7 bis) yang mengadakan kunjungan industri dan berwisata ke pulau Bali.

Bisa ditebak, bahwa ini adalah my first trip to Bali. Iya, mana pernah aku pergi-pergi ke tempat-tempat eksotis di manca negara. Ke Bali ini aja kalau nggak nebeng rombongan siswa mungkin aku nggak akan pernah sampai ke sana. Dulu pernah sekali ke Singapura aja karena alhamdulillah dapet yang gratisan semuanya. 🙂 🙂 Waktu ke Palembang juga. Kalau dipikir, aku ini beruntung banget bisa dapat banyak trip gratisan, lengkap dengan akomodasinya pula. Oh ya, nggak banyak banget sih, baru tiga itu seingatku. Semoga di masa-masa mendatang akan ada lebih banyak lagi. Aamiin… ngarep banget deh.

Tentang perjalanan ke Bali ini, sebenarnya aku sudah ditawari berkali-kali oleh temanku, Waka Humas yang merupakan panitia kegiatan kunjungan industri siswa kelas 12. Sejak tahun 2011, setiap tahun aku ditawari untuk ikut. Karena katanya, satu sekolahan hanya aku sendiri yang belum pernah pergi ke Bali. Dan temanku itu mengutamakan guru-guru yang belum pernah ke Bali untuk mengawal siswa yang melakukan kunjungan industri dan wisata ke sana.

Sejak tahun 2011 itu pula, aku selalu menolak tawaran itu, tentu saja dengan alasan kesehatan. Di tahun 2011 itu kan, aku baru saja menyelesaikan serangkaian proses pengobatan breast cancer, diantaranya kemoterapi. Bagaimana mungkin aku berani melakukan perjalanan jauh ke Bali? Oh ya, perlu diketahui bahwa sarana transportasi yang dipakai semua siswa dan guru pendamping adalah bis. Tentu saja, kan ? Mana mungkin carter pesawat ? Jadi kupikir pasti capek banget perjalanan sehari semalam ke Bali. Itu sebabnya aku selalu menolak tawaran itu. Sampai tahun ini. Kebetulan di tahun ajaran ini aku sudah mengundurkan diri dari jabatan K3 (Kepala Kompetensi Keahlian) Akuntansi, dan sekarang dengan senang hati aku menjadi wali kelas 12 Ak 3. Kupikir sekaranglah waktu yang tepat untuk pergi ke Bali, senasib seperjalanan bersama anak-anak, duduk satu bis bareng mereka, dan kebetulan di tahun ini pengobatanku bisa dibilang sudah berakhir sempurna (walaupun aku memutuskan untuk tetap minum tamofen sampai 10 tahun) jadilah  aku mendaftar untuk ikut kunjungan industri tahun ini.

Akhirnya, malam itu tanggal 10 Oktober 2016, aku diantar suamiku (yang alhamdulillah mengijinkan kepergianku, padahal biasanya susah dimintain ijin :)) ke sekolah, tempat berkumpul sebelum semua peserta tour masuk bis masing-masing. Aku mendapat tempat di bis 2, bersama dengan siswa-siswa kompetensi keahlian Akuntansi. Berada satu bis bersama anak-anak, sungguh pengalaman yang amat menyenangkan. Melihat mereka yang begitu ceria tanpa beban, membuatku ketularan ceria pula. Aku berusaha menikmati perjalanan panjang itu sebaik-baiknya, walaupun ada rasa capek, tapi kubawa tidur jika memungkinkan :).

Sesampainya di Pulau Bali, banyak jadwal yang harus kami ikuti sesuai itinerary yang telah dirancang. Kami mengunjungi Istana Tampak Siring, mengunjungi pabrik PT Tehbotol Sosro (hanya bis 2 yang kesana, bis lain ke perusahaan lain sesuai kompetensi keahlian masing-masing), ke Garuda Wisnu Kencana, museum Bajra Sandhi, menonton pertunjukan tari Barong di Galuh…pokoknya tempat-tempat yang khas anak sekolahan banget deh. Tapi selain itu kami juga ke Bedugul, ke pantai Kuta, ke Krisna, Joger dan Mr. Kuta. Oh ya, di Joger aku menemukan satu kalimat yang kucatat dalam hati : lebih baik sedikit tetapi cukup daripada banyak tetapi tidak cukup :).

Travelling (pakai kata ini aja biar keren :)) ini berlangsung selama 5 hari, 2 hari di perjalan dan 3 hari di Bali. 5 hari itu, berjalan bagaikan mimpi. Waktu melayang begitu cepat. Perjalanan yang tadinya kupikir “it will be the longest trip I’ve ever made” itu pun berakhir. Senang sekali jika kita mengalami sebuah perjalanan yang penuh kesan. Itu pula yang kualami. Dan…yang paling berkesan dari seluruh perjalanan ini adalah….saat itu ketika rombongan kami mulai menaiki kapal ferry yang akan membawa kami semua menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang, kami menyaksikan di langit sore saat itu, tergambar dua bentuk awan yang serupa dengan dua orang memakai ikat khas bali, berdiri menunduk dan mengatupkan kedua tangan di dada. Sungguh, bukan hanya aku sendiri yang mendapatkan kesan bentuk awan itu. Maksudku, itu bukan imajinasiku seorang. Teman-temanku juga punya pendapat yang sama tentang bentuk kedua awan itu, yang tergambar dengan sangat jelas di langit sore yang cerah ketika itu. Dan saat itu pula, di kapal ferry itu, aku menyaksikan senja turun perlahan, menyinari seluruh panorama alam yang terbentang. Aku menyaksikan semuanya hingga selesai, hingga Gunung Ijen dan Gunung Raung yang tadinya tampak jelas, tinggal menjadi siluet saja, dan kemudian menghilang dalam kegelapan yang perlahan menyelimuti.

Saat itu, dalam hati aku berkata, “Selamat tinggal pulau Bali, entah kapan aku bisa datang lagi ke sini.” Kedengarannya sedikit lebay ya…tapi memang itulah yang kuucapkan dalam hatiku saat itu. Sama seperti dulu ketika aku melintasi jembatan Ampera di Palembang untuk terakhir kalinya, saat aku dalam perjalanan menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, untuk kembali pulang ke pulau Jawa. Ya, mungkin aku memang lebay, karena saat itu akupun berkata dalam hati “Selamat tinggal Palembang, entah kapan aku bisa datang ke sini lagi…” :). Sambil dalam hatiku bertanya-tanya, apakah kiranya yang akan membuatku datang lagi ke Palembang. Tak mungkin aku diundang diklat di sana bukan ? Oh sudahlah. lupakan Palembang, kita kembali ke pulau Bali.

Aku merasa bersyukur bahwa aku diberi kesehatan yang cukup dan kesempatan untuk bisa berkunjung ke pulau Bali, pulau yang membuat semua orang ingin berlibur di sana. Dan kemarin aku dikejutkan dengan berita gembira yang dibawa oleh suamiku bahwa kita bertiga (aku, suamiku dan Nayla) akan pergi ke Bali naik pesawat dari Yogya. Ada program family gathering di sana, dari kantor suamiku. Waktunya belum pasti, tapi sudah diprogramkan. Jadi suatu saat nanti pasti berangkat.

Memang, sewaktu aku berada di Bali, sempat aku berpikir, betapa senangnya jika aku datang ke sini bersama keluarga, bersama anak dan suamiku. Bahagia sekali ketika Allah mengabulkan doaku. Walaupun belum pasti kapan tanggalnya, but I feel so happy and grateful for whatever I had. I feel that all my life is full with blessing. Thank You Allah, for everything You have given to me.