Spend The Last Night With My Brother
Posted: April 27, 2011 Filed under: Uncategorized 3 Comments »
Yang ada di foto ini, yang duduk di paling kiri adalah adikku, Akbar Mubarrak. Dia kuliah S2 Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma, dapat beasiswa dari SEAMOLEC. Hari kuliahnya Selasa, Rabu dan Jumat. Selama aku kost di Yogya dalam rangka radioterapi, biasanya sepulang kuliah dia mampir ke kostku sebelum pulang ke rumahnya di Purworejo. Karena Senin besok aku sudah pulang ke kotaku dan nggak kost di Yogya lagi, jadi malam ini adalah malam terakhir aku bertemu dengannya di Yogya. Tadi siang aku sms, “My bro, could you accompany me walking along Malioboro tonight ?” Dia jawab pendek “Oke.”
Maghrib ketika dia datang, ternyata sudah punya rencana sendiri. Dia bilang, “Nanti abis sholat maghrib dan makan malem, kita pergi ke MST UGM dulu, lalu baru ke Malioboro.” What ? Ngapain ke Magister Sains dan Teknologi UGM ? Memang dia sering ke sana untuk video conference dengan dosennya, dalam rangka kuliahnya. “Aku harus ngajarin anak UII yang bikin proyek web bareng aku.” Gitu katanya. Adikku itu, selain guru Bahasa Inggris, juga punya kerjaan sampingan jadi tukang bikin web. Dan dia lagi ada job bikin web suatu sekolah, dan dikasih asisten mahasiswa Teknik Informatika UII.
Jadilah malam ini aku nulis postingan ini dari salah satu teras gedung MST UGM. Daripada bengong nungguin adikku yang lagi ngajarin dua orang asistennya. Hm…kayaknya malam ini bakalan jadi kenangan bener deh…
Hasil Cek Darah
Posted: April 26, 2011 Filed under: Health Leave a comment »
Tadi pagi, aku ambil hasil cek darah di instalasi laboratorium Sardjito. Sempat deg-degan juga mau baca hasilnya, karena sebelumnya aku belum pernah ngecek CEA dan CA. Alhamdulillah hasilnya bagus, CEA 1,68 dan CA15-3 nya 5,65. Fungsi liver dan ginjal juga normal. Hanya ada satu yang nggak normal. Biasa, langgananku…yaitu Leukosit, cuma 2,7 dari seharusnya minimal 4,8. Sebenarnya lumayan tinggi dari pada dulu yang selalu nol koma. Tapi selama radioterapi, ini adalah rekor terendahku. Biasanya selalu diatas 3.
Itu sebabnya waktu aku bawa hasil lab itu ke dokter radiologi, beliau meresepkan leukoken. Aku bilang bahwa aku masih punya simpanan leukoken. Terus aku juga sampaikan keluhanku, yaitu sendi jari tangan sakit. Lalu aku dikasih resep obat. Berikutnya, aku ambil leukoken, lalu disuntikkan oleh perawat di lengan atas. Kuharap itu adalah suntikan leukoken terakhirku. Kalau dihitung, aku sudah disuntik leukoken sebanyak 31 kali.
Hari senin, semuanya akan berakhir. Rencananya, hari kamis aku akan kontrol ke tulip sambil bawa hasil lab itu (biar nggak diambil darah lagi), kan sudah ada hasil CA nya, mungkin nanti disuruh USG dan rontgen untuk mengetahui aku sudah bersih dari sel kanker apa belum. Terus aku sekalian minta obat tamoxifen lagi, walaupun sebenarnya masih ada (karena habisnya nanti tanggal 6). Kenapa aku minta obatnya kamis ? Karena aku ingin, senin tanggal 2 itu setelah aku pulang, nggak balik ke Yogya lagi dalam waktu dekat. Nanti ke Yogyanya lagi kalo obatnya sudah tinggal 2 atau 3 butir aja. Dan semoga aku nggak terus-terusan lupa minum obat itu. Heran…hampir tiap hari masih suka lupa kalo sebelum tidur harus minum obat dulu..
Masih Banyak Kesempatan
Posted: April 26, 2011 Filed under: Uncategorized 1 Comment »
Tadi siang aku dapat telepon dari Mbak Isriyanti, dari LSP TA (Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi), memberitahukan bahwa besok hari senin dan selasa tanggal 2-3 Mei, aku diminta untuk menjadi asesor uji kompetensi akuntansi di SMKN 1 Yogya. What a surprise ! Tapi aku langsung bingung. Hari senin ? Itu adalah hari terakhirku diradioterapi. Gimana ya ? Tapi aku kepingin…biasanya aku jadi asesor di Kebumen dan Purwokerto. Mumpung aku lagi di Yogya juga… Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung jawab, “Mbak, sebenarnya tanggal 2 besok itu jadwal radioterapiku yang ke 25, yang terakhir…tapi nggak papa deh, aku undur hari rabu aja.. jadi aku bisa ke SMK 1, kebetulan ini juga saya lagi di Yogya..” Mbak Is jawab, “Bener bu..? Nggak papa..?” “Iya bener Mbak, aku udah sehat kok…sama bu Navy nggak Mbak?” Bu Navy adalah temanku yang juga asesor LSP. “Nggak bu, bu Navy dapet di Sleman,” “Oke..berarti bisa ya?” ”Ya, bisa.”
Habis itu aku sms suamiku, memberitahukan kabar terbaru tadi. Bahwa aku mau undur radioterapiku dari senin ke rabu, karena ada tugas di SMK 1 Yogya. Lama…nggak ada balasan sms. Terus aku telepon. Tapi berkali-kali nggak nyambung. Hm…mulai nggak enak hati nih. Pasti dia marah. Pasti nggak boleh. Aku salah sih…harusnya aku bilang ke Mbak Is, “Nanti dulu ya…coba aku tanya suamiku dulu…boleh apa enggak..” gitu…bukannya langsung mutusin sendiri… Lalu aku sms lagi, “Gimana…boleh nggak ?” lalu dia balas, “Inget kesehatan…” Aduh….bener kan ? bener-bener nggak boleh…
Ya sudahlah…aku nggak bisa dan nggak boleh maksa. Lalu smsnya kubalas, “Ya sudah nanti aku batalin.” Jadi aku langsung berusaha menghubungi Mbak Is. Tapi…berkali-kali kutelpon nggak nyambung. Ke nomer hapenya, ke nomer kantor di graha Akuntan juga nggak nyambung. Lagian kalo nyambung juga aku lupa nomer ekstensi ke LSP nya berapa. Ribet banget sih…maksudnya aku ingin secepatnya bilang ke Mbak Is bahwa aku nggak jadi, biar dia bisa segera cari asesor pengganti. Akhirnya, aku telepon ke bu Hexana, dosen Tri Sakti yang juga orang LSP.
Sebenarnya aku kecewa, sebenarnya aku kepingin tugas jadi asesor lagi…tapi kupikir apa yang dikatakan suamiku bener juga. Aku harus utamakan kesehatanku. Apalagi bertugas jadi asesor kompetensi akuntansi itu bakalan berat dan capek banget. Hari pertama, kerja fulltime dari pagi sampai sore, menguji siswa. Lalu koreksi hasil pekerjaan berpuluh puluh lembar sampai lewat tengah malam. Dilanjutkan pelaksanaan uji hari kedua, dari pagi sampai jam tujuh malam. Tadinya kupikir aku cukup sehat untuk bisa melakukan itu semua, seperti dulu ketika belum sakit. Tadinya kukira I can do anything I want to do and I can go anywhere I want to go..tapi kenyataannya nggak bisa begitu…
Mungkin sebaiknya memang nggak usah aja. Masih banyak kesempatan di lain waktu, di saat aku sudah benar-benar sehat. Amin….
Cek Darah
Posted: April 25, 2011 Filed under: Health 4 Comments »
Tadi pagi aku cek darah lengkap, termasuk fungsi hati, ginjal sekaligus CEA dan CA 15-3, di instalasi laboratorium, bukannya di lab kecil belakang paviliun wijaya. Ini adalah pertama kali aku cek darah di sana. Ada dua penyebab kenapa aku nggak cek darah di lab pav wijaya. Yang pertama, karena kalo cek CEA dan CA di lab wijaya itu mahal. Empat ratus ribu lebih, karena nggak pake askes. Sedangkan di lab depan, aku cuma disuruh nambah sebelas ribu limaratus rupiah, karena pake askes (kan hemat pangkal kaya..
). Yang kedua, karena aku trauma. Sewaktu cek darah sebelumnya, dua kali di hari Jumat, tanggal 8 dan 15 April, lengan kananku sudah ditusuk jarum dua kali di tempat yang berbeda (berarti empat kali, karena kejadiannya dua kali), tapi tetap darah nggak mau keluar. Lagi pula petugas pengisap darah itu (apa sih namanya, orang yang kerjanya ambil darah di laborat ? Laboran kali, ya?
) keliatannya tidak berperikemanusiaan sama sekali. Mungkin dia kira aku nggak sakit. Coba aja kalo dia yang ngalami gitu. Dua Jumat itu, petugasnya adalah orang yang sama. Bapak-bapak, yang kalo ambil darah prosesnya menyakitkan. Padahal beberapa kali sebelumnya, petugasnya dia juga, bisa keluar darah.
Ada empat orang petugas pengisap darah (laboran ?) pake alat suntik, di lab kecil belakang wijaya itu, setahuku. Ada dua orang ibu-ibu, satu pake kerudung, satunya enggak. Terus adalagi mas-mas, yang selalu baca bismillah dulu kalo mau ambil darah. Terus satunya bapak-bapak itu…yang horor banget. Dari empat orang itu, yang prosesnya selalu paling nggak sakit adalah yang mas-mas itu. Dan yang prosesnya selalu paling menyakitkan adalah yang bapak-bapak itu. Ini berdasarkan pengalamanku selama 20 kali lebih ambil darah. Iya, kalo dihitung aku sudah cek darah di situ selama 20 kali lebih, selama 6 kemo doxo dan 8 kemo herceptin dulu.
Dan ternyata, itu bukan cuma penilaianku saja. Ketika aku cerita dengan teman sesama pasien, ibu muda yang sakit leukemia dan sering ketemu kalo pas cek darah bareng, dia juga bilang begitu. Terus tadi, di instalasi laboratorium depan, ada teman sesama pasien, dia kanker nasofaring, cerita kalo dia juga mengalami proses pengambilan darah di lab wijaya, yang bikin trauma seperti aku. Dua kali lengannya ditusuk di tempat berbeda, dua-duanya juga nggak mau keluar darah. Dan proses itu dilakukan oleh orang yang sama, petugas yang bapak-bapak itu. Kejadiannya hari ini tadi. Terus dia langsung kabur, ke lab depan. Berani juga dia ya…coba dulu aku juga kabur. Bukannya kabur, dulu malah aku manut aja waktu yang tanggal 8 April akhirnya dia ambil darah dari lengan kiriku, padahal kan harusnya nggak boleh… kan harusnya kontralateral. Terus yang tanggal 15 April akhirnya dia ambil darah dari punggung telapak tangan kananku. Tadinya aku sempat berpikir minta ganti orang, ganti petugas maksudnya. Tapi mana mungkin aku berani ngomong “Pak, tolong panggilin petugas yang mas-mas itu aja.” Nggak enak sama bapak itu…
Jadi aku hari ini cek darah di lab depan. Prosedurnya, taruh berkas di bagian pendaftaran, lalu nunggu dipanggil untuk bayar di kasir, lalu masuk ruangan pengambilan sample darah. Karena ini hari senin dan kebetulan juga sesudah long weekend, jadi pasien di lab itu banyak banget, dan antrinya lama…. Aku diberitahu sama temanku yang sudah sering cek darah di situ, laboran yang mana yang proses ambil darahnya nggak sakit. Jadi sewaktu aku dipanggil untuk bayar di kasir, lalu masuk ruangan ambil darah, aku pilih petugas yang direkomendasikan temanku. Bener juga, ibu-ibu petugas itu ambil darahnya nggak sakit, pake jarum yang ukuran kecil, lagi, yang ada sayapnya…
padahal kalo di lab wijaya selalu pake jarum ukuran besar. Aku senang hari ini dapat pelajaran dan pengalaman baru. Tinggal ambil hasilnya besok, semoga bagus semuanya..terutama CA nya…(bikin deg-degan juga nih…) Amin…
Nayla Fauziah
Posted: April 23, 2011 Filed under: Uncategorized Leave a comment »
Pagi ini, dimulai lagi hiruk pikuk kesibukan pagi hari menyiapkan keperluan Nayla. Pembantu baru datang jam 06.30 WIB, jadi sejak bangun tidur aku yang menyiapkan semuanya. Setelah semuanya siap, lalu kami berangkat ke sekolah. Abahnya mengantar aku dulu, baru mengantar Nayla. Kebetulan kalau sabtu abahnya libur, karena lima hari kerja. Sedangkan aku, setiap hari sabtu berangkat ke sekolah, setelah dari senin sampai jumat radioterapi di Yogya.
Nayla Fauziah, bulan ini tepat 6 tahun, sekolah di TK Al Irsyad 01 kelas nol besar. Dia jadi manja kalo aku ada di rumah, walaupun sebenarnya sudah sering aku tinggal dalam rangka berobat ke Yogya. Dulu, dia hafal aku selalu berangkat ke Yogya setiap hari selasa. Pernah di suatu hari Selasa aku tidak ke Yogya, dia tanya, “Kok Ummi nggak ke Yogya? Kan sekarang hari selasa?” Dia tahu bahwa aku sakit, bahwa harus dioperasi, harus berobat lama supaya bisa sembuh. Dia bahkan tahu apa nama penyakitku. Ketika ditanya oleh ustadzahnya, “Nayla kok Umminya nggak pernah jemput lagi, kenapa?” dia jawab “Ummi sakit kanker Ust…nggak bisa jemput…” 
Dia senang sekali sewaktu aku beritahu bahwa “Sebentar lagi Ummi sudah nggak bolak-balik ke Yogya lagi Nayl, sudah boleh naik motor sendiri jemput sekolah Nayla.” (Sampai sekarang aku belum dibolehkan pergi bawa motor sendiri sama suamiku). Seminggu lagi, semua pengobatanku selesai. And I will continue my (wonderful and colourful) life.
Kuliah Dimana Mbak…?
Posted: April 22, 2011 Filed under: Uncategorized Leave a comment »
Begitulah pertanyaan orang-orang yang kutemui di Yogya selama ini. Entah sudah berapa kali aku ditanya seperti itu oleh teman satu kost, oleh ibu-ibu penjual jajanan, oleh sopir taksi. Dalam hati aku ketawa, I wish…I wish I was here to study accounting (or something) in master degree, not to cure my disease…. Andai saja benar bahwa aku berada di Yogya dalam rangka kuliah S2 di UGM (wow, keren…!). Biasanya sambil senyum, aku jelasin bahwa aku sudah kerja, dan aku berada di yogya dalam rangka berobat.
“Masa sih Mbak? Sakit apa?” kebanyakan mereka nggak percaya. Iya, siapa sih orang yang menyangka kalo aku sakit ? Kecuali orang yang benar-benar sudah tau bahwa aku memang sakit, orang lain tak akan mengira bahwa aku punya penyakit mematikan (lebay nih…). Aku kelihatan sehat dan normal. Oh, kuharap aku benar-benar sehat dan normal. Tapi kenyataannya aku tidak sehat dan (tidak) normal. Setelah kujelaskan bahwa aku sakit kanker dan sedang berobat di Sardjito, baru mereka mengerti.
Alhamdulillah, semua orang yang kutemui di Yogya adalah orang-orang yang baik dan ramah. Begitu tahu kalo aku sebenarnya punya penyakit, mereka memberi support dan mendoakan. “Yang sabar ya Mbak…semoga cepet sembuh ya…” kata mereka. “Padahal Mbaknya masih pantes kuliah lho..” Iya, kebanyakan mereka bilang pantesnya aku anak kuliahan, bukannya pasien Sardjito…. Gantian aku yang nggak percaya, “Masa sih Bu…?”
Question and Answer
Posted: April 18, 2011 Filed under: Religious Leave a comment »
Berikut ini adalah message yang kudapat dari Mbak Titah Rahayu (makasih Mbak…), aku posting ke sini karena isinya sangat bagus. Let’s check it out :
MENGAPA AKU DIUJI ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
“KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??”
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
“KENAPA FRUSTASI???”
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang2 yg beriman.”
“BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???”
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.”
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111 “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah utk mereka…”
“KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???”
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.”
“AKU TAK SANGGUP!!!!”
QURAN MENJAWAB :Qs. Yusuf : 12
“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
I Wanna Fly Away…
Posted: April 14, 2011 Filed under: Uncategorized Leave a comment »
Tadi siang sewaktu aku sedang duduk menunggu giliran untuk diradioterapi, datang sms dari temanku bu Widodo, yang guru bahasa inggris.”Bu, besok tanggal 28 Mei njenengan bisa ikut Tes TOEIC apa nggak ?” TOEIC adalah Test Of English for International Communication yang biasanya kuikuti setiap ada kesempatan. Langsung aku jawab, “Ya, bisa bu…tolong aku didaftarin ya…” Aku seneng banget dapat kesempatan ikut tes TOEIC lagi, setelah tahun kemarin terpaksa gagal ikut karena jadwalnya bersamaan dengan kegiatan upgrading asesor kompetensi akuntansi di Jakarta. Aku pilih ikut acara di Jakarta.
Aku juga sms lagi ke bu Widodo, “Bu, pokoknya kalo urusanku dengan radioterapi ini sudah selesai, aku bebas mau ikut kegiatan apa aja dan pergi kemana aja…” Dia balas, ”Alhamdulillah..berarti semua pengobatan udah selesai ya bu..?” “Iya bu..ini proses terakhir.., tinggal 11 kali sinar lagi, then I’m free…horeee..”
I can do anything I want to do and I can go anywhere I want to go. It feels like I wanna fly away. Aku bener-bener ingin cepat selesaikan semua urusan berobat yang telah kujalani sejak September 2010. Aku sudah merayakan selesainya kemo, jadi besok hari terakhir radioterapi juga akan kurayakan. Tapi…sekarang proses ini masih belum selesai…aku masih harus bersabar…
Kurus atau Langsing….?
Posted: April 13, 2011 Filed under: Uncategorized 6 Comments »
Kata teman-temanku, sekarang aku jadi kurus. Berat badanku memang turun sih… Dulu waktu operasi pertama bulan Agustus 2010, beratku 54 kg, menurut timbangan rumah lho… Sekarang, kalo menurut timbangan rumah 49 kg, tapi kalo menurut timbangan yang ada di poli tulip, beratku cuma 45 kg.. Yang mana yang benar ya? Masa selisihnya banyak banget…4 kg !
“Bu Ela makannya yang banyak dong…biar nggak terlalu kurus…” kata teman-temanku. Kupikir, aku memang ada masalah dengan urusan makan. Sekarang, rasanya mau makan males banget. Nggak ada selera makan.. Bukan karena rasanya nggak enak…tapi memang rasanya aku jadi nggak doyan makan.. makanan tertentu yang tadinya sebelum sakit aku doyan…sekarang jadi nggak doyan. Contohnya bebek, lele dan ikan gabus. Padahal sebelum sakit aku nggak pilih-pilih makanan. Tadinya aku doyan…tapi gara-gara kemo, sekarang aku jadi nggak doyan. Telur asin juga aku nggak doyan. Paling sebel liat bebek sama ikan gabus. Walaupun bebek goreng bikinan H. Slamet, aku tetep nggak doyan. Gara-garanya, dulu sewaktu masih kemo, aku dipaksa suamiku makan bebek dan ikan gabus…katanya biar leukositku tetep tinggi…jadi nggak perlu disuntik leukoken dan jadwal kemo berikutnya nggak mundur. Aku manut aja, dengan penuh penderitaan (lebay nih..) aku makan juga ikan gabus pepes dikukus yang aku bikin sendiri. Padahal waktu masaknya aja aku udah mual-mual karena bau uapnya. Aku memang manut makan, tapi cuma sedikit dan dengan perasaan amat sangat terpaksa. Aku pikir, makan ikan gabus berkilo-kilo juga leukositku bakalan tetep nol koma…(sok tau banget ya…) karena memang aku kira efek obat kemo ke badanku memang itu..menggerus sel darah putih. Kulit dan kukuku nggak item-item, aku juga nggak mual hebat dan muntah-muntah (mualku biasa aja dan aku muntah cuma pada H+7 setelah kemo, pada saat leukositku sudah nol koma).
Sebenernya aku sedih banget kalo dipaksa-paksa makan saat itu, karena aku bener-bener nggak doyan makan… Suamiku bilang, nanti disuntik leukoken.. Aku diam saja sih, tapi dalam hati aku bilang, biarin aja disuntik, toh yang ngerasain sakit juga aku…toh leukokennya juga nggak beli..kan dibayar askes… Aku memang bandel ya… Berkali-kali suamiku belikan ikan gabus, bebek, sampai kapsul ikan gabus segala…tapi aku makan cuma sedikiiit…aja. Asal biar nggak dimarahin…
Suamiku juga membuatkan ekstrak ikan gabus, diajari ibu-ibu dari instalasi gizi RSUP. Ikan gabus ditaruh wadah, dikukus, terus air yang keluar dari ikan gabus itu ditampung di kukusannya. Air itulah ekstraknya. Diminum sehari tiga kali. Hiii…bisa dibayangkan betapa mengerikan rasanya. Aku langsung bilang aku nggak doyan, aku nggak mau minum. Tapi suamiku bilang, air itu dimasukkin ke jus jambu biji, jadi nggak terasa amisnya. Oke, aku mau mencoba. Memang nggak terasa amisnya. Tapi…perasaanku tetep nggak enak. Perutku tetep menolak.. Akhirnya, aku cuma minum jus campur ekstrak itu kalo ada suamiku aja, pagi sebelum dia berangkat kerja dan sore setelah dia pulang kerja, dan sebetulnya diam-diam juga sebagian aku buang (maafkan aku suamiku, tapi aku bener-bener nggak doyan…). Itulah yang bikin sekarang ini aku jadi trauma makan bebek dan ikan gabus.
Saat menjalani radioterapi (sekarang sudah hari ke 13), untuk urusan makan, aku langganan catering di Robbani Catering. Aku dapat rekomendasi dari bu Indah, temanku yang tinggal di Yogya. Lumayan enak sih menunya…tapi dasar memang sekarang aku nggak doyan makan, ya tetep aja banyak yang terbuang percuma. Bukannya seneng kalo katering dateng…yang ada malahan sedih (aduh..harus makan lagi…) Aku nggak tau, apa mungkin ini efek dari radioterapi juga ya… Tapi semoga ini bukan penyakit bulimia atau anorexia deh.. Ngeri kalo yang itu…
Untuk pengganti nutrisi yang kurang karena makanku yang nggak normal, aku minum vitamin yang diresepkan dokter, minum susu dan makan buah. Untuk buah, sengaja aku banyakin dan juga nggak cuma satu macam. Pantesan aja nggak doyan makan ya…soalnya udah kenyang makan buah..
Seperti kubilang tadi, kata teman-temanku, sekarang aku kurus. Tapi aku lihat hampir semua pasien yang habis kemo memang jadi kurus kok.. Kalo jadi gemuk itu sih nggak wajar… Dan menurutku, aku bukannya kurus, tapi langsing…
Never Ending Learning
Posted: April 12, 2011 Filed under: Poem Leave a comment »Aku belajar….
bahwa tidak selamanya hidup ini indah.
Kadang Allah
mengijinkan aku melalui derita.
Tetapi aku tahu….
bahwa Ia tidak pernah meninggalkanku. Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini…. dengan bersyukur,
Aku belajar….
bahwa tidak semua yang aku harapkan akan menjadi kenyataan.
Kadang Allah membelokkan rencanaku. Tetapi aku tahu….
bahwa itu lebih baik
daripada apa yang kurencanakan.
Sebab itu aku belajar menerima semua itu….
dengan Ikhlas,
Aku belajar….
bahwa cobaan itu pasti datang dalam hidupku.
Aku tidak mungkin berkata, “tidak…Ya Allah”
Karena aku tahu….
bahwa semua itu tidak
melampaui kekuatanku. Sebab itu aku belajar menghadapinya….
dengan Sabar,
Aku belajar….
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali dan ditangisi.
Karena semua rancanganNya indah bagiku.
Maka dari itu aku belajar
Bersabar… Bersyukur….
dan Ikhlas dalam segala perkara.
Karena dengan bersyukur dan ikhlas….
semua itu menyehatkan jiwaku dan
menyegarkan hidupku…
InsyaAllah..
(Puisi ini bagus banget, tapi sayangnya hasil copy paste…bukan bikinanku… Aku cuma ganti judulnya aja. Never ending learning…because life is like a book and everyday has a new page, new lesson to learn… )










Recent Comments